
Harsanto Mursyid, mahasiswa program Doktor Ilmu Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, berkesempatan untuk mengikuti pertukaran pelajar (student exchange) di University of British Columbia (UBC) melalui skema beasiswa Canada-ASEAN SEED (Scholarship and Educational Exchanges for Development). Kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2025 tesebut memfasilitasi riset kolaboratif dengan output berupa draft artikel ilmiah dan pengolahan data yang lebih mendalam.
Dalam kegiatan pertukaran pelajar di UBC, Harsanto dibimbing oleh Dr. Guangyu Wang dari Departemen of Forest Resources Management. Selama di UBC, Harsanto melakukan analisis perubahan tutupan lahan di ekosistem gambut Provinsi Riau. Riset tersebut merupakan pilar utama disertasi Harsanto. Riset yang sedang dilakukan oleh Harsanto berkontribusi langsung pada pencapaian United Nations Sustainable Development Goals (SDGs) 13 (Climate action) dan 15 (Life on Land).

Selain menjalani pembimbingan intensif dalam pengolahan data penelitian, Harsanto juga berkesempatan untuk mengikuti perkuliahan (seat in) tentang Sejarah kehutanan dan manajemen sumber daya di Vancouver, British Columbia, Kanada. Menurut Harsanto, Pendidikan tinggi di UBC sangat mengedepankan student engagement. Keterlibatan mahasiswa Adalah kunci agar ilmu pengetahuan dapat diserap secara holistic dari berbagai sumber. Pengalaman mengikuti perkuliahan di UBC merupakan salah satu pengalaman berharga yang dapat diterapkan saat melaksanakan pengajaran di perguruan tinggi di Indonesia.

Kegiatan Canada-ASEAN SEED juga memberikan pengalaman non akademis seperti interaksi multi kultural dengan sesama awardee dari berbagai negara di Eropa maupun Amerika Latin. Pada beberapa kesempatan, awardee Canada-ASEAN SEED juga diajak untuk eksplorasi keindahan alam British Columbia seperti kemegahan danau gletser di Joffre Lakes Provincial Park, mencicipi kuliner khas Kanada seperti Poutine.
Penulis: Harsanto Mursyid