
Yogyakarta, 7 Desember 2025 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM). Kali ini, Achmaludin Taufan Azmi, mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Kehutanan UGM, berhasil meraih Juara 3 kategori esai ilmiah dalam ajang bergengsi Pertanian Berkarya (PAKAR) Jilid X yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Makasar.
Kompetisi bergengsi ini mengangkat tema “Peran Generasi Muda dalam Inovasi dan Optimalisasi Sumber Daya Menuju Pertanian Berkelanjutan untuk Indonesia Emas 2045 dan SDGs.” PAKAR Jilid X menjadi wadah bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk melahirkan ide, kreativitas, dan inovasi yang berorientasi pada pertanian berkelanjutan. Tahun ini, kompetisi dibagi ke dalam dua kategori, yakni esai ilmiah dan debat.
Periode pengumpulan karya berlangsung sejak 22 Oktober hingga 21 November 2025 melalui Google Form, dan diikuti oleh 67 peserta dari 47 perguruan tinggi di Indonesia. Kompetisi ini menjadi ajang adu ide sekaligus pembuktian kemampuan akademik, keterampilan komunikasi, serta kepekaan mahasiswa terhadap isu-isu strategis bidang Optimalisasi Sumber Daya Menuju Pertanian Berkelanjutan di Indonesia.
Setelah penutupan pengumpulan karya, pengumuman finalis dilakukan pada 21 November, disusul Technical Meeting pada 25 November. Para finalis kemudian melaju ke babak Grand Final pada 29 November, yang menghadirkan sesi Presentation Ide selama 10 menit dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh dewan juri. Babak final ini menjadi momentum penting bagi peserta untuk mempertajam argumentasi, memvisualisasikan gagasan secara komprehensif, serta menunjukkan kedalaman analisis yang membedakan kualitas setiap karya.
Dalam kategori esai ilmiah, karya Achmaludin Taufan Azmi berhasil menempati posisi ketiga, menyusul Moh. Ramdan Hakim dari Universitas Negeri Malang yang meraih Juara 1, serta Amrina Rosada dari Universitas Mataram sebagai Juara 2. Esai yang ditulis Taufan menyoroti isu aktual dalam pengelolaan sumber daya pertanian, menawarkan solusi aplikatif, dan disertai argumentasi ilmiah yang kuat sehingga mendapatkan apresiasi dari dewan juri sebagai gagasan yang bernilai dan relevan.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga menegaskan komitmen Fakultas Kehutanan UGM dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa melalui kegiatan akademik maupun non-akademik. Prestasi Taufan sejalan dengan beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 8 tentang peningkatan produktivitas dan kreativitas generasi muda; SDG 12 mengenai praktik produksi berkelanjutan; SDG 13 terkait kontribusi terhadap mitigasi dan adaptasi perubahan iklim; serta SDG 17 yang tercermin melalui kemitraan dan kolaborasi lintas disiplin.
Melalui partisipasi aktif dan pencapaian di berbagai kompetisi, Fakultas Kehutanan UGM terus berkomitmen mencetak lulusan yang unggul, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta tantangan keberlanjutan global. Dengan semangat yang sama, mahasiswa Kehutanan diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Penulis dan Dokumentasi: Taufan
Editor: Humas FKT