Yogyakarta, 30 Juni 2026 – Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada secara resmi melepas peserta Praktik Rencana Usaha Kehutanan (PRUK) 2026 Gelombang I pada Selasa, 30 Juni 2026. Kegiatan yang menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran Program Studi Sarjana Kehutanan ini diikuti oleh 154 mahasiswa yang akan melaksanakan praktik lapangan di Kampus Lapangan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Getas–Ngandong.
Acara pelepasan dihadiri oleh dosen pembimbing, co-ass atau asisten praktik lapangan, serta sivitas akademika Fakultas Kehutanan UGM. Dalam kesempatan tersebut, Ketua PRUK 2026, Dr. Ir. Rizki Arisandi, S.Hut., menyampaikan bahwa praktik ini merupakan wahana bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan berbagai kompetensi yang telah diperoleh selama perkuliahan ke dalam kondisi pengelolaan hutan yang nyata. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami keterkaitan antara aspek teknis, ekologis, sosial, dan ekonomi dalam penyusunan rencana usaha kehutanan yang berkelanjutan.
Pelepasan peserta juga dilakukan oleh Ketua Program Studi Sarjana Kehutanan, Ir. Fanny Hidayati, S.Hut., M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa PRUK merupakan salah satu mata kuliah integratif yang dirancang untuk membentuk kemampuan mahasiswa sebagai calon manajer kehutanan di masa depan.
“Melalui Praktik Rencana Usaha Kehutanan, mahasiswa tidak hanya belajar melakukan pengamatan teknis di lapangan, tetapi juga dilatih untuk menyusun rencana pengelolaan dan rencana usaha kehutanan yang komprehensif sesuai dengan kondisi biofisik, sosial, dan ekonomi di lapangan. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebagai calon pengelola hutan profesional yang mampu mengambil keputusan berbasis data dan prinsip keberlanjutan,” ujar Ir. Fanny Hidayati, S.Hut., M.Sc., Ph.D.
PRUK Gelombang I akan berlangsung pada 30 Juni–12 Juli 2026, sedangkan Gelombang II dijadwalkan pada 14–26 Juli 2026. Seluruh kegiatan lapangan dilaksanakan di KHDTK Getas–Ngandong, kawasan hutan pendidikan yang terletak di perbatasan Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, dan Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Kawasan ini dikelola sebagai pusat pendidikan, penelitian, rehabilitasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat, sehingga menjadi laboratorium lapangan yang ideal bagi mahasiswa kehutanan.
Selama praktik lapangan, mahasiswa akan melakukan observasi terhadap berbagai aktivitas pengelolaan hutan, meliputi perbenihan dan persemaian, pembangunan tanaman hutan, pemeliharaan tanaman dan penjarangan, perlindungan hutan, pemanenan hasil hutan kayu, pengelolaan Tempat Penimbunan Kayu (TPK), Penatausahaan Hasil Hutan (PUHH), serta industri pengolahan hasil hutan kayu maupun hasil hutan bukan kayu.

Selain observasi operasional, mahasiswa juga akan melaksanakan pengumpulan data sebagai dasar penyusunan rencana usaha kehutanan. Data yang dihimpun mencakup penataan dan pengorganisasian areal kerja serta evaluasi infrastruktur klaster HWD, inventarisasi sosial ekonomi dan kelembagaan masyarakat desa hutan, perlindungan hutan, aspek konservasi dan jasa lingkungan, serta pengaturan hasil hutan kayu dan hasil hutan bukan kayu. Seluruh informasi tersebut akan diintegrasikan menjadi dokumen rencana usaha kehutanan yang mempertimbangkan aspek produksi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat secara seimbang.
Melalui penyelenggaraan PRUK 2026, Fakultas Kehutanan UGM terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga memiliki pengalaman praktis, kemampuan analitis, serta keterampilan menyusun strategi pengelolaan hutan yang adaptif terhadap tantangan pembangunan kehutanan berkelanjutan. Praktik lapangan ini menjadi salah satu media pembelajaran yang memperkuat keterkaitan antara ilmu pengetahuan, praktik profesional, dan kebutuhan pengelolaan sumber daya hutan di Indonesia.
Penulis: Hermudananto
Editor : Budi Mulyana