• UGM
  • Academic Portal
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Fakultas Kehutanan
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Sambutan Dekan
    • Selayang Pandang
    • VISI MISI
    • Sejarah Fakultas
    • Pimpinan Fakultas
    • Pimpinan Departemen
    • Pimpinan Program Studi
    • Pimpinan Laboratorium
    • DOSEN
    • STAFF TENDIK
    • Laporan TAHUNAN Dekan
    • ALUMNI
  • Akademik
    • PROGRAM SARJANA
    • PROGRAM MAGISTER
    • PROGRAM DOKTOR
    • PROGRAM PROFESI
    • AKREDITASI PROGRAM STUDI
    • Double Degree
    • KALENDER AKADEMIK
  • KEMAHASISWAAN
    • KEMAHASISWAAN
    • LEM-DPM
      • Lembaga Eksekutif Mahasiswa
      • Dewan Perwakilan Mahasiswa
    • BSO
      • Mapala Silvagama
      • KSK
      • IFSA LC UGM
      • FSC
      • KMIK
      • KMKK BONITA
    • HMM
      • FORESTECH
      • HIMABA
      • FORESTATION
      • KMMH
    • PIONIR UGM
  • RISET & INOVASI
    • Publikasi Riset Dosen & Mahasiswa
    • HKI/PATEN/HAK CIPTA
    • Jurnal Ilmu Kehutanan
    • KERJASAMA
    • PUSAT KAJIAN
      • “SEBIJAK” INSTITUTE
      • SJB
      • PUSAT KAJIAN KEHUTANAN SOSIAL
    • KHDTK WANAGAMA
  • ADMISI
    • SARJANA KEHUTANAN
    • PROFESI INSINYUR KEHUTANAN
    • MAGISTER ILMU KEHUTANAN
    • DOKTOR ILMU KEHUTANAN
  • PENJAMINAN MUTU
  • Beranda
  • News
  • Dosen Fakultas Kehutanan UGM Perkuat Kompetensi Barantin dalam Pengawasan Kayu dan Biosekuriti Nasional

Dosen Fakultas Kehutanan UGM Perkuat Kompetensi Barantin dalam Pengawasan Kayu dan Biosekuriti Nasional

  • News, Rilis
  • 2 November 2026, 07.04
  • Oleh: andykurniawan
  • 0
Tangerang, 27 Oktober 2026 – Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada melalui Departemen Teknologi Hasil Hutan (THH) menunjukkan kontribusinya dalam mendukung sistem biosekuriti nasional. Dosen Departemen THH, Dr. Agr.Sc. Ir. Siti Hanifah Mahdiyanti, S.Hut., M.Agr.Sc., menjadi narasumber dalam kegiatan In House Training (IHT) yang diselenggarakan oleh Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Banten.Kegiatan yang mengangkat tema “Penguatan Pengawasan terhadap Kayu dan Olahan Kayu dalam Memperkuat Sistem Biosekuriti Nasional” tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 3 BKHIT Banten, Kompleks Perkantoran Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Kegiatan diikuti sekitar 30 pejabat fungsional Karantina Tumbuhan dari berbagai wilayah kerja Badan Karantina Indonesia (Barantin), termasuk Bandara Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok.

Sebagai lembaga yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden, Badan Karantina Indonesia (Barantin) memiliki peran penting dalam menjaga sumber daya alam hayati Indonesia dari ancaman Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), serta Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK). Dalam konteks tersebut, pengawasan terhadap kayu dan produk turunannya menjadi aspek penting karena berbagai organisme perusak kayu dapat terbawa melalui perdagangan nasional maupun internasional.

Dosen Fakultas Kehutanan UGM, Dr. Siti Hanifah, memberikan pelatihan pengawasan kayu dan biosekuriti nasional kepada petugas karantina di BKHIT Banten (Foto: BKHIT Banten)

Pada sesi pertama, Dr. Siti Hanifah menyampaikan materi mengenai struktur serta karakteristik fisik dan kimia kayu yang berkaitan dengan kerentanannya terhadap serangan organisme perusak kayu (OPK). Materi ini memberikan pemahaman dasar mengenai titik-titik kritis pada kayu yang perlu menjadi perhatian petugas karantina saat melakukan pemeriksaan, seperti keberadaan kulit kayu, kayu gubal, kadar air, retakan, hingga tingkat keawetan alami kayu.

