Program Sarjana

1. Kompetensi Umum

Sarjana Kehutanan yang diluluskan dari Fakultas Kehutanan UGM diharapkan mempunyai kompetensi umum sebagai berikut:
- Menguasai dasar dasar ilmiah dan ketrampilan dalam bidang keahlian ilmu kehutanan sehingga mampu menemukan, memahami, menjelaskan dan merumuskan cara penyelesaian masalah yang ada di dalarn kawasan ilmu kehutanan.
- Mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang dimilikinya dalam kegiatan produktif dan pelayanan kepada masyarakat dengan sikap dan perilaku yang sesuai dengan tata kehidupan bersama.
- Mampu bersikap dan berperilaku dalarn membawakan diri berkarya di bidang kehutanan maupun dalam berkehidupan bersama di masyarakat.
- Mampu mengikuti perkembangan ilmu dan pengetahuan serta teknologi kehutanan.

 

2. Kompetensi Program Studi
a. Program Studi Manajemen Hutan
Sarjana Kehutanan yang memiliki landasan ilmiah dan berpengetahuan cukup untuk dapat mengelola suatu kawasan sumberdaya hutan terutama Kesatuan Pemangkuan Hutan Produksi.

b. Program Studi Budidaya Hutan
Sarjana Kehutanan yang menguasai bidang khusus Budidaya Hutan yang mencakup empat bidang, yaitu: Silvikultur, Manipulasi Lingkungan, Pemuliaan Pohon dan Perlindungan Hutan.

c. Program Studi Teknologi Hasil Hutan
Sarjana Kehutanan yang menguasai dasar dasar dan aplikasi teknologi hasil hutan, yaitu Identifikasi Kayu, Struktur Anatomi Kayu dan Serat Kayu, Sifat Fisik Mekanik dan Kimia Kayu, macam macam cara Pengolahan Hasil Hutan.

d. Program Studi Konservasi Sumberdaya Hutan
Sarjana Kehutanan yang memiliki keahlian tentang ekosistem hutan, pengelolaan daerah aliran sungai, keanekaragaman hayati, pengelolaan sumberdaya alam secara luas, pengelola an kawasan konservasi dan satwa liar, serta menguasai tentang jasa lingkungan dan pariwisata dari ekosistem hutan.

 

3. Beban dan Lama Studi
Beban studi yang harus diselesaikan oleh mahasiswa untuk menyelesaikan Program Sarjana secara umum berkisar antara 144 160 SKS, yang dirancang dapat diselesaikan dalam kurun waktu 8 (delapan) semester. Beban tersebut dalam pelaksanaannya dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 8 (delapan) semester dan paling lama 14 (empat belas) semester. Beban studi Program Sarjana di lingkungan Fakultas Kehutanan UGM ditetapkan sebesar 150 SKS, yang terdiri atas kuliah, praktikum, skripsi dan praktek lapangan termasuk KKN

 

4. Komposisi Matakuliah
Bahan kajian atau pelajaran yang diberikan pada Program Sariana Fakultas Kehutanan berdasarkan sifat matakuliah dapat dikelompokkan menjadi :
a. Matakuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, berkepribadian mantap, dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawa kemasyarakatan dan kebangsaan.

b. Matakuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang ditujukan terutama untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan ketrampilan tertentu.

c. Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan dasar ilmu dan ketrampilan yang dikuasai.

d. Matakuliah Perilaku Berkarya (MPB) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bert ujuan untuk membent uk sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan dasar ilmu dan ketrampilan yang dikuasai.

e Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat (MBB) adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang diperlukan seseorang untuk dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya.

Berdasarkan penyelenggaraan matakuliah, maka bahan kajian dan pelajaran yang diberikan pada Program Sarjana Fakultas Kehutanan UGM dapat dikelompokkan menjadi matakuliah selanjutnya wajib dan matakuliah pilihan. Matakuliah wajib selain dibagi menjadi:

  1. Matakuliah Wajib Universitas untuk seluruh program sarjana di lingkungan Universitas Gadjah Mada. Matakuliah ini terdiri dari matakuliah pengembangan kepribadian yang berlaku nasional, yaitu Agama, Pancasila, Pendidikan Kewarganegaraan, dan matakuliah berkehidupan bermasyarakat, yaitu Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang merupakan salah satu ciri khas UGM.

  2. Matakuliah Wajib untuk sernua program studi, yaitu matakuliah vang harus diambil oleh sernua mahasiswa Program Sarjana seluruh Program Studi yang diselenggarakan oleh Fakultas Kehutanan UGM. Matakuliah wajib ini terdiri dari matakuliah fundamental berupa ilmu dan keterampilan dasar, dan matakuliah dasar ilmu kehutanan. Jumlah keseluruhan matakuliah wajib ini adalah 91 SKS.

  3. Matakuliah Wajib Program Studi, yaitu matakuliah yang harus diambil khusus untuk Program Studi tertentu dan dirancang untuk membentuk kompetensi dari Program Studi tersebut. Komposisi matakuliah wajib program studi ini akan menjadi ciri pembeda dari kompetensi masing-masing program studi. Jumlah matakuliah wajib program studi ini berkisar antara 46 48 SKS.

