Arsip:

Rilis

Meningkatkan Kualitas Diri Melalui Ibadah Puasa

Menyambut bulan suci Ramadhan 1438 H, dekanat Fakultas Kehutanan UGM menyelenggarakan acara buka puasa bersama civitas akademika Fakultas Kehutanan UGM. Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis (8/6) di loby Gedung D Fakultas Kehutanan UGM. Acara dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan, Dosen, Tenaga Kependidikan, serta perwakilan dari mahasiswa S1, S2, dan S3.

Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Dr. Budiadi, S.Hut., M.Agr., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Dekanat mendukung penuh kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan Fakultas Kehutanan UGM dalam menyambut dan mengisi Ramadhan 1438 H. “Buka puasa bersama merupakan salah satu kegiatan dalam menyambut Ramadhan 1438 H dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahmi diantara civitas akademika Fakultas Kehutanan UGM”, jelas Dr. Budiadi. read more

Konservasi Sumberdaya Alam masih dimaknai sebagai “Larangan”

Konservasi Sumberdaya Alam masih dimaknai sebagai larangan dalam arti pembatasan pemanfaatan sumberdaya alam terutama oleh masyarakat. Upaya konservasi sumberdaya alam yang dilakukan selama ini telah menimbulkan persepsi di masyarakat bahwa peraturan perundangan konservasi yang berlaku saat ini belum mampu mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Konservasi masih dipandang sebagai pelarangan dan pembatasan hak masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Novianto Bambang Wawandono sebagai narasumber tamu pada kuliah Kebijakan Konservasi Sumberdaya Hutan yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Kehutanan Program S2 Fakultas Kehutanan UGM pada Selasa, 02 Mei 2017. read more

Dosen The Bohol Island State University Tidak Menyangka Wanagama Berawal dari Tanah Kritis

The Bohol Island State University Kagumi WanagamaJames C. Bethune dan Tomas D. Reyes Jr., dosen The Bohol Island State University), Filipina, baru-baru ini mengunjungi Hutan Pendidikan Wanagama UGM, 28/10. James benar-benar tidak menyangka bila Wanagama berasal dari lahan kritis. Kesan mendalam keduanya telihat pada saat mencermati foto-foto lama Wanagama di ruang cendana dan museum kayu Wanagama. Turut mendampingi James dan Tomas adalah Yusuf Fajar Pratama dan Atus Syahbudin (Sekretaris Hutan Pendidikan Wanagama).

Kunjungan ini sebenarnya berawal dari keikutsertaan Tomas dan James pada International Conference of Tropical Agriculture (ICTA) UGM 2016Tomas ingin sekali mengunjungi jenis-jenis pohon tropis di Wanagama. Dia mengakui bahwa Wanagama sangat bagus. “Wanagama is one of the best of educational forest can be developed in Indonesia. It can be more improve to adapt rain forestation program in order to produce indigenous plant and wild life,” kata Tomas. read more

Pengelolaan Lahan Gambut: Permasalahan, Tantangan dan Harapan

Lahan_Gambut1

Kehutanan UGM, 30 Mei 2016 – Dalam rangka memperkaya khasanah pengetahuan, memperluas informasi, dan pemahaman bagi para dosen dan mahasiswa mengenai pengelolaan lahan gambut, pada hari Jum’at/27 Mei 2016 di Fakultas Kehutanan UGM  diadakan Studium General Kehutanan dan Lingkungan dengan topik “Pengelolaan Lahan Gambut: Permasalahan, Tantangan, dan Harapan” dengan menghadirkan Ir. Nazir Foead, M.Sc. (Kepala Badan Restorasi Gambut) dan Ir. Purwadi Soeprihanto, M.EP. (Direktur Eksekutif  Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia). read more

Dies Natalis Ke – 52 Fakultas Kehutanan UGM

Baliho 4,5 M x 2,5 M

Kondisi sektor kehutanan dan lingkungan hidup saat ini sedang menjadi sorotan karena masih tingginya degradasi dan kerusakan sumberdaya hutan (613,5 ribu ha pada tahun 2013), sumbangan terhadap domestic bruto yang rendah dan terjadinya berbagai bencana alam yang sebagian besar penyebabnya ditudingkan ke sektor kehutanan. Sektor kehutanan bukan lagi menjadi sektor unggulan dalam pembangunan Indonesia. Luas kawasan hutan dan perairan yang mencapai kurang lebih 120 juta hektar dengan pengelolaan yang dianggap carut-marut justru dianggap sebagai penghambat pembangunan. Pembangunan berbagai sektor yang bersinggungan dengan kawasan hutan (khususnya alih peruntukan kawasan hutan), baik langsung maupun tidak langsung justru merasa terhambat dan mengkambinghitamkan keberadaan kawasan hutan yang sudah semestinya justru harus dipertahankan agar fungsi-fungsi hutan tetap baik untuk lingkungan dan produksi berkelanjutan. Oleh karenanya, terjadi tarik-menarik kepentingan antara pihak kehutanan dan non-kehutanan untuk merubah fungsi hutan menjadi peruntukan lain, seperti perkebunan kelapa sawit, pertambangan, pertanian, transmigrasi, minyak dan gas, dan sebagainya. Kondisi ini diperparah dengan peraturan perundang-undangan tentang kehutanan, tata ruang, dan khususnya sistem pengurusan perizinan sektor kehutanan yang masih belum baik, yang masih menyisakan banyak lubang-lubang yang memungkinkan terjadinya peluang “negosiasi dan main mata” antara pengusaha dengan penguasa berkenaan dengan proses alih fungsi dan alih peruntukan tersebut. Saat ini alih fungsi, alih peruntukan kawasan hutan dan dinamika pengurusan perizinan (misal Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan/IPPKH) ditengarai oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi salah satu lahan terjadinya banyak pelanggaran oleh berbagai pihak.


Sejauh ini rimbawan termasuk alumni Fakultas Kehutanan UGM telah dan akan selalu berkiprah dalam pengurusan hutan dan kehutanan, mulai dari penyusunan berbagai kebijakan, konsep-konsep pemikiran, strategi, metode dan teknik kelola hutan dengan tujuan agar tercapai suatu pengelolaan hutan yang lestari baik fungsi lingkungan dan produksinya serta usaha implementasinya. Hanya saja hasil dari pengeloaan hutan hingga saat ini menunjukan telah terjadinya berbagai hal negatif seperti tersebut di atas. Kondisi hutan saat ini yang dianggap telah terdegradasi itu menjadi pertanyaan besar tentang keseriusan, peran nyata dan sumbangsih rimbawan.


Sebagai upaya untuk turut memperbaiki pengelolaan hutan di Indonesia maka rangkaian Dies Natalis ke-52 Fakultas Kehutanan UGM selain akan menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka dan Pidato Dies dengan Tema: “Mengembalikan Tata Kelola Hutan Indonesia yang Berkeadilan untuk Kesejahteraan Rakyat”, juga akan menyelenggarakan Seminar Hasil Riset Kehutanan yang akan dikemas dalam “Riset Kehutanan Update 2015”. Selain itu rimbawan Bulaksumur juga akan mempertajam langkah penyelamatan hutan Indonesia melalui “Konsolidasi Kagamahut: Membangun Aksi Peduli Hutan Indonesia (MA-PHI)”. Diharapkan dari rangkaian Dies Natalis ke-52 Fakultas Kehutanan UGM menjadi bagian penting dari penyelamatan hutan dan kehutanan Indonesia. read more