Gunungkidul, 16 Juli 2026 – Pengalaman belajar peserta The X International Forestry Summer Course (FSC) 2026 berlanjut melalui kegiatan lapangan di Hutan Pendidikan Wanagama, Gunungkidul. Sebagai laboratorium alam milik Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Wanagama menjadi lokasi pembelajaran untuk memahami praktik pengelolaan hutan berkelanjutan secara langsung.
Kegiatan diawali dengan kuliah lapangan Soil Formation yang disampaikan oleh Dr. Handojo Hadi Nurjanto. Peserta mempelajari proses pembentukan tanah, karakteristik tanah hutan, serta keterkaitannya dengan produktivitas vegetasi dan fungsi ekosistem. Melalui pengamatan langsung di lapangan, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya kondisi tanah sebagai fondasi pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Selanjutnya, peserta mengunjungi kawasan Jati Mega yang dipandu oleh Dr. Alnus Meinata. Dalam sesi ini, peserta mempelajari sejarah pengembangan Jati Mega sebagai tegakan yang berasal dari pohon induk unggul dan dikembangkan untuk menghasilkan materi genetik jati berkualitas. Dr. Alnus juga menjelaskan berbagai tantangan pengelolaannya, termasuk menjaga kualitas pertumbuhan, mempertahankan karakter genetik unggul, serta menyesuaikan teknik silvikultur dengan kondisi tapak. Keberadaan Jati Mega menjadikan Wanagama sebagai lokasi penting untuk pembelajaran pemuliaan pohon, pengelolaan tegakan jati, dan konservasi sumber daya genetik kehutanan.
Pada sesi terakhir, peserta mengikuti kuliah mengenai Management of Wanagama Forest yang dibawakan oleh Dr. Ir. Johanes Pramana Gentur Sutapa, M.Sc.Forest.Trop. Materi tersebut mengulas sejarah pembangunan Wanagama, strategi pengelolaan hutan pendidikan, serta perannya sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Focus Group Discussion yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk merefleksikan pengalaman belajar di lapangan sekaligus mendiskusikan penerapan konsep pengelolaan hutan berkelanjutan di negara masing-masing. Melalui pembelajaran langsung di Wanagama, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga melihat bagaimana konsep konservasi, restorasi, dan pemanfaatan hutan dapat diimplementasikan secara nyata.

Penulis: Satriagasa
Editor: Budi Mulyana
Foto: tim Dokumentasi Forestry Summer Course 2026