Seruan “AUOO…!” Sambut Mahasiswa Baru Kehutanan 2018

Auditorium Fakultas Kehutanan UGM terdengar bergemuruh dengan seruan “AUOOO…!” saat Dr. Budiadi, Dekan Fakultas Kehutanan UGM, memanggil 269 mahasiswa baru Fakultas Kehutanan UGM dalam upacara penerimaan mahasiswa baru pada hari Rabu, 08/08/2018. Tahun ini quota mahasiswa kehutanan UGM meningkat dari 250 menjadi 275 dan tercatat 269 orang (97.8%) melakukan registrasi ulang. Sebagai catatan, tahun 2017 mahasiswa kehutanan yang melakukan registrasi hanya mencapai 88% dari quota saat itu.

Jumlah mahasiswa asal provinsi DIY menjadi yang terbanyak, diikuti oleh provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI dan sisanya dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, proporsi mahasiswa yang diterima melalui jalur SNMPTN sebanyak 30,48 % sedangkan SBMPTN 39,03% dan UM UGM sebanyak 27,51% dan jalur PBUB sebanyak 2,97%.
Kegiatan penyambutan mahasiswa baru saat ini sangat berbeda dengan orientasi pengenalan kampus beberapa tahun yang lalu yang penuh warna pem’bully’an dari para senior. Saat ini, pengenalan kampus diarahkan pada peningkatan soft-skill mahasiswa seperti pengembangan diri, peluang karier dan profesionalisme rimbawan, kemahasiswaan, dan kerjasama angkatan.

Di samping penyambutan mahasiswa baru, UGM juga menyelenggarkan pertemuan dengan orang tua mahasiswa baru 2018 di fakultas masing-masing, dan di Fakultas Kehutanan UGM dikenal dengan istilah Persatuan Orang Tua Mahasiswa Kehutanan (POTMAHUT). Sebanyak 111 orang tua hadir dalam pertemuan hari Senin, 06/08/2018. Dalam pertemuan tersebut pengurus Fakultas menyampaikan berbagai informasi mengenai kegiatan akademik dan kemahasiswaan dan memperkenalkan berbagai program studi dan kompetensi umum dan khusus sesuai minat yang ada di bagian Silvikultur, Manajemen Hutan, Konservasi Sumber Daya Hutan dan Teknologi Hasil Hutan.
Para orang tua juga berdialog tentang berbagai hal, seperti prosedur keamanan dan keselamatan bagi mahasiswa yang berjenis kelamin perempuan selama kegiatan pembelajaran, khususnya ketika praktek di lapangan atau hutan, fasilitas beasiswa, kesehatan, peluang kerja dan biaya perkuliahan. DI akhir acara pertemuan, pengurus POTMAHUT yang dipimpin oleh Bapak Bejo Ludiro berhasil membentuk pengurus POTMAHUT angkatan 2018.
Salam Rimbawan
Auoooo…!