• UGM
  • Academic Portal
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Fakultas Kehutanan
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Sambutan Dekan
    • Selayang Pandang
    • VISI MISI
    • Sejarah Fakultas
    • Pimpinan Fakultas
    • Pimpinan Departemen
    • Pimpinan Program Studi
    • Pimpinan Laboratorium
    • DOSEN
    • STAFF TENDIK
    • Laporan TAHUNAN Dekan
    • ALUMNI
  • Akademik
    • PROGRAM SARJANA
    • PROGRAM MAGISTER
    • PROGRAM DOKTOR
    • PROGRAM PROFESI
    • AKREDITASI PROGRAM STUDI
    • Double Degree
    • KALENDER AKADEMIK
  • KEMAHASISWAAN
    • KEMAHASISWAAN
    • LEM-DPM
      • Lembaga Eksekutif Mahasiswa
      • Dewan Perwakilan Mahasiswa
    • BSO
      • Mapala Silvagama
      • KSK
      • IFSA LC UGM
      • FSC
      • KMIK
      • KMKK BONITA
    • HMM
      • FORESTECH
      • HIMABA
      • FORESTATION
      • KMMH
    • PIONIR UGM
  • RISET & INOVASI
    • Publikasi Riset Dosen & Mahasiswa
    • HKI/PATEN/HAK CIPTA
    • Jurnal Ilmu Kehutanan
    • KERJASAMA
    • PUSAT KAJIAN
      • “SEBIJAK” INSTITUTE
      • SJB
    • KHDTK WANAGAMA
  • PENERIMAAN MAHASISWA
    • SARJANA KEHUTANAN
    • PROFESI INSINYUR KEHUTANAN
    • MAGISTER ILMU KEHUTANAN
    • DOKTOR ILMU KEHUTANAN
  • Beranda
  • News
  • Kuliah Umum Konservasi Monyet Ekor Panjang Dorong Kolaborasi dan Minat Riset Mahasiswa di UGM

Kuliah Umum Konservasi Monyet Ekor Panjang Dorong Kolaborasi dan Minat Riset Mahasiswa di UGM

  • News, Rilis
  • 11 May 2026, 07.32
  • Oleh: andykurniawan
  • 0

Yogyakarta — Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) melalui Divisi Resiliensi Habitat dalam Program Konservasi Macaca menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Konservasi Monyet Ekor Panjang: Mitigasi Interaksi Negatif dan Peluang Penelitian” pada Rabu, 6 Mei 2026 di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat akademik sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam konservasi satwa liar, khususnya monyet ekor panjang (Macaca fascicularis).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB ini dihadiri sekitar 93 peserta secara luring. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari dosen dan mahasiswa lintas program studi seperti Konservasi Sumber Daya Hutan, Biologi, Sosiologi, Antropologi, Ilmu Komunikasi, hingga Kedokteran Hewan. Selain civitas akademika UGM, hadir pula perwakilan instansi pemerintah seperti Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Balai Taman Nasional Gunung Merapi, serta sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang konservasi.

Rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta, doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan, dan sesi foto bersama. Sambutan dari Fakultas Kehutanan UGM disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Ir. Dwiko Budi Permadi, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPU. Kegiatan kemudian dipandu oleh moderator Dr. Mochamad Danang Anggoro, S.Si., M.Si.
Selanjutnya, narasumber dari YIARI, Ismail Agung Rusmadipraja, menyampaikan materi mengenai konservasi monyet ekor panjang, tantangan interaksi negatif antara manusia dan satwa liar, peran media sosial dalam membentuk persepsi masyarakat, serta peluang penelitian yang dapat dikembangkan oleh mahasiswa dan akademisi. Sementara itu, Elisabet R.R.B. Hutabarat memaparkan sosialisasi buku panduan mitigasi interaksi negatif manusia dan monyet ekor panjang di wilayah urban.
Diskusi dan sesi tanya jawab berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Berbagai pertanyaan dan pandangan mengenai konflik manusia dan satwa liar menjadi pembahasan menarik dalam forum tersebut. Setelah sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan pengisian survei, pemberian piagam penghargaan kepada narasumber, penutupan acara, administrasi e-sertifikat, serta makan siang bersama.
Selain menjadi forum berbagi ilmu dan pengalaman, kegiatan ini juga menjadi sarana diseminasi buku panduan mitigasi interaksi negatif antara manusia dan monyet ekor panjang yang telah disusun YIARI berdasarkan pengalaman lapangan selama bertahun-tahun. Buku panduan tersebut diharapkan dapat menjadi acuan praktis bagi para pemangku kepentingan dalam menangani konflik manusia dan satwa secara tepat, ilmiah, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, YIARI berharap dapat meningkatkan pemahaman peserta terhadap pentingnya konservasi primata, mendorong minat penelitian di kalangan mahasiswa, serta memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, dan organisasi non-pemerintah dalam mendukung upaya pelestarian monyet ekor panjang di Indonesia.

 

Penulis: Dani L, Mapala Silvagama Fakultas Kehutanan UGM
Dokumentasi: Mapala Silvagama Fakultas Kehutanan UGM

Tags: SDG 11 Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan SDG 15 Ekosistem Daratan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 4 Pendidikan Berkualitas

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS KEHUTANAN
Universitas Gadjah Mada
Jl. Agro No. 1 Bulaksumur Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 512102, 6491420 Fax. (0274) 550541
Email: fkt@ugm.ac.id

UNIVERSITY ADMISSION

  • SNMPTN
  • SBMPTN
  • PBUTM
  • UTUL

DEPARTMENT

  • Forest Management
  • Forest Product Technology
  • Silviculture
  • Forest Resource Conservation

Informasi Publik

  • Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

© FKT - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju