
Adapun kriteria penerima DASSA Scholarship Batch 2 meliputi mahasiswa yang berprestasi dan aktif di bidang lingkungan, berasal dari latar belakang ekonomi kurang beruntung, serta memiliki semangat dan kepedulian terhadap isu kehutanan dan perubahan iklim. Mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM yang memenuhi kriteria tersebut dapat mendaftarkan diri melalui tautan berikut: bit.ly/DASSAscholarshipBatch2. Pendaftaran beasiswa dibuka hingga 19 Oktober
Yogyakarta (9/10) — Dua puluh lima tahun perjalanan menjadi momen istimewa bagi para alumni Rimbawan 2001 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (FKT UGM) untuk kembali merajut kebersamaan, mengenang perjalanan, sekaligus meneguhkan komitmen terhadap kelestarian hutan. Mengusung tema “Mulat Maring Akar Guyub Ing Kenangan”, rangkaian Reuni Perak Rimbawan 2001 UGM diwarnai dengan kegiatan penanaman pohon pada Jumat, 9 Oktober 2026 di Arboretum Fakultas Kehutanan UGM. Kegiatan yang dihadiri Dekan Fakultas Kehutanan Ir. Dwiko Budi Permadi, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPU beserta Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kerja Sama, Prof. Ir. Widiyatno, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM. dan Alumni Rimbawan 2001. Hal ini merupakan wujud kepedulian terhadap lingkungan dan kontribusi nyata bagi keberlanjutan alam.






Ternate, 28 September 2026 – Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Kick Off Kegiatan Inventarisasi Ekosistem Mangrove dan Penyusunan Fungsi Ekosistem Mangrove dalam Kesatuan Lanskap Mangrove (KLM) di Provinsi Maluku Utara. Kegiatan yang dilaksanakan di Bela Hotel Ternate ini menjadi langkah awal dalam pelaksanaan inventarisasi dan penyusunan fungsi ekosistem mangrove sebagai bagian dari upaya mendukung pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan di Maluku Utara.Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Pelaksanaannya melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, unit pelaksana teknis, perguruan tinggi, hingga tim ahli dan enumerator. Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi sekaligus memastikan proses inventarisasi mampu menangkap kondisi ekosistem mangrove secara komprehensif.
