Kalimantan Barat, 18–23 Mei 2026, Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada mengirimkan 11 delegasi, diantaranya Haffiyan Aji Nugroho selaku ketua LEM FKT UGM dibersamai oleh Fedora Rifqi Rahmadhan selaku Inspektorat Jenderal LEM FKT UGM dan beberapa anggota lain yang turut berpartisipasi dalam Konferensi Nasional Sylva Indonesia (KNSI) 2026 yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Sylva Indonesia di Universitas Tanjungpura, Kalimantan Barat.
Dengan mengusung tema “Regenerasi Kepeminpinan Sylva Indonesia sebagai Katalisator Konservasi dan Tata Kelola Kehutanan Berkelanjutan” kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan forum kolaboratif untuk berbagi wawasan dan merancang masa depan kehutanan Indonesia. Rangkaian kegiatan KNSI 2026 berlangsung selama 6 hari yakni pada hari Senin, 18 Mei – Sabtu, 23 Mei 2026.
Pada hari pertama kegiatan berlangsung di Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura yang mencakup berbagai kegiatan, antara lain sambutan-sambutan yang disampaikan oleh Gubernur Kalimantan Barat (Bapak Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H.), Keynote Speech yang disampaikan oleh Wakil Menteri Kehutanan Republik Indonesia (Bapak Rohmat Marzuki, S.Hut). Dalam paparan Wakil Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Bapak Rohmat Marzuki, S.Hut, disampaikan mengenai beberapa capaian yang telah dilakukan oleh Kementerian Kehutanan, di antaranya sistem digitalisasi e-ticket yang ditetapkan pada kawasan konservasi dan skema perhutanan sosial, serta disampaikan pula strategi ke depannya sebagai upaya pelestarian hutan berupa penambahan jumlah polisi hutan untuk fungsi pengawasan hutan di tingkat tapak. Pada sesi berikutnya Simposium, pembicara lainnya disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kehutanan (Bapak Dr. Ir. Mahfudz, M.P.)
Salah satu delegasi dari Fakultas Kehutanan UGM, Haffiyan Aji Nugroho, menyampaikan garis besar terhadap kegiatan ini:
“Kegiatan ini membahas peran stakeholder di bidang kehutanan. Dalam KNSI XXI 2026 ini mengambil banyak tema terkait peran multi-stakeholder dalam sektor kehutanan. Sesi simposium diisi oleh pembicara dari berbagai sudut pandang, dari segi pemerintah (Bapak Rohmat Marzuki, S.Hut selaku Wakil Menteri Kehutanan Republik Indonesia), dari sisi NGO (Irfan Bakhtiar, S.Hut., M.Si selaku Co-Director at Multi-stakeholder Forestry Program), dari segi korporasi (Dr. Dian Novarina selaku Deputy Director Stakeholder Engagement, Sustainability of April Group) kemudian dari segi Akademisi (Prof. Dr. Ir. H. Gusti Hardiansyah, M.Sc., QAM., IPU selaku Guru Besar Fakultas Kehutanan UNTAN) serta dari segi Pengusaha (Arief Hilman, S.Hut., M.M. C.HRM selaku Direktur Utama PT. Rinjani Parahita Nusantara)”

Kehadiran delegasi dari Fakultas Kehutanan UGM diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam partisipasinya pada diskusi strategis serta membangun kolaborasi multi-stakeholder dalam mengaplikasikan wawasan secara nyata untuk memperkuat peran mahasiswa dalam pelestarian hutan di Indonesia.
Lanjut pada malam hari, seluruh delegasi mengikuti kegiatan ramah tamah yang diselenggarakan di Camp Arboretum Sylva Universitas Tanjungpura. Kegiatan ini menjadi sarana silahturahmi dan penguatan solidaritas antarmahasiswa kehutanan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, sekaligus mempererat hubungan antardelegasi dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan.