  4. Matakuliah Pilihan, adalah bahan kajian dan pelajaran yang pengambilannya menjadi kebebasan mahasiswa sesuai dengan minatnva setelah berkonsultasi dengan pembimbing akademik atau juga oleh pembimbing skripsi. Harapan dari kebebasan dalam menentukan kornposisi matakuliah pillhan ini adalah mahasiswa dapat merancang dan menemukan kompetensi yang hendak dicapai. Kebebasan di dalam mengambil matakuliah pilihan tersebut tidak hanya terbatas pada matakuliah pilihan yang disajikan oleh program studi yang diambil tetapi lebih dari itu, pengambilan matakuliah dapat lintas program studi dan lintas fakultas di dalam lingkup Universitas Gadjah Mada. jumlah matakuliah pilihan yang harus diambil berkisar antara 11 sampai 13 SKS.

5. Daftar Matakuliah
Matakuliah secara umum penulisannya terdiri dari Kode, Nama Matakuliah, SKS dan Prasyarat. Kode matakuliah yang ditawarkan di Fakultas Kehutanan teridiri dari 3 huruf dan 3 angka dengan satu spasi pemisah, misalnya : KTF 111. Untuk kode huruf, 2 huruf pertama menunjukkan identitas Fakultas. Huruf ketiga adalah petunjuk untuk program studi atau khusus untuk matakuliah yang wajib diambil oleh seluruh mahasiswa program studi huruf ketiganya adalah F yang berarti Fakultas. Huruf ketiga untuk masing masing program studi adalah: M, B, T, dan K yang berarti PS Manajemen Hutan, PS Budidaya Hutan, PS Teknologi Hasil Hutan, dan PS Konservasi Sumberdaya Hutan.
Tiga digit kode angka mempunyai arti bahwa digit pertama menunjukkan hirarki atau orde penyajian matakuliah. Angka 1 berarti matakuliah tersebut dirancang untuk disajikan pada tahun pertama, angka 2 untuk tahun kedua, angka 3 untuk untuk tahun keempat. Digit yang di tengah mempunyai arti ganda. jika kode hurufnya adalah M maka angka yang di tengah merupakan penunjuk program studi. Angka yang di tengah ini adalah 1, 2, 3, dan 4 sebagai kode untuk PS Manajemen Hutan, PS Budidaya Hutan, PS Teknologi Hasil Hutan, clan PS Konservasi Sumberdaya Hutan. Apabila kode hurufnya langsung menunjuk pada program studi, misalnya KTM, maka angka yang di tengah merupakan 51 representasi dari laboratorium/ studio yang menyajikan matakuliah tersebut. Digit ketiga merupakan urutan atau nomor matakuliah di program studi atau laboratorium/ studio.
Contoh :

K7 111

Matakuliah wajib sernua program studi untuk tahun pertama, disajikan oleh PS Manajemen Hutan, dengan nomor urut matakuliah 1

KTM 312

Matakuliah PS Manajemen Hutan untuk tahun ketiga, disajikan oieh lab. manajemen hutan, dengan nomor urut 2

Kode matakuliah yang diampu oleh pengajar dari fakultas lain di lingkungan Universitas Gadjah Mada tidak selalu sama dengan yang digunakan di Fakultas Kehutanan. Huruf ketiga, misalnya tidak selalu F, ada yang menggunakan huruf U. Adapun kode angka ada yang menggunakan 4 digit, dengan digit ketiga dan keempat merupakan nomor urut matakuliah. Khusus untuk matakuliah yang diselenggarakan oleh universitas biasanya diberi kode huruf UNU.
Satuan kredit semester biasanya ditulis dengan 3 digit dengan tanda kurung untuk 2 digit terakhir setelah dipisahkan dengan satu spasi. Angka pertama menunjukkan jumlah kredit total matakuliah tersebut. Angka kedua merupakan kredit untuk kuliahnya, sedangkan angka ketiga merupakan kredit untuk praktikum.
Prasyarat suatu matakuliah dirancang seminimal mungkin atau yang betul betul memang menjadi prasyarat. Prasyarat diklasiflkasikan menjadi dua, yaitu prasyarat substansi dan prasyarat waktu. Prasyarat substansi berarti suatu matakuliah menjadi prasyarat bagi suatu matakuliah berikutnya. Untuk dapat mengambil matakuliah yang mempunyai prasyarat substansi maka matakuliah prasyaratnya harus telah diambil sebelumnya lulus. Prasyarat substansi bertanda bintang adalah co-requisite, yang berarti dapat diambil bersama-sama tetapi tidak boleh mendahului Prasyarat, waktu mempunyai makna tahun ke berapa suatu matakuliah itu hendaknya diambil yang dicerminkan dengan kode angka matakuliah, yaitu angka pertama. Daftar matakuliah selanjutnya disajikan menurut statusnya, yaitu matakuliah wajib fakultas, matakuliah wajib program studi, clan matakuliah pilihan. Matakuliah yang menjadi wajib universitas digabung dalarn kategori wajib fakultas.

Daftar matakuliah Program Sarjana :
- Mata kuliah wajib semua program studi
- Mata kuliah Program Studi Manajemen Hutan
- Mata kuliah Program Studi Budidaya Hutan
- Mata kuliah Program Studi Teknologi Hasil Hutan
- Mata kuliah Program Studi Konservasi Sumber Daya Hutan