Kegiatan kurban ini tidak hanya dimaknai sebagai wujud kepedulian sosial terhadap staf dan masyarakat sekitar, tetapi juga sangat memperhatikan aspek kesehatan dan kelayakan konsumsi daging. Guna memastikan hal tersebut, Wanagama menerima kunjungan edukasi dan pemeriksaan kesehatan hewan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul yang dipimpin oleh drh. Agus Riyanto.
Dalam kunjungannya, drh. Agus Riyanto menjelaskan bahwa pihaknya bertugas melakukan pemeriksaan secara komprehensif, mulai dari sebelum disembelih (ante-mortem) hingga sesudah disembelih (post-mortem).
“Tujuan dari pemeriksaan hari ini adalah untuk memastikan dan menghasilkan daging kurban yang ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal,” tegas drh. Agus.

Terkait hasil pemeriksaan post-mortem pada penyembelihan kali ini, drh. Agus mengungkapkan adanya temuan medis pada salah satu hewan ternak. “Di salah satu sapi yang dikurbankan, kami menemukan masih ada Fasciola hepatica (cacing hati). Namun, untuk keseluruhan domba kondisinya baik dan aman,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi untuk pelaksanaan kurban mendatang, beliau menyarankan agar panitia memastikan hewan kurban diperiksakan terlebih dahulu. “Untuk tahun depan jangan lupa sebelum dibawa ke sini diperiksakan dulu agar mendapat SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan) atau diuji lab. Biayanya murah dan itu penting dilakukan,” tambahnya. Selain fokus pada pemeriksaan organ dalam, drh. Agus juga memberikan sejumlah catatan penting terkait kesejahteraan hewan dan higienitas proses pemotongan agar kualitas daging tidak menurun, diantaranya adalah Kesejahteraan Hewan, Higienitas Pemotongan, Proses Pengulitan, Sterilisasi Area Daging, dan Syarat Sah Kurban.
“Itu beberapa catatan dari kami. Semoga ke depannya penyembelihan di tempat ini berlangsung dengan semakin baik dan menghasilkan daging yang ASUH,” tutup drh. Agus.
Daging kurban yang telah disembelih dan dipastikan kelayakannya tersebut kemudian diproses dan dikemas menjadi 170 paket. Seluruh paket daging kurban ini selanjutnya didistribusikan secara merata kepada sohibul qurban (pihak yang berkurban), panitia pelaksana, serta masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan Wanagama.
Direktur KHDTK Wanagama I, Dr. Ir. J P Gentur Sutapa, M.Sc.Forest.Trop., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kepedulian para alumni dan kerja sama semua pihak yang terlibat dalam qurban tahun ini.
“Kami haturkan terima kasih kepada segenap Sohibul Kurban yang sudah berpartisipasi pada acara qurban di Wanagama. Pada acara Idul Adha tahun ini kami dibantu oleh dokter Agus dan tim untuk memastikan kesehatan ternak kurban. Ucapan terima kasih juga kepada Pimpinan Fakultas Kehutanan, Yayasan Oemi, serta segenap staf dan pengelola Wanagama serta warga Banaran, sehingga acara berjalan lancar didukung cuaca yang sangat kondusif,” ungkap Dr. Gentur.
Beliau juga berharap agar esensi dari ibadah ini dapat terus dirasakan oleh seluruh pihak terkait. “Semoga kegiatan ini menguatkan ketakwaan kita semua kepada Tuhan, menguatkan solidaritas serta kebersamaan dengan warga sekitar Wanagama.
Pendistribusian hewan kurban ini memberikan dampak (impact) yang sangat positif dan multisektoral. Secara sosial-ekonomi, kegiatan ini berkontribusi langsung dalam mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan gizi protein hewani bagi warga desa penyangga di sekitar hutan. Secara kelembagaan, pembagian kurban ini menjadi jembatan silaturahmi yang semakin memperkokoh rasa kekeluargaan, solidaritas, dan keharmonisan antara sivitas akademika UGM, pengelola Wanagama, dan masyarakat setempat.

Dengan adanya pendampingan medis dan edukasi berkelanjutan ini, kegiatan kurban di Wanagama diharapkan dapat terus membawa keberkahan dan memberikan jaminan kualitas daging yang sehat bagi seluruh penerima manfaat.
Penulis dan Dokumentasi : Zulva Ulin – Wanagama