Yogyakarta – Sebanyak 314 mahasiswa baru Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi memulai perjalanan akademiknya melalui kegiatan PIONIR Pelestari 2026 yang diselenggarakan pada 5–6 Agustus 2026. Mengusung tema “Rimbawan Kolaboratif, Transformasi Hutan Lestari”. Tema tersebut selaras dengan tagline Pionir Pelestari 2026 dalam mencetak The Future Green Leaders and Forestry Engineers, yaitu lulusan yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan rekayasa kehutanan, tetapi juga memiliki kepemimpinan, integritas, serta kepedulian terhadap kelestarian hutan dan lingkungan. Kegiatan ini menjadi gerbang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan akademik sekaligus menanamkan nilai-nilai dasar sebagai calon rimbawan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Hari pertama PIONIR Pelestari diawali dengan Opening Ceremony sebagai simbol penyambutan resmi mahasiswa baru ke dalam keluarga besar Fakultas Kehutanan UGM. Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Ir. Sigit Sunarta, S.Hut., M.P., M.Sc., Ph.D., IPU., yang secara simbolis menyematkan Topi Rimbawan dan name tag kepada perwakilan mahasiswa baru. Penyematan tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan mereka sebagai bagian dari komunitas akademik yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian hutan dan lingkungan.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Gugus PIONIR Pelestari 2026, Ir. Hermudananto, S.Hut., M.Sc., IPM., menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan. Tahun ini, PIONIR Pelestari diikuti oleh 314 mahasiswa baru, terdiri atas 143 mahasiswa laki-laki dan 171 mahasiswa perempuan, yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Keberagaman latar belakang tersebut menjadi modal penting dalam membangun lingkungan belajar yang inklusif sekaligus memperkaya perspektif dalam pengelolaan sumber daya hutan di masa depan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Talk Show Pengenalan Fakultas yang disampaikan oleh Ir. Fanny Hidayati, S.Hut., M.Sc., Ph.D. Pada sesi ini, mahasiswa baru diajak untuk memahami sejarah berdirinya Fakultas Kehutanan UGM, nilai-nilai yang menjadi identitas fakultas, visi dan misi institusi, serta tata perilaku mahasiswa yang menjadi pedoman selama menjalani kehidupan akademik. Materi tersebut diharapkan mampu membangun rasa memiliki terhadap almamater sekaligus memberikan bekal awal untuk beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi.

Selanjutnya, mahasiswa mengikuti Talk Show Kebijakan, Peran, dan Tanggung Jawab Rimbawan yang disampaikan oleh Teguh Yuwono, S.Hut., M.Sc. Melalui sesi ini, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai peran strategis seorang rimbawan dalam menghadapi tantangan perubahan lingkungan, menjaga kelestarian hutan, serta berkontribusi dalam pembangunan kehutanan yang berkelanjutan. Diskusi ini sekaligus mengajak mahasiswa untuk memandang profesi rimbawan sebagai agen perubahan yang mampu menjawab berbagai persoalan lingkungan di masa depan.

Sebagai bagian dari proses adaptasi di lingkungan kampus, mahasiswa baru juga mengikuti kegiatan Tour the Faculty. Mereka diajak mengunjungi berbagai gedung dan fasilitas yang dimiliki Fakultas Kehutanan UGM sekaligus mengenal berbagai lembaga kemahasiswaan, organisasi, dan Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKM-F). Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami berbagai peluang pengembangan minat, bakat, kepemimpinan, serta memperluas jejaring selama menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan UGM.
Pengenalan Dosen Pembimbing Akademik (DPA) juga menjadi salah satu agenda penting pada hari pertama PIONIR Pelestari. Sesi ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa baru untuk bertemu secara langsung dengan dosen pembimbing akademiknya sekaligus membangun komunikasi awal yang akan menjadi fondasi pendampingan selama menjalani proses studi di Fakultas Kehutanan UGM.
Suasana kebersamaan semakin terasa ketika rangkaian kegiatan hari pertama ditutup dengan Karya Wanantara. Dalam kegiatan ini, mahasiswa baru bekerja sama dalam kelompok untuk menghasilkan karya kreatif sebagai media untuk membangun komunikasi, memperkuat kerja sama, sekaligus menumbuhkan semangat kolaborasi sejak awal masa perkuliahan. Aktivitas tersebut menjadi penutup yang mencerminkan semangat PIONIR Pelestari 2026, yakni membentuk generasi rimbawan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu bekerja sama, berinovasi, dan berkontribusi bagi pengelolaan hutan yang lestari.
Penulis: Tim Humas Pionir Pelestari 2026
Editor: Budi Mulyana