Lampung, 2 Februari 2025 – Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan Sosialisasi Pendampingan Model Pengelolaan Perhutanan Sosial Berkelanjutan melalui Agroforestri Arang di Kabupaten Tulang Bawang dan KPH Gedong Wani, Provinsi Lampung sebagai bagian dari kegiatan kerjasama dengan PT Kendi Arindo. Sosialisasi ini berlangsung pada tanggal 1 – 2 Februari 2025 dan diikuti oleh berbagai Kelompok Tani Hutan (KTH) dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) setempat.

Tim peneliti dari Fakultas Kehutanan UGM yang hadir dalam kegiatan ini antara lain Dr. Ir. Nunuk Supriyatno, M.Sc. Forest Trop., Djoko Soeprijadi, S.Hut., M.Cs., Dr. Eko Bhakti Hardiyanto, dan beberapa orang asisten peneliti. Kegiatan ini melibatkan sekitar 15 orang dari Kelompok Wono Lestari yang terdiri dari pengurus KTH dan KUPS, 35 orang dari Kelompok Rimbe Pasmah, dan 50 orang dari Kelompok Tri Tunggal Jaya.

Agenda utama kegiatan ini adalah sosialisasi konsep agroforestri berbasis kayu arang yang dikombinasikan dengan budidaya singkong melati dan cabai jamu. Konsep ini diperkenalkan sebagai solusi bagi petani dalam memanfaatkan lahan perhutanan sosial secara berkelanjutan dengan tetap memberikan nilai ekonomi yang tinggi.

Tim UGM memperkenalkan Cemara sebagai tanaman kehutanan yang tidak hanya berfungsi sebagai bahan baku pembuatan arang, tetapi juga memiliki manfaat ekologis, seperti perbaikan struktur tanah dan konservasi lahan. Selain itu, petani diberikan penyuluhan terkait teknik budidaya singkong melati dan cabai jamu di bawah tegakan pohon. Kedua tanaman ini memiliki nilai jual tinggi dengan jaminan pasar yang sudah tersedia, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani tanpa merusak ekosistem hutan.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengembangkan perhutanan sosial yang berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan aspek ekologi dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Penulis: Eliya Wihardini
Dokumentasi: Tim Peneliti