Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) — Kementerian Kesehatan Mental Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Fakultas Kehutanan UGM sukses menyelenggarakan kegiatan SIMAK (Sarana Informasi dan Masukan Inspirasi Kesehatan Mental) bertema “Whisper to the Woods: Your Feelings Matter” sebagai wujud kepedulian nyata terhadap kesehatan mental Keluarga Mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM. SIMAK merupakan kegiatan penyediaan ruang ekspresi terbuka bagi mahasiswa berupa papan curhat interaktif yang dipasang di area kampus. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk menuliskan isi hati, uneg-uneg, harapan, motivasi, maupun refleksi pribadi pada sticky note yang ditempelkan di papan tersebut. Sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan partisipasi mahasiswa, setiap peserta yang menuliskan ekspresinya mendapatkan permen sebagai simbol penghargaan dan dukungan emosional. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat merasa lebih lega, didengar, dan sadar bahwa mereka tidak sendiri dalam proses menjaga kesehatan mental.
Kegiatan ini diinisiasi dan dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan Mental LEM Fakultas Kehutanan UGM, dengan Ketua Panitia Tiara Ayu Wibowo (NIM 24/535931/KT/10680) dan Penanggung Jawab Hafiyyan Aji Nugroho selaku Ketua LEM FKT UGM. Kegiatan ini berada di bawah pengawasan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Ir. Dwiko Budi Permadi, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPU. Sasaran kegiatan adalah Keluarga Mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM. Kegiatan SIMAK berlangsung selama 18 hari, mulai Jumat, 3 April 2026 hingga Senin, 20 April 2026. Pemasangan papan dilakukan pada 3 April 2026, di mana pengisian aktif oleh mahasiswa pada 3–19 April 2026, dan diakhiri dengan pelepasan papan pada 20 April 2026. Papan SIMAK dipasang di dua lokasi strategis di lingkungan Fakultas Kehutanan UGM, yaitu di depan Perpustakaan Fakultas Kehutanan dan di selasar Gedung IFFLC (Integrated Forest Farming Learning Center) UGM, Yogyakarta. Kedua lokasi dipilih karena merupakan titik lalu lintas mahasiswa yang tinggi sehingga mudah dijangkau oleh seluruh Keluarga Mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM.
Kegiatan ini lahir dari hasil survei terhadap mahasiswa FKT UGM yang menunjukkan bahwa banyak mahasiswa mengalami tekanan dan stres akibat padatnya jadwal perkuliahan, beban tugas, serta berbagai permasalahan pribadi. Kondisi tersebut kerap berujung pada kebingungan, kelelahan mental, bahkan pada sebagian mahasiswa memunculkan keinginan untuk menyakiti diri sendiri. Mayoritas mahasiswa menyatakan perlunya sebuah wadah untuk mengekspresikan perasaan dan keluh kesah mereka secara aman dan tanpa rasa takut dinilai oleh orang lain. SIMAK hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut, sekaligus menjadi langkah awal dalam membangun lingkungan kampus yang lebih peduli, inklusif, dan suportif terhadap kesehatan mental. Hal ini pun selaras dengan Indikator Kriteria Utama (IKU) 5 Universitas Gadjah Mada: Jasa pelatihan, media edukatif, konsultasi, dan sebagainya.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pembuatan dan pemasangan papan SIMAK yang telah didekorasi oleh panitia. Selama periode berlangsung, mahasiswa secara aktif menuliskan curhatan pada sticky note dan menempelkannya di papan. Ketika papan mulai penuh, panitia secara berkala melakukan penyortiran dan menyimpan curhatan yang terkumpul agar papan tetap dapat digunakan oleh mahasiswa lainnya. Setelah kegiatan selesai, seluruh curhatan didokumentasikan dan diolah menjadi sebuah video yang merangkum isu-isu dan curhatan yang paling banyak disampaikan mahasiswa. Selain itu, dilakukan pula penyebaran formulir umpan balik (form feedback) terkait kegiatan SIMAK yang telah dilaksanakan untuk mengetahui apakah Keluarga Mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM merasa terbantu atau tidak dengan adanya program ini.

Dari hasil yang terkumpul, isu terbanyak yang ditulis mahasiswa meliputi: deadline tugas yang menumpuk, manajemen waktu yang buruk, kewalahan menghadapi jadwal kuliah dan organisasi, tekanan pencapaian akademik, serta kelelahan akibat kebiasaan begadang. Temuan ini diharapkan menjadi dasar perancangan program kesehatan mental lanjutan, termasuk layanan konseling gratis “Teman Rimbawan” dan penyelenggaraan seminar mental health oleh Kementerian Kesehatan Mental LEM FKT UGM. Dengan demikian, SIMAK tidak hanya berhenti sebagai wadah curhat, tetapi juga menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan kampus yang lebih suportif dan peduli terhadap kesehatan mental mahasiswa.
Penulis: Canda Agustina
Fotografer: Ibnu Rizqi Khalala, Ayu Amanda Bernadet, Annisa Nuraini, Anisa Maulia Rohmah