Bibit pohon yang digunakan dalam kegiatan ini merupakan bantuan dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Unda Anyar, Bali, yang terdiri atas bibit nangka (Artocarpus heterophyllus) dan bibit beringin (Ficus benjamina). Pemilihan kedua jenis pohon tersebut didasarkan pada manfaat ekologis dan ekonomisnya. Pohon nangka diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang melalui hasil buahnya yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, sedangkan pohon beringin dipilih karena memiliki tajuk yang rimbun sehingga dapat berfungsi sebagai peneduh, penyerapan karbon, sekaligus membantu meningkatkan kualitas lingkungan lingkungan di sekitarnya,
Sebelum ditanam, seluruh bibit menjalani proses pemeliharaan dan aklimatisasi di Pondokan Mahasiswa KKN. Pemeliharaan dilakukan secara rutin melalui penyiraman setiap pagi dan pemantauan kondisi bibit untuk memastikan tanaman tetap sehat dan siap ditanam di lapangan.

Penanaman di kawasan TPST Jungutbatu dilaksanakan pada 27 Juli 2026 oleh mahasiswa Kehutanan angkatan 2023, yaitu Ahmad Kautsar Riza Al Farros, Bagus Teguh Arthasena, dan Alvina Harfanindya Arsanti. Pada lokasi ini ditanam bibit beringin dengan mempertimbangkan fungsi ekologisnya sebagai pohon peneduh sekaligus penyerap karbon, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan di sekitar kawasan TPST.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari pengelola TPST Jungutbatu, Ibu Sri, beserta para karyawan. Selain memberikan izin penggunaan lokasi, pihak pengelola juga turut membantu pelaksanaan kegiatan dengan menyediakan peralatan, seperti cangkul dan linggis, serta mendampingi proses penanaman. Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung upaya penghijauan serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan.
Selain di TPST, kegiatan penanaman juga dilaksanakan di kawasan Demonstration Plot (Demplot) Pertanian Terpadu. Kegiatan pertama berlangsung pada 25 Juli 2026 di Kebun Dharma milik Wahyu Yoga dan dikemas dalam bentuk field trip bersama siswa SD Negeri 1 Lembongan. Melalui kegiatan tersebut, para siswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung tentang pentingnya menanam dan merawat pohon sejak usia dini.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah seorang siswi SD Negeri 1 Lembongan mengungkapkan rasa senangnya karena dapat belajar menanam pohon secara langsung. Sementara itu, Wahyu Yoga selaku pemilik lahan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi pengelolaan lahannya. Menurutnya, lahan menjadi lebih terawat dan hasil panennya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi keluarga.
Kegiatan penanaman berikutnya dilaksanakan pada 28 Juli 2026 di Kebun Komunal milik Ketut Nusa dengan melibatkan seluruh anggota keluarga. Pelibatan keluarga dalam proses penanaman bertujuan untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap tanaman yang ditanam sehingga proses pemeliharaan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Pada kedua lokasi demplot tersebut ditanam bibit nangka dan beringin dengan jumlah yang disesuaikan dengan luas lahan masing-masing.

Melalui rangkaian kegiatan ini, mahasiswa KKN-PPM UGM berharap penanaman pohon tidak hanya memberikan manfaat ekologis dengan meningkatkan kualitas lingkungan, menyerap karbon dioksida, serta menjaga ketersediaan air, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam. Diharapkan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, pengelola TPST, pemilik lahan, serta masyarakat diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Desa Jungutbatu dan Desa Lembongan yang lebih hijau, lestari, serta tangguh dalam menghadapi perubahan iklim.
Penulis: Alvina Harfanindya Arsanti dan Ahmad Kautsar Riza Al Farros
Dokumentasi: Ikfina Musyahadah Azzahro
Editor: Budi Mulyana & Satriagasaa