
Yogyakarta, 21 April 2026 — Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Workshop Menulis Berita Siaran Pers dan Konten Media tentang SDGs yang diperuntukkan bagi tenaga kependidikan, khususnya staf humas. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (21/4) di Ruang Multimedia I, Kantor Pusat UGM, dan diikuti oleh lebih dari 130 peserta dari berbagai unit kerja.
Staf Humas Fakultas Kehutanan UGM, yakni Roma Dian Andiyani, Andy Kurniawan, dan Hening Tiyas, turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas dalam menyusun konten komunikasi yang informatif, strategis, dan relevan dengan isu pembangunan berkelanjutan.Workshop menghadirkan dua narasumber yang menyampaikan materi komprehensif terkait penulisan siaran pers dan berita. Pada sesi pertama, narasumber dari Biro Transformasi Digital UGM memaparkan pentingnya optimalisasi tools digital dalam mendukung proses penulisan. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Search UGM, sebuah teknologi yang dirancang untuk memudahkan pencarian data serta penyusunan berita secara lebih efektif.

Sesi kedua disampaikan oleh Haris Firdaus, jurnalis Harian Kompas, yang mengulas dasar-dasar jurnalistik mulai dari definisi hingga tahapan penulisan berita. Ia menekankan pentingnya menentukan relevansi dalam setiap liputan serta memilih sudut pandang (angle) yang menarik, penting, dan berdampak sebagai dasar penentuan judul berita.
Dalam konteks SDGs, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengaitkan konten dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Untuk mempermudah proses tersebut, diperkenalkan pula tools kategorisasi SDGs yang dapat membantu penulis dalam mengelompokkan konten secara otomatis.
Selain materi konseptual, peserta juga memperoleh tips praktis sebelum menulis, di antaranya menentukan sudut pandang, melakukan riset bahan pendukung, menyusun kerangka tulisan (outline), serta menggunakan kalimat yang sederhana, singkat, namun tetap lengkap. Klasifikasi SDGs pun disarankan untuk dilakukan setelah tulisan selesai disusun.
Di tengah derasnya arus informasi, Haris mengingatkan pentingnya strategi komunikasi yang tepat agar konten tidak tenggelam. Ia menekankan agar tim humas tetap fokus pada publikasi prestasi dan tidak sekadar mengikuti isu yang sedang viral. Jika mengangkat isu terkini, penting untuk mencari relevansinya dengan bidang keilmuan di fakultas atau menghadirkan pandangan pakar yang kompeten.
Selain itu, pemahaman terhadap medium dan audiens juga menjadi hal krusial. Penulisan untuk media sosial, misalnya, harus lebih ringkas serta didukung visual yang menarik agar mampu menjangkau perhatian audiens secara efektif.

Melalui workshop ini, diharapkan staf humas, termasuk dari Fakultas Kehutanan UGM, dapat semakin terampil dalam menyusun siaran pers dan konten media yang berkualitas, sekaligus mampu mengangkat kontribusi institusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Penulis: Tiyas
Dokumentasi: HUMAS FKT & HUMAS UGM