Pengurus Cabang Sylva Indonesia Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Lokakarya Sylva Indonesia (LSI) 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada. Lokakarya tersebut berlangsung selama 4 hari (12-15 Januari 2026) yang diisi dengan berbagai kegiatan seperti Studium General, Lokakarya, dan kunjungan lapangan ke Wanagama.

Fedora Fiqri (ketua panitia penyelenggara LSI 2026) melaporkan bahwa acara LSI 2026 dihadiri oleh 156 peserta yang berasal dari 29 Pengurus Cabang Sylva Indonesia. Lebih lanjut, Wahyu Agung (Sekretaris Jenderal Sylva Indonesia) menyampaikan bahwa Sylva Indonesia pada akhir Januari 2026 akan berusia 67 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, Sylva Indonesia telah berdiri di 57 Perguruan Tinggi dan akan bertambah 15 Pengurus Sylva Indonesia baru yang akan bergabung.

Acara LSI 2026 ini telah dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Ir. Sigit Sunarta, S.Hut., MP., M.Sc., Ph.D., IPU, dengan memukul gong secara simbolis. Dalam sambutannya, Sigit Sunarta menyampaikan bahwa pelaksanaan LSI 2026 ini diharapkan akan memberikan dampak nyata melalui serangkaian kegiatan yang menghadirkan para akademisi, praktisi, dan birokrat. Lebih lanjut, Dekan Fakultas Kehutanan UGM juga menyampaikan kepada para peserta LSI 2026 untuk berdiskusi secara kritis dan berkolaborasi untuk kemajuan kehutanan Indonesia.

Dalam sesi acara Studium General, Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH), Ir. Dyah Murtiningsih, M.Hum, menyampaikan materi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai untuk Mitigasi Bencana dan Mendukung Ketahanan Pangan, Energi, dan Air. Dalam paparannya, Dyah Murtiningsih menjelaskan pentingnya pengelolaan daerah aliran sungai untuk mitigasi bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi di Indonesia. Selain itu, kegiatan rehabilitasi hutan juga akan mendukung dalam program ketahanan pangan, energi, dan air.
Penulis: Budi Mulyana