
KHDTK Getas-Ngandong, 5 September 2026 — Kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak dini. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Kenali Sampah, Lindungi Hutan”, Laboratorium Pemanenan Hasil Hutan, Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) mengajak lebih dari 100 siswa sekolah dasar untuk mengenal pentingnya menjaga lingkungan, mengelola sampah, serta melestarikan hutan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat Laboratorium Pemanenan Hasil Hutan UGM bertema “Pendidikan Cinta Lingkungan bagi Siswa Sekolah Dasar melalui Pengembangan Taman Edukasi dan Konservasi”. Kegiatan dilaksanakan secara serentak di SD Negeri 1 Getas dan SD Negeri 1 Tlogotuwung, serta di area Petak 32 Hutan Wengkon Desa (HWD) Tlogotuwung, Dusun Tuwung, Desa Tlogotuwung, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, khususnya di sekitar kawasan Taman Rusa.
Lebih dari 100 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas siswa SD Negeri 1 Getas dan SD Negeri 1 Tlogotuwung yang didampingi oleh para guru, mahasiswa sebagai fasilitator, perwakilan tim KHDTK Getas-Ngandong, serta dosen Fakultas Kehutanan UGM. Kegiatan ini juga melibatkan mitra kolaborasi, yaitu Hati Tropis – Perkumpulan Pemerhati Hutan Tropis Indonesia (@hatitropisindonesia) dan Carbon Nature (https://carbonnature.com/).
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pembelajaran di masing-masing sekolah. Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Tim Pengabdian Laboratorium Pemanenan Hasil Hutan UGM, Hermudananto, perwakilan KHDTK UGM, Teguh Yuwono, S.Hut., M.Sc., serta perwakilan mitra Hati Tropis di mana Hermudananto juga bertindak sebagai penasihat di yayasan tersebut, dan Carbon Nature yaitu Wahyu Riyadi dan M. Heru Lazuardi, bersama Kepala SD Negeri 1 Getas, Subakir, dan Kepala SD Negeri 1 Tlogotuwung, Ajib Yani Wijaya.
Sebagai simbol komitmen bersama dalam menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bibit tanaman berupa nangka dan kelengkeng secara simbolis dari Laboratorium Pemanenan Hasil Hutan UGM kepada masing-masing sekolah. Bibit tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tanaman yang dirawat oleh warga sekolah, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi siswa tentang pentingnya pohon dan lingkungan.
Suasana kegiatan kemudian dicairkan melalui sesi perkenalan dan ice breaking interaktif yang dipandu oleh para fasilitator mahasiswa. Sebelum materi dimulai, siswa mengikuti pre-test singkat menggunakan stiker edukatif untuk mengetahui pemahaman awal mereka tentang sampah dan lingkungan.

Pada sesi pembelajaran di dalam kