Senin, 12 Agustus 2024 Fakultas Kehutanan UGM menyelenggarakan orasi budaya sekaligus kuliah perdana semester 2024/2025 dengan tema orasi tahun ini adalah ” Politik Kehutanan Indonesia untuk Pembangunan Nasional Berkelanjutan’’ yang disampaikan oleh Ir. KRT Darori Wongsodipuro, MM., IPU. Kegiatan ini merupakan tradisi tahunan untuk menyambut tahun akademik baru yang telah dimulai sejak tahun 2016. Beberapa tokoh budayawan, agamawan dan seniman yang pernah diundang adalah Dr. (H.C.) K. H.
SDG 15 Ekosistem Daratan
Fakultas Kehutanan (FKT) UGM bekerja sama dengan PT Pelita Air Services menanam 10.000 pohon Multipurpose Tree Species (MTPS) yaitu Nyamplung, Kepuh, Nangka, Sukun, Mangga, Alpukat, Kelengkeng dan Durian di Petak 23, HWD Papungan, wilayah KHDTK Diklahut UGM Blora-Ngawi pada Rabu (3/7). Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kedua pihak dalam mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca dan pelestarian lingkungan.


Menurut Direktur KHDTK Diklahut UGM Blora-Ngawi, Dr. Tri Atmojo,
Yogyakarta, 27 Juni 2024 – Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (P3E Jawa) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan kuliah umum bertema “Landscape environmental safeguard and transglobal leadership”. Acara ini menghadirkan Sekretaris Jenderal KLHK RI, Dr. Ir. Bambang Hendroyono, M.M., IPU., sebagai pembicara utama dan dihadiri oleh 150 peserta dari para sivitas akademika Fakultas Kehutanan, UGM,
Kuliah
Latar Belakang
Untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, rasio warga negara Indonesia yang mengenyam pendidikan pascasarjana sangat penting ditingkatkan baik secara kuantitas maupun kualitasnya. Saat ini persentase warga negara Indonesia yang mengenyam pendidikan pascasarjana hanya 0,45% jauh tertinggal di banding negara ASEAN lainnya seperti Malaysia dan Vietnam yang mencapai 2,45% dan apalagi dibanding negara-negara maju sebanyak 9,8%. Salah satu upaya meningkatkan jumlah dan kualitas sumber daya
Konservasi sumber daya genetik memegang peran penting baik dalam pengelolaan hutan produksi maupun hutan konservasi seperti cagar alam. Dalam sistem TPTI di hutan produksi dimana Teknik Silvikultur Intensif (Silin) diterapkan, konservasi genetik menjadi penopang upaya pengayaan. Penanaman pengayaan pasca tebang pilih yang dilakukan secara sistematik mengikuti teknik silin akan meningkatkan potensi tegakan untuk keperluan komersial pada rotasi tebangan berikutnya. Di samping itu, penanaman