
Sejumlah mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) mengikuti kegiatan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada 22–25 Februari 2026. Program ini dirancang untuk memperluas wawasan mahasiswa mengenai perkembangan ekosistem digital nasional serta peluang integrasi teknologi dalam berbagai sektor, termasuk kehutanan dan pengelolaan sumber daya alam.
Mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM yang mengikuti kegiatan ini adalah Rahmad Raafi Syaputra, Albertus Putra Probo Gandhi, Savana Arifiani, Annisa Dea Pratiwi, dan Achmaludin Taufan Azmi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan kapasitas generasi muda agar mampu beradaptasi dengan transformasi digital yang semakin berperan penting dalam pembangunan nasional.
Transformasi digital saat ini menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan daya saing, serta pengembangan inovasi di berbagai sektor. Melalui program Garuda Spark Innovation Hub, Komdigi berupaya memperkuat talenta digital Indonesia dengan mempertemukan mahasiswa dengan pelaku industri teknologi, startup, serta ekosistem inovasi nasional.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti rangkaian company visit dan observasi ekosistem startup di Bandung. Mahasiswa berkesempatan mengunjungi beberapa institusi penting dalam industri digital, antara lain Agate, perusahaan pengembang gim nasional yang memberikan wawasan mengenai industri kreatif berbasis teknologi; BETA UAS, startup yang bergerak di bidang teknologi drone untuk pemetaan dan pengumpulan data spasial; serta BLOCK71 Bandung, sebuah pusat kolaborasi startup yang mempertemukan inovator, investor, dan mentor dalam pengembangan teknologi.

Kunjungan ke perusahaan teknologi tersebut memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai bagaimana inovasi digital berkembang dan dimanfaatkan dalam berbagai sektor. Bagi mahasiswa kehutanan, pemanfaatan teknologi seperti drone, big data, artificial intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan sistem informasi geografis (GIS) membuka peluang baru dalam pemantauan hutan, mitigasi kebakaran, pemetaan sumber daya alam, serta pengelolaan lingkungan berbasis data.
Selain kegiatan di Bandung, peserta juga menghadiri Google for Startups Demo Day di Jakarta, sebuah acara showcase dari program akselerasi Google for Startups yang bekerja sama dengan Komdigi. Kegiatan ini menampilkan berbagai startup teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mempresentasikan inovasi dan model bisnis mereka setelah mengikuti rangkaian program pembinaan dan akselerasi.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat mengamati secara langsung proses pitching startup, memahami dinamika pengembangan produk teknologi, serta mempelajari bagaimana ide inovatif dikembangkan menjadi solusi digital yang siap memasuki pasar. Kegiatan ini juga memberikan gambaran mengenai tren inovasi digital berbasis AI yang saat ini berkembang pesat di Indonesia.
Partisipasi mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM dalam kegiatan ini diharapkan dapat memperluas perspektif mereka mengenai integrasi teknologi digital dalam bidang kehutanan dan lingkungan. Dengan pemahaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi generasi muda yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus berkontribusi dalam pengembangan solusi berbasis teknologi untuk pengelolaan hutan dan sumber daya alam yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, dan perguruan tinggi, penguatan ekosistem digital nasional diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi lintas disiplin yang tidak hanya berkontribusi pada sektor teknologi, tetapi juga pada pembangunan berkelanjutan di bidang lingkungan dan kehutanan.
Penulis: Satriagasa
Foto: tim Garuda Spark FKT UGM