
Yogyakarta – Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada kembali melepas lulusan Program Studi Sarjana Kehutanan pada Wisuda Periode II Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar Rabu, 25 Februari 2026, mulai pukul 13.00 WIB. Prosesi yang berlangsung secara luring di Auditorium Gedung A tersebut diikuti oleh para wisudawan dan wisudawati bersama pendamping, dosen, serta tenaga kependidikan dalam suasana penuh rasa syukur dan kebanggaan.

Sebanyak 47 mahasiswa Program Studi Sarjana Kehutanan dinyatakan lulus dan mengikuti rangkaian prosesi wisuda pada periode ini. Menurut laporan Ketua Program Studi Kehutanan, Ir. Fanny Hidayati, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM., capaian tersebut mencerminkan konsistensi performa akademik mahasiswa yang tetap terjaga hingga akhir masa studi. Dari jumlah tersebut, 17 orang berhasil meraih predikat cumlaude. Rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan tercatat sebesar 3,40, dengan capaian IPK tertinggi 3,89 yang diraih oleh Cholifa Nur Halisya, S.Hut. dan Anisa Nur Fadhila, S.Hut.

Apresiasi khusus juga diberikan kepada lulusan terbaik dari masing-masing departemen. Muhammad Galuh Ramadhan, S.Hut. dinobatkan sebagai lulusan terbaik Departemen Manajemen Hutan, Anisa Nur Fadhila, S.Hut. dari Departemen Teknologi Hasil Hutan, Nurlita Uswatun Khasanah, S.Hut. dari Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan, serta Cholifa Nur Halisya, S.Hut. dari Departemen Silvikultur.

Dalam suasana penuh haru dan kebanggaan, para perwakilan wisudawan turut menyampaikan kesan dan pesan mereka. Hilal Robbani, S.Hut., mewakili wisudawan, menuturkan bahwa perjalanan menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan bukanlah proses yang mudah. “Kita tumbuh bukan karena semuanya mudah, tetapi karena kita memilih untuk tidak berhenti,” ungkapnya. Ia juga menyinggung realitas di lapangan bahwa hukum kerap kali berpihak pada yang berkuasa, sementara konflik sumber daya alam masih menjadi luka yang belum sepenuhnya sembuh di negeri ini. Menurutnya, tantangan tersebut menjadi panggilan bagi para rimbawan muda untuk tetap teguh memperjuangkan keadilan dan kelestarian hutan. Pada kesempatan itu, ia menyampaikan terima kasih kepada para dosen, tenaga kependidikan, sahabat seperjuangan, serta orang tua atas doa dan dukungan yang tiada henti. Ia pun berharap hutan Indonesia tetap lestari dan mampu memberikan manfaat bagi generasi kini dan mendatang.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Ir. Dwiko Budi Permadi, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPU. dalam pesannya menyoroti berbagai peristiwa bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini di Sumatera. Ia menyampaikan bahwa kabar tersebut menjadi pengingat sekaligus tantangan nyata bagi para rimbawan baru. “Peristiwa bencana alam ini menjadi tantangan bagi kita untuk menerapkan bekal ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan,” ujarnya. Ia mengajak seluruh lulusan untuk terus berjuang dan berkontribusi nyata demi mewujudkan Indonesia yang lebih lestari dan berkelanjutan.

Perwakilan orang tua wisudawan, Mujiono, ayah dari Anisa Nur Fadhila, S.Hut., turut menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh dosen dan sivitas akademika yang telah mendidik putra-putri mereka dengan ilmu yang berkarakter dan berintegritas. Ia mengungkapkan kebahagiaan dan rasa bangga saat menerima kembali anak-anak mereka sebagai sarjana kehutanan. “Semoga ilmu yang diperoleh menjadi bekal berharga untuk meraih cita-cita,” tuturnya. Ia juga berpesan agar para lulusan tidak pernah berhenti belajar, terus berusaha, dan senantiasa berdoa dalam mengejar impian yang telah dicita-citakan.
Acara pelepasan ditutup dengan menyanyikan Mars Rimbawan serta sesi foto bersama. Momen ini menjadi langkah awal bagi para lulusan untuk mengaplikasikan ilmu kehutanan dan memberikan kontribusi bagi keberlanjutan hutan dan lingkungan di Indonesia.
Penulis : Irma
Dokumentasi : Andy K.