Yogyakarta, 27 Oktober 2026 — Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Pelatihan dan Simulasi Evakuasi Kedaruratan pada Selasa (27/10) untuk meningkatkan kesiapsiagaan Tim Sustainability, Tim Keamanan, dan Petugas Cleaning Servise dalam menghadapi situasi darurat, khususnya kebakaran dan gempa bumi.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Kantor Administrasi Fakultas Kehutanan UGM, Siti Uswatun Hasanah, S.TP. Dalam sambutannya, beliau berpesan agar seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan baik dan cermat, sehingga materi yang disampaikan dapat dipahami dan diterapkan saat menghadapi kondisi darurat.
Pelatihan menghadirkan dua narasumber, yaitu Nunu Lutfi, S.T., M.Ec.Dev., selaku Ketua Tim Kerja Kedaruratan K5L UGM, dan Hendricus Sujatmiko, S.T., selaku Ketua Tim Kerja Keselamatan Infrastruktur dan Lingkungan K5L UGM.

Dalam pemaparannya, Nunu Lutfi, S.T., M.Ec.Dev. menekankan pentingnya kemampuan mengendalikan api sejak awal. Api yang masih kecil dapat berkembang menjadi kebakaran besar jika tidak segera ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, pelatihan dan simulasi secara berkala diperlukan agar setiap individu mampu merespons keadaan darurat dengan tenang dan sigap, sekaligus meminimalkan risiko korban dan kerugian material.
Nunu Lutfi, S.T., M.Ec.Dev. juga menekankan pentingnya keterampilan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Setiap peserta perlu memahami cara penggunaan APAR agar dapat melakukan tindakan awal saat menemukan api yang masih kecil dan dalam kondisi yang memungkinkan untuk ditangani dengan aman. Selain itu, APAR harus ditempatkan di lokasi yang mudah ditemukan dan dijangkau agar dapat digunakan dengan cepat saat dibutuhkan.
Materi kedua disampaikan oleh Hendricus Sujatmiko, S.T. mengenai kewaspadaan bencana dan manajemen tanggap darurat. Peserta mendapatkan materi tentang identifikasi dan pengendalian risiko, manajemen keselamatan kebakaran gedung, jalur evakuasi, titik kumpul, serta prosedur penyelamatan diri saat terjadi kebakaran maupun gempa bumi. Materi juga mencakup pentingnya sistem alarm, rambu evakuasi, kesiapan tim tanggap darurat, serta fasilitas pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

Setelah sesi materi, peserta mengikuti praktik pemadaman api menggunakan APAR di halaman parkir Fakultas Kehutanan UGM. Setiap peserta memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan penggunaan APAR secara langsung. Kegiatan ini bertujuan membekali peserta dengan keterampilan dasar dalam melakukan penanganan awal kebakaran secara tepat dan aman.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan simulasi evakuasi kebakaran dan gempa bumi di Lantai 2 Gedung IFFLC. Dalam pelaksanaannya, peserta didampingi oleh petugas Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) dari K5L UGM. Simulasi ini melatih peserta untuk merespons keadaan darurat, mengikuti prosedur evakuasi, serta menuju titik kumpul sesuai arahan.

Kegiatan ditutup oleh Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Ir. Dwiko Budi Permadi, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPU. Dalam penutupannya, beliau berharap pelatihan ini dapat membuat seluruh sivitas akademika lebih siap dan sigap apabila terjadi kejadian yang tidak terduga.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Kehutanan UGM berkomitmen untuk terus meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap risiko kedaruratan. Pelatihan dan simulasi secara berkala diharapkan dapat membentuk respons yang lebih terarah, mengurangi kepanikan, serta mendukung terciptanya lingkungan kampus yang aman dan tangguh dalam menghadapi bencana.
Penulis: Lutfi Roal Barkah
Dokumentasi : Andy K, Bima N
Editor : Budi Mulayana