YOGYAKARTA – Mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui ajang National Business Plan Competition dalam rangkaian Olimpiade Mahasiswa Kehutanan Indonesia (OMKI) 2026 yang diselenggarakan di IPB University. Tim yang terdiri atas Aditya Prayoga Setiawan dan Muhammad Abdurrahman Atstsani dari Minat Studi Manajemen Hutan serta Nafi’a Febia Rahma dari Minat Studi Konservasi Sumber Daya Hutan berhasil meraih Juara I dalam kompetisi tersebut. Dalam pencapaiannya, tim mendapatkan bimbingan dari Dr. Ir. Rhomi Ardiansyah, S.Hut., M.Si.

Aditya Prayoga Setiawan, Nafi’a Febia Rahma, Muhammad Abdurrahman A. (Angkatan 2024)
Olimpiade Mahasiswa Kehutanan Indonesia (OMKI) merupakan ajang kompetisi tingkat nasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai fakultas kehutanan di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, kreativitas, serta kemampuan dalam bidang kehutanan melalui berbagai cabang perlombaan. Salah satu kompetisi yang diselenggarakan adalah National Business Plan Competition, yang mendorong mahasiswa untuk mengembangkan gagasan kreatif dan inovatif menjadi sebuah perencanaan bisnis. Melalui kompetisi ini, mahasiswa ditantang untuk menghadirkan konsep usaha yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan serta potensi sumber daya kehutanan.
Gagasan tim UGM diwujudkan melalui SANUSA, sebuah inovasi bertajuk Strategi Pengembangan Bisnis HHBK Berbasis Jasa Lingkungan dan Kearifan Lokal untuk Ekonomi Kehutanan Berkelanjutan di Taman Nasional. Inovasi ini mengangkat potensi hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang dipadukan dengan pemanfaatan jasa lingkungan dan kearifan lokal sebagai landasan pengembangan bisnis kehutanan yang berkelanjutan. Melalui pendekatan tersebut, SANUSA berupaya mendorong optimalisasi potensi sumber daya hutan tanpa mengesampingkan prinsip-prinsip konservasi. Pengintegrasian potensi HHBK, jasa lingkungan, dan pengetahuan lokal masyarakat diharapkan dapat membuka peluang ekonomi sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat di sekitar kawasan taman nasional untuk berperan dalam pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Dengan demikian, inovasi ini menawarkan pendekatan pengembangan ekonomi kehutanan yang tidak hanya berorientasi pada nilai ekonomi, tetapi juga memperhatikan keseimbangan aspek sosial dan lingkungan.
Pencapaian tersebut tentu tidak terlepas dari proses persiapan, kerja sama, dan komitmen seluruh anggota tim dalam mengembangkan gagasan yang diusung. Kolaborasi antara mahasiswa dari berbagai minat studi di Program Sarjana Kehutanan juga menjadi bagian penting dalam proses penyusunan rencana bisnis SANUSA. Selain itu, bimbingan dari Dr. Ir. Rhomi Ardiansyah, S.Hut., M.Si. memberikan dukungan bagi tim dalam mengembangkan dan menyempurnakan gagasan yang dipersiapkan untuk kompetisi. Melalui proses tersebut, tim tidak hanya memperoleh pengalaman dalam menyusun perencanaan bisnis, tetapi juga kesempatan untuk mengasah kemampuan bekerja sama, berpikir kritis, dan menyampaikan gagasan secara kompetitif di tingkat nasional.
Raihan Juara I dalam National Business Plan Competition OMKI 2026 menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM untuk terus mengembangkan potensi dan berinovasi. Melalui SANUSA, tim berharap pengembangan bisnis berbasis hasil hutan bukan kayu, jasa lingkungan, dan kearifan lokal dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendorong ekonomi kehutanan yang berkelanjutan, khususnya di kawasan taman nasional. Lebih dari sekadar prestasi kompetisi, inovasi ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam mencari pendekatan pengelolaan hutan yang mampu menyelaraskan kepentingan ekonomi masyarakat dengan upaya pelestarian lingkungan.
Penulis: Aditya Prayoga Setiawan
Editor: Budi Mulyana