Bandung, 19 Februari 2025 – Upaya rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) terus digalakkan sebagai bagian dari tanggung jawab ekologis dan sosial. Dalam rangka pemenuhan kewajiban PPKH SUTT 150 kV Karawang, Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerjasama dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah mengadakan Focus Group Discussion (FGD) guna mensosialisasikan kegiatan penanaman serta pemeliharaan rehabilitasi DAS di Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung.
Tim akademisi dari Fakultas Kehutanan UGM yang turut serta dalam kegiatan ini terdiri dari Ir. Tomy Listyanto, S.Hut., M.Env.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN.Eng., Djoko Soeprijadi, S.Hut., M.Cs. dan beberapa orang asisten. Kehadiran mereka disambut hangat oleh masyarakat setempat, khususnya oleh kelompok tani hutan (KTH) Bhakti Tanjungwangi Lestari dan KTH Harapan Jaya, yang sangat antusias mendukung inisiatif ini.
FGD yang dihadiri oleh sekitar 40 orang ini, berlangsung secara interaktif. Tim UGM menjelaskan secara rinci tujuan program, timeline pelaksanaan, serta teknis penanaman dan pemeliharaan pohon. Penanaman yang akan dilakukan oleh masing-masing penggarap lahan ini rencananya dimulai pada Februari hingga Maret 2025, dengan skema pendampingan dari UGM dan tenaga lapangan yang berasal dari anggota KTH setempat.
Pada program rehabilitasi ini, akan dilakukan penanaman di area seluas 52 hektar dengan komposisi tanaman sebagai berikut:
- Alpukat sebanyak 300 batang per hektar
- Gmelina sebanyak 100 batang per hektar
- Kopi Arabika sebanyak 100 batang per hektar
Diskusi berlangsung dinamis, dengan banyak peserta yang aktif memberikan tanggapan dan masukan. Mereka menyambut baik program ini dan menilai bahwa rehabilitasi DAS akan memberikan manfaat jangka panjang, tidak hanya bagi lingkungan tetapi juga bagi peningkatan kesejahteraan petani.
Salah satu hal yang menarik dalam kegiatan ini adalah semangat luar biasa dari para anggota KTH, khususnya generasi muda yang aktif terlibat dalam program ini. Banyak dari mereka masih berusia muda, tetapi sudah menunjukkan komitmen tinggi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kekompakan kelompok tani ini menjadi modal besar bagi keberlanjutan program rehabilitasi DAS di Desa Tanjungwangi.
Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi serta dukungan dari akademisi dan pemerintah desa, program rehabilitasi DAS ini diharapkan mampu berjalan lancar dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi ekosistem dan kesejahteraan petani setempat.
Penulis: Eliya Wihardini
Dokumentasi: Tim Pelaksana