Pelaksanaan hari kedua diawali dengan proses penentuan pimpinan sidang I, II, dan III sebagai bagian dari mekanisme persidangan Konferensi Nasional Sylva Indonesia XXI 2026. Penetapan pimpinan sidang dilakukan secara musyawarah bersama seluruh delegasi mahasiswa kehutanan yang hadir dalam forum konferensi nasional.
Setelah pimpinan sidang ditetapkan, agenda persidangan nasional resmi dimulai. Persidangan menjadi forum strategis dalam membahas arah gerak organisasi, penyampaian aspirasi, evaluasi program kerja, serta berbagai isu strategis yang berkaitan dengan keberlanjutan organisasi Sylva Indonesia dan sektor kehutanan nasional.
Sebanyak 11 mahasiswa delegasi UGM turut mengikuti jalannya persidangan secara aktif bersama delegasi mahasiswa kehutanan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Partisipasi tersebut menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mendukung penguatan organisasi mahasiswa kehutanan di tingkat nasional serta menjaga semangat kolaborasi antargenerasi rimbawan muda Indonesia.
Pada malam harinya, seluruh delegasi melaksanakan kegiatan nonton bareng film dokumenter Pesta Babi. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan pembelajaran mengenai isu sosial, budaya, dan lingkungan yang berkaitan dengan masyarakat adat dan kawasan hutan. Selain sebagai sarana edukasi, kegiatan tersebut juga mempererat kebersamaan antardelegasi dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan.
Rangkaian kegiatan pada hari ketiga difokuskan pada agenda persidangan nasional yang berlangsung di Aula Gedung Graha Dekopinwil Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan persidangan berlangsung secara intensif dengan melibatkan seluruh delegasi mahasiswa kehutanan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Pada hari ketiga, agenda persidangan menitikberatkan pada pelaksanaan Sidang Pleno II yang membahas laporan pertanggungjawaban forum regional, laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat Sylva Indonesia (PPSI), serta laporan aktivitas Dewan Perwakilan Sylva Indonesia (DPSI). Seluruh laporan dipaparkan, dibahas, dan ditetapkan secara bersama melalui forum persidangan sebagai bentuk evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja organisasi selama periode kepengurusan berlangsung.
Jalannya persidangan berlangsung dinamis, dengan berbagai pandangan, masukan, dan tanggapan yang disampaikan oleh masing-masing delegasi. Forum ini menjadi ruang demokratis bagi seluruh peserta untuk menyampaikan aspirasi serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas organisasi Sylva Indonesia sebagai wadah mahasiswa kehutanan tingkat nasional.
Kegiatan pada hari keempat masih dilanjutkan dengan agenda Persidangan KNSI XXI 2026 yang bertempat di Aula Gedung Graha Dekopinwil Provinsi Kalimantan Barat. Sebanyak 11 mahasiswa delegasi UGM mengikuti jalannya sidang bersama delegasi mahasiswa kehutanan dari berbagai daerah di Indonesia.
Pada hari keempat ini, persidangan memasuki agenda Sidang Pleno III yang membahas berbagai aturan dan pedoman organisasi, mulai dari Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART), Garis Besar Haluan Kerja (GBHK), Peraturan Organisasi (PO), hingga rekomendasi Sylva Indonesia. Pembahasan dilakukan secara bersama melalui penyampaian pandangan, masukan, dan tanggapan dari masing-masing delegasi.
Sidang berlangsung aktif dan dinamis. Setiap delegasi diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat terkait arah gerak organisasi dan berbagai ketentuan yang nantinya akan menjadi pedoman dalam menjalankan Sylva Indonesia ke depan. Selain menjadi forum pengambilan keputusan, persidangan juga menjadi ruang belajar bersama tentang pentingnya musyawarah, tanggung jawab organisasi, dan penguatan solidaritas antarmahasiswa kehutanan.
Pelaksanaan pada hari kelima masih berlanjut dengan agenda Persidangan KNSI XXI 2026 yang dilaksanakan di Aula Graha Dekopinwil Provinsi Kalimantan Barat.
