
Yogyakarta – Japan International Research Center for Agricultural Sciences (JIRCAS) menyelenggarakan International Workshop dengan topik “Environmentally Adaptive Forestry Techniques for Southeast Asian Tree Species” pada 9–10 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 26 peserta dari Japan International Research Center for Agricultural Sciences (JIRCAS)-Jepang, Forest Research Institute Malaysia (FRIM)-Malaysia, Royal Forest Department Thailand, serta akademisi dan peneliti dari Universitas Gadjah Mada serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kegiatan ini diselenggarakan oleh JIRCAS dan didukung oleh Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (FKT UGM) sebagai co-host.
Workshop ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama penelitian antar negara serta pertukaran pengetahuan dan pengalaman terkait dengan pengembangan ilmu dan teknik kehutanan untuk mencapai pengelolaan hutan lestari khususnya di Asia Tenggara. Workshop ini dibagi menjadi 2 hari, yaitu hari pertama 9 Februari 2026 merupakan sesi presentasi dan diskusi peserta dan hari kedua, 10 Februari 2026, kunjungan ke hutan tanaman jati di plot Penelitian PEFI di KPH Ngawi, Jawa Timur
Pada hari pertama, para peserta mengikuti rangkaian seminar dan diskusi ilmiah dengan pemateri dari masing-masing institusi. Topik yang dibahas meliputi teknik silvikultur adaptif, konservasi sumber daya genetik hutan, serta penguatan kolaborasi riset kehutanan lintas negara.
Hari kedua workshop diisi dengan kunjungan lapangan ke KPH Ngawi, Jawa Timur, untuk melihat secara langsung penerapan praktik Perhutanan Klon Jati. Plot-plot penelitan PEFI yang dikunjungi diantaranya adalah uji keturunan jati yang dibangun pada tahun 1998, plot penjrangan jati, plot pertanaman jati dari klon dan biji serta tanaman jati dari biji yang ditanam pada tahun 1956.
Rangkaian kegiatan International Workshop on Environmentally Adaptive Forestry Techniques for Southeast Asian Tree Species secara resmi ditutup oleh Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Dalam penutupan tersebut, Dekan Fakultas Kehutanan menyampaikan pentingnya komitmen jangka panjang. Kehutanan adaptif adalah proses yang berkelanjutan—proses yang berkembang seiring dengan perubahan kondisi lingkungan dan temuan ilmiah yang terus berkembang. Dengan berinvestasi dalam penelitian, pemantauan, dan pertukaran pengetahuan, kita dapat memastikan bahwa sistem kehutanan tetap fleksibel, inovatif, dan responsif terhadap tantangan di masa depan.
Terima kasih kepada semua pembicara, peserta, dan panitia atas kontribusi berharga dan dedikasi mereka. Partisipasi Anda mencerminkan komitmen bersama untuk melindungi hutan kita dan mendorong kemajuan yang lebih..
Penulis; Dian
Dokumentasi: Andy / Humas FKT
Editor: Humas FKT