
Yogyakarta – Dosen-dosen di Departemen Manajemen Hutan Fakultas Kehutanan UGM menyelenggarakan kegiatan pelepasan mahasiswa peserta Praktik Minat Manajemen Hutan atau biasa dikenal dengan Praktik Perencanaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) pada hari Jumat, 10 April 2027, bertempat di selasar Gedung IFFLC Fakultas Kehutanan UGM. Kegiatan ini dipimpin Ketua Praktik Minat Manajemen Hutan tahun 2026, Ir. Ratih Madya Septiana, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM dan dilepas oleh Ir. Dwiko Budi Permadi, S.Hut., M.Sc. Ph.D., IPU, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan. Pelepasan Praktik Rehabilitasi Hutan dan Lahan ini diikuti oleh 115 mahasiswa, dosen pembimbing lapangan dan panitia lainnya.
Praktik Minat Manajemen Hutan mengenalkan mahasiswa dengan metode Capability, Availability, Suitability, Manageability (CASM) dalam merancang rehabilitasi hutan dan lahan. CASM adalah metode berbasis pendekatan system yang mengintegrasikan aspek biofisik, sosial dan ekonomi dalam proses perencanaan rehabilitasi hutan dan lahan. Pelaksanaan praktik dilaksanakan selama 1 semester dan kegiatan pengambilan data di lapangan akan berlangsung selama dua minggu dengan lokasi kegiatan di Kabupaten Kendal dan Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kehutanan menekankan pentingnya aspek keselamatan dan kesehatan kerja selama pelaksanaan kegiatan praktik. Selain itu, mahasiswa diharapkan senantiasa menjaga sikap, etika, serta nama baik universitas selama berada di lokasi kegiatan. Lebih lanjut disampaikan bahwa praktik Rehabilitasi Hutan dan Lahan merupakan bagian integral dari proses pembelajaran di Fakultas Kehutanan yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam aspek perencanaan dan implementasi kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan secara langsung di lapangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa memperoleh pengalaman praktis yang komprehensif serta mampu mengintegrasikan pengetahuan teoritis dengan kondisi nyata di lapangan, sehingga dapat meningkatkan kesiapan dalam menghadapi tantangan pengelolaan hutan dan lahan secara berkelanjutan, khususnya dalam merencanakan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan.
Penulis: Budi Mulyana