Penajam Paser Utara, 18 Juli 2025 — Dalam rangka mendukung program penghijauan di Ibu Kota Nusantara (IKN), tim dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan kunjungan strategis ke Pusat Persemaian Mentawir, Kalimantan Timur. Tim terdiri dari Prof. Widiyatno, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama, serta Dr. Kaharuddin, Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia.
Kedatangan tim UGM disambut langsung oleh Kepala Seksi Rehabilitasi Hutan dan Lahan Daerah Aliran Sungai Mahakam Berau, Rudianto, beserta jajarannya. Dalam kunjungan tersebut, tim diajak meninjau area produksi bibit seluas 30 hektar yang merupakan bagian dari keseluruhan lahan Pusat Persemaian Mentawir yang mencakup 120 hektar.
Lokasi-lokasi yang dikunjungi mencakup tempat penyimpanan pupuk, green house untuk produksi bibit, Embung Mentawir sebagai sumber utama air baku untuk persemaian, serta kolam lele yang menjadi bagian dari sistem integrasi pengelolaan sumber daya air.
Melalui diskusi intensif yang dilakukan di sela kunjungan, tim UGM memetakan potensi dan tantangan dalam pengelolaan persemaian berskala besar. Informasi ini menjadi bekal penting bagi Fakultas Kehutanan UGM yang sedang merancang pembangunan persemaian modern skala kecil sebagai model pembelajaran inovatif di kawasan hutan pendidikan Wanagama Nusantara di IKN.
Dalam forum diskusi tersebut juga dibahas rencana konkret penanaman yang akan dilakukan UGM di kawasan IKN. Salah satu langkah nyata adalah permintaan sebanyak 3.000 bibit okulasi durian nusantara dari Persemaian Mentawir. Bibit ini akan digunakan untuk membangun kebun durian seluas 30 hektar yang dirancang tidak hanya sebagai bagian dari program rehabilitasi lahan, tetapi juga sebagai kawasan ekowisata masa depan. Kebun ini diharapkan menjadi sumber pendapatan berkelanjutan yang mendukung operasional Wanagama Nusantara.
Melalui kolaborasi ini, UGM berharap dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan di Ibu Kota Nusantara.
Penulis dan dokumentasi: Eliya Wihardini