
Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada mengadakan kuliah umum dengan tema “Theoretical implications of current social problems in Japan to the studies of the commons” yang disajikan oleh Associate Profesor Takahiro Fujiwara, Ph.D. Takahiro Fujiwara adalah dosen di Laboratorium Kebijakan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Kyushu University, Jepang. Selain mengajar di Kyushu University, Takahiro Fujiwara juga aktif mengajar di program Magister Ilmu Kehutanan Universitas Gadjah Mada.

Kegiatan kuliah umum dilaksanakan pada 22 Februari 2026 di Auditorium Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Kuliah umum ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Dalam paparannya, Takahirwo Fujiwara menjelaskan tentang hutan dan kehutanan di Jepang, dimana sekitar 60% hutan di Jepang adalah hutan alam dan 40% berupa hutan tanaman. Dari aspek iklim, hutan di Jepang dibedakan menjadi sub-tropical forest, temprate forest, dan sub-boreal forest.
Masyarakat pedesaan di Jepang telah lama memanfaatkan sumberdaya alam yang ada seperti sayuran, the, beri-berian, kayu bakar, hijauan pakan ternak, dan kegiatan reliji. Selain menjelaskan pemanfaatan sumber daya alam, Takahiro Fujiwara juga memberikan penjelasan tantangan dalam pengelolaan hutan di Jepang. Kawasan hutan di Jepang juga menghadapi tantangan dalam pengelolaan satwa liar. Satwa liar, khusunya kijang dan babi hutan, di wilayah Miyazaki perlu dikelola secara bijaksana supaya tidak merusak kulit-kulit pohon. Selain itu, tantangan lainnya adalah pengelolaan hutan milik (private forest). Pengelolaan hutan milik di Jepang diarahkan untuk menggunakan bibit yang berkualtias, perawatan tanaman (penjarangan, pengelolaan hama dan penyakit tanaman), serta pengembangan pemanenan yang ramah lingkungan.

Perubahan iklim juga berdampak pada kondisi hutan di Jepang. Bencana hidrometeorologi juga berdampak pada kerusanak-kerusakan hutan yang ada di Jepang. Sebagai contoh, banjir dan longsor di Fukuoka pada tahun 2023, dimana hujan deras telah berdampak pada kejadian longsor di hutan dan banjir di wilayah pemukiman. Lebih lanjut, kondisi iklim yang kering juga berdampak pada kejadian kebakaran hutan di Jepang. Pada akhir kuliah umum, diadakan diskusi interaktif dengan peserta kuliah umum yang dimoderatori oleh Ir. Dwiko Budi Permadi, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPU.
Penulis: Budi Mulyana
Foto : Andy K