Sulawesi Tenggara — Upaya penguatan kompetensi dan profesionalisme sumber daya manusia kehutanan terus didorong melalui kegiatan Sosialisasi Profesi Insinyur Kehutanan yang diselenggarakan pada Kamis, 15 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung secara terpisha di dua lokasi, yakni Aula Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara dan Aula Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo (FHIL UHO).

Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Ir. Dwiko Budi Permadi, Ph.D., IPU dan Ir. Muhammad Navis Rofii, Ph.D., IPM, yang membahas pengembangan pendidikan lanjutan serta jalur profesi bagi insan kehutanan. Sebanyak 36 peserta hadir secara luring di Aula Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara yang dibuka oleh Ir. La Ode Yuliardhi, S.P., IPU. Peserta sosialisasi berasal dari berbagai unsur strategis, antara lain para Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) beserta staf Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara, perwakilan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kehutanan, khususnya BPDAS Konaweha

Sedangkan sosialisasi di FHIL UHO dibuka oleh Dekan FHIL, Dr. Lies Indriyanti, S.P, M.Sc dan diikuti oleh dosen dan mahasiswa FHIL tahun terakhir. Kegiatan diselenggarakan di Aula FHIL UHO. Acara berlangsung secara formal namun penuh kekeluargaan karena banyak alumni S1, S2, maupun S3 Fakultas Kehutanan dan Pascasarjana UGM.
Dalam paparannya, Ir. Dwiko Budi Permadi, Ph.D., IPU menjelaskan secara komprehensif mengenai Program Magister Ilmu Kehutanan dan Doktor Ilmu Kehutanan, dengan penekanan pada kelas intensif yang dirancang untuk menjawab kebutuhan para praktisi. Program ini dapat diikuti melalui skema blended learning, sehingga memberikan fleksibilitas bagi aparatur dan profesional kehutanan yang tetap menjalankan tugas kedinasan.
Sementara itu, Ir. Muhammad Navis Rofii, Ph.D., IPM memaparkan secara rinci mengenai Program Profesi Insinyur Kehutanan, termasuk pilihan jalur reguler dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Ia menekankan pentingnya sertifikasi profesi insinyur sebagai bentuk pengakuan kompetensi profesi insinyur kehutanan dan peningkatan daya saing sumber daya manusia kehutanan di tengah tantangan pengelolaan hutan yang semakin kompleks.

Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif sehingga peserta mendapatkan pemahaman yang utuh tentang tata cara pendaftaran profesi insinyur dan mendapat respon yang sangat antusias dari para peserta. Hal ini terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi dan pertanyaan terkait mekanisme pendaftaran, persyaratan akademik, serta peluang pengembangan karier melalui jalur pendidikan dan profesi insinyur kehutanan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak aparatur, akademisi, dan praktisi kehutanan di Sulawesi Tenggara yang terdorong untuk meningkatkan kualifikasi akademik dan profesional, guna mendukung pengelolaan hutan yang lestari, berkelanjutan, dan berbasis keahlian.
Penulis & Dokumentasi: Depe