
Yogyakarta – Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menyelenggarakan acara Tasyakuran dan Pelepasan Wisudawan/Wisudawati Program Studi Sarjana Kehutanan Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 pada Rabu, 19 Agustus 2026, pukul 13.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung secara luring di Selasar Gedung IFFLC Fakultas Kehutanan UGM ini dihadiri oleh para wisudawan/wisudawati beserta pendamping, dosen, dan tenaga kependidikan dalam suasana penuh rasa syukur dan kebanggaan.
Ketua Program Studi S1 Kehutanan, Ir. Fanny Hidayati, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM., menyampaikan data statistik wisudawan pada periode ini. Sebanyak 117 lulusan mengikuti prosesi pelepasan dengan rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,58, meningkat dari periode sebelumnya yang sebesar 3,48. IPK tertinggi diraih oleh Yuda Vatra Erlangga, S.Hut. dengan IPK 3,94. Rata-rata lama studi mencapai 4 tahun 1 bulan, sedangkan lama studi tercepat diraih Nabila Deya Kurniadi, S.Hut. selama 3 tahun 9 bulan 14 hari. Pada kesempatan tersebut, turut diberikan penghargaan kepada lulusan terbaik dari masing-masing departemen, yaitu Linda Yanti, S.Hut. (Silvikultur), Leonita Putri Gylaldien, S.Hut. (Teknologi Hasil Hutan), Shafaa Yuwana Nur Hapsari, S.Hut. (Konservasi Sumberdaya Hutan), dan Yuda Vatra Erlangga, S.Hut. (Manajemen Hutan).

Perwakilan wisudawan, Yuda Vatra Erlangga, S.Hut., menyampaikan terima kasih kepada seluruh civitas akademika Fakultas Kehutanan UGM dan orang tua yang telah memberikan dukungan selama proses perjuangan hingga para wisudawan dapat menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, perjuangan tidak berhenti setelah wisuda karena masih terdapat berbagai tantangan yang akan dihadapi ke depan. Namun, setiap orang memiliki waktu dan jalan masing-masing sehingga tidak perlu merasa khawatir dalam menjalani proses tersebut. Ia berharap para wisudawan tetap menjaga korsa Rimbawan, terus menjalin kebersamaan, dan tidak berhenti untuk belajar. Selain itu, ia mengajak para wisudawan untuk tetap peduli serta memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kehutanan UGM menyampaikan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal bagi para lulusan untuk menjadi insan kehutanan yang sesungguhnya. Ilmu yang diperoleh selama pendidikan diharapkan dapat menjadi bekal dalam menghadapi berbagai kebutuhan dan tantangan di bidang kehutanan. Para lulusan juga didorong untuk menjadi problem solver, inovator, entrepreneur, dan pemimpin yang mampu membawa perubahan. “Dunia saat ini membutuhkan Rimbawan yang tidak hanya memahami hutan, tetapi juga mampu memimpin perubahan,” tuturnya.

Sambutan perwakilan orang tua wisudawan disampaikan oleh Dr. Ir. Mahfudz, M.P. selaku wali dari salah satu wisudawati, Vera Rachmatania Rosa, sekaligus Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh civitas akademika Fakultas Kehutanan UGM yang telah mendampingi dan membekali para mahasiswa selama menempuh pendidikan. Ia menyampaikan bahwa para orang tua patut berbangga karena anak-anak mereka kini akan menjadi Rimbawan yang diharapkan mampu menjaga kelestarian hutan dan lingkungan. Ke depan, hutan akan memiliki potensi besar sebagai sumber daya yang perlu dikelola secara bijaksana. Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Kehutanan terus memperkuat tata kelola dan sumber daya manusia kehutanan. Menutup sambutannya, Dr. Ir. Mahfudz, M.P. mengajak para wisudawan untuk menjunjung tinggi integritas, menjaga nama baik profesi Rimbawan, serta membawa nama baik almamater Fakultas Kehutanan UGM di mana pun berada.

Acara pelepasan ditutup dengan menyanyikan Mars Rimbawan dan sesi foto bersama. Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, sebanyak 117 lulusan resmi menyelesaikan perjalanan akademiknya di Fakultas Kehutanan UGM. Bekal ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai Rimbawan diharapkan menjadi landasan bagi para lulusan untuk terus berkontribusi dalam menjaga hutan dan lingkungan serta memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Dokumentasi : Humas FKT