Persidangan pada hari kelima berfokus pada proses pemilihan dan penetapan kepengurusan baru Sylva Indonesia untuk periode 2026–2028. Seluruh delegasi mengikuti jalannya sidang melalui berbagai tahapan forum, mulai dari penyampaian pandangan, mekanisme pemilihan, hingga penetapan hasil sidang secara bersama-sama.
Berdasarkan hasil persidangan, saudara Fedora Rifqi Rahmadhan terpilih sebagai Sekretaris Jenderal Sylva Indonesia untuk periode 2026–2028. Selain itu, saudara Khairu Umar Samudra juga resmi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Sylva Indonesia (DPSI).

Terpilihnya saudara Fedora Rifqi Rahmadhan merupakan bentuk kepercayaan sekaligus amanah besar yang diberikan oleh mahasiswa kehutanan se-Indonesia kepada PCSI UGM untuk turut membawa arah gerak Sylva Indonesia ke depan. Proses pemilihan berlangsung melalui rangkaian persidangan nasional yang diikuti oleh delegasi mahasiswa kehutanan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Sebagai organisasi mahasiswa kehutanan tingkat nasional, Sylva Indonesia memiliki peran strategis dalam membangun ruang kolaborasi, memperkuat solidaritas antarmahasiswa kehutanan, serta menjadi wadah pengembangan gagasan dan kontribusi nyata terhadap isu kehutanan dan lingkungan hidup di Indonesia. Oleh karena itu, kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan semangat regenerasi, kepemimpinan yang inklusif, serta memperkuat sinergi antaranggota Sylva Indonesia di seluruh Indonesia.
Amanah yang diberikan diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat solidaritas, kolaborasi, serta peran aktif mahasiswa kehutanan dalam menjawab berbagai tantangan kehutanan dan lingkungan hidup di Indonesia. Dengan semangat regenerasi dan kebersamaan, kepengurusan Sylva Indonesia periode 2026–2028 diharapkan mampu menghadirkan organisasi yang progresif, adaptif, dan berdampak bagi mahasiswa kehutanan di tingkat nasional.
Terpilihnya perwakilan dari berbagai PCSI ini menjadi bentuk regenerasi kepemimpinan dalam tubuh Sylva Indonesia sekaligus mencerminkan semangat kebersamaan dan kolaborasi mahasiswa kehutanan se-Indonesia. Suasana sidang berlangsung penuh antusiasme, dengan seluruh delegasi mengikuti proses persidangan secara tertib dan kondusif.
Melalui hasil persidangan pada hari kelima ini, diharapkan kepengurusan baru Sylva Indonesia mampu menjalankan amanah organisasi dengan baik serta terus memperkuat peran mahasiswa kehutanan dalam menjawab berbagai tantangan kehutanan dan lingkungan hidup di Indonesia.
Hari terakhir pelaksanaan diisi dengan kegiatan field trip dan ramah tamah yang dilaksanakan di sejumlah lokasi budaya dan sejarah di Kota Pontianak. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh delegasi mahasiswa kehutanan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Rangkaian field trip diawali dengan kunjungan ke Tugu Khatulistiwa sebagai salah satu ikon Kota Pontianak sekaligus penanda garis khatulistiwa yang melintasi wilayah Indonesia. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke kawasan Hutan Kota Pontianak sebagai sarana pengenalan ruang terbuka hijau dan kawasan konservasi di tengah wilayah perkotaan
Pada malam harinya, kegiatan ditutup dengan agenda ramah tamah di kawasan Alun-Alun Kapuas. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan terasa hangat melalui interaksi antardelegasi mahasiswa kehutanan dari berbagai daerah di Indonesia. Momentum ini menjadi penutup rangkaian KNSI XXI 2026 sekaligus sarana mempererat hubungan dan membangun jejaring antarmahasiswa kehutanan di tingkat nasional.
Penulis: Mikhailova Ken Paramitha
Dokumentasi: LEM FKT
Editor : Budi Mulyana