GUNUNGKIDUL – Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) sukses menyelenggarakan kegiatan Gowes Blusukan Wanagama #5 (GBW 5) pada Minggu, 11 Oktober 2026. Berpusat di Museum Kayu KHDTK Wanagama I, Gunungkidul, ajang olahraga tahunan ini digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-63 Fakultas Kehutanan UGM.

Sebanyak 160 peserta yang terdiri dari civitas akademika Fakultas Kehutanan UGM, civitas akademika UGM, serta berbagai komunitas sepeda di Daerah Istimewa Yogyakarta antusias memadati garis start sejak pagi hari. Acara ini juga dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Gunungkidul, Bapak Supriyanto, yang hadir memberikan sambutan resmi mewakili Bupati Gunungkidul.
Mengusung tema “Jelajah Hutan Lestari Desa Asri”, GBW 5 dirancang bukan sekadar ajang bersepeda biasa, melainkan sebagai sarana edukasi lingkungan berbasis olahraga (eco-sports). Melalui konsep ini, para peserta diajak untuk menyaksikan dan memahami secara langsung praktik pengelolaan hutan Wanagama yang berkelanjutan (sustainable forestry). Tidak hanya itu, peserta juga berkesempatan melihat bagaimana kehidupan sosial-ekonomi masyarakat desa sekitar dapat berjalan selaras, harmonis, dan menyatu dengan kelestarian alam setempat.

Dalam kegiatannya, para pesepeda ditantang menempuh rute sepanjang 31 kilometer yang dirancang untuk menguji ketahanan fisik sekaligus keterampilan teknis (endurance and technical skills) para peserta. Sepanjang perjalanan, para pesepeda dimanjakan oleh hembusan udara segar serta lanskap panorama yang menawan, mulai dari rimbunnya tegakan pohon jati (teak stands), kawasan kayu putih yang harum, cantiknya Embung Wanagama, hingga sesekali melintasi jalur yang berbatasan langsung dengan aliran sungai. Keindahan alam yang disuguhkan ini memberikan suasana dan nuansa healing tersendiri di tengah tantangan rute yang cukup memacu adrenalin.

Untuk memastikan keselamatan dan kondisi fisik peserta tetap optimal selama acara berlangsung, panitia bekerja sama dengan Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM. Selain menyediakan stand pemeriksaan kesehatan gratis di area finish, panitia juga menempatkan tim medis mobile serta tim sweeper yang bersiaga di sepanjang lintasan. Penyiapan fasilitas ini bertujuan untuk memberikan respons cepat apabila terdapat peserta yang mengalami kram otot, kelelahan, maupun kendala teknis pada sepeda mereka saat melintasi rute.

Kemeriahan acara ditutup dengan suasana keakraban di area panggung utama Museum Kayu Wanagama. Usai menaklukkan rute bersepeda, para peserta disuguhkan ragam hidangan kuliner tradisional khas pedesaan sambil bersantai dan beramah tamah (guyub). Momen hangat ini diwarnai interaksi yang sangat akrab antar-komunitas sepeda, yang mencerminkan kuatnya semangat persaudaraan sesama pecinta olahraga gowes. Acara semakin meriah dengan pembagian doorprize berupa 3 unit sepeda sebagai hadiah utama, perlengkapan bersepeda, peralatan rumah tangga, serta puluhan hadiah hiburan lainnya yang sukses mempertahankan antusiasme seluruh peserta hingga penghujung kegiatan.
Penulis: Zulva
Editor : Budi Mulyana
Dokumentasi: Tim Dokumentasi GBW