Sesi berikutnya membahas analisis risiko masuknya OPTK melalui media pembawa kayu dan olahan kayu, mulai dari kayu bulat, kayu gergajian, kemasan kayu, hingga produk kayu jadi. Peserta diajak memahami bagaimana karakteristik kayu, kondisi pengangkutan, perlakuan fitosanitari, dan tujuan penggunaan komoditas dapat memengaruhi tingkat risiko masuk dan penyebaran organisme pengganggu.

Dosen Fakultas Kehutanan UGM, Dr. Siti Hanifah, memberikan pelatihan pengawasan kayu dan biosekuriti nasional kepada petugas karantina di BKHIT Banten (Foto: BKHIT Banten)

Berbeda dengan sesi pertama yang lebih bersifat konseptual, sesi kedua berkembang menjadi forum diskusi yang sangat interaktif. Para peserta berbagi berbagai pengalaman lapangan yang mereka hadapi dalam pemeriksaan komoditas kayu, mulai dari identifikasi tanda-tanda serangan organisme pengganggu, verifikasi kemasan kayu sesuai standar ISPM 15, hingga tantangan pemeriksaan komoditas dengan dokumen dan informasi yang terbatas.

Diskusi tersebut juga membuka ruang kolaborasi antara dunia akademik dan praktik karantina. Berbagai hasil penelitian di bidang teknologi hasil hutan dibahas sebagai referensi dalam memperkuat prosedur pemeriksaan di lapangan. Salah satu topik yang mendapat perhatian adalah pemanfaatan peralatan pendukung pemeriksaan, seperti lup untuk mengamati indikasi serangan serangga secara lebih rinci serta moisture meter untuk mengukur kadar air kayu secara cepat sebagai indikator risiko perkembangan jamur dan organisme perusak lainnya. Pengalaman praktis para petugas kemudian dipadukan dengan temuan-temuan ilmiah mengenai perilaku organisme perusak kayu, karakteristik kayu, dan efektivitas berbagai metode mitigasi risiko.

Menurut Dr. Siti Hanifah, interaksi semacam ini sangat penting karena memungkinkan terjadinya pertukaran pengetahuan yang saling memperkaya antara akademisi dan praktisi.

“Kolaborasi seperti ini penting agar ilmu pengetahuan yang kami kembangkan di kampus tidak berhenti pada tataran akademik, tetapi dapat diterapkan secara nyata untuk mendukung tugas pengawasan dan perlindungan sumber daya hayati Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah dalam menghadapi tantangan biosekuriti yang semakin kompleks. Melalui pertukaran pengetahuan antara peneliti dan petugas karantina di lapangan, upaya pencegahan masuknya organisme pengganggu tumbuhan melalui perdagangan kayu dapat terus diperkuat, sekaligus mendukung perlindungan hutan dan sumber daya alam hayati Indonesia.

 

Penulis: Siti Hanifah Mahdiyanti

Dokumentasi: Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Banten

Editor: Satriagasa

 

Tags: SDG 15 Ekosistem Daratan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 4 Pendidikan Berkualitas SDG 9 Industri Inovasi dan Infrastruktur SDG12 Konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS KEHUTANAN
Universitas Gadjah Mada
Jl. Agro No. 1 Bulaksumur Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 512102, 6491420 Fax. (0274) 550541
Email: fkt@ugm.ac.id

UNIVERSITY ADMISSION

  • SNMPTN
  • SBMPTN
  • PBUTM
  • UTUL

DEPARTMENT

  • Forest Management
  • Forest Product Technology
  • Silviculture
  • Forest Resource Conservation

Informasi Publik

  • Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

© FKT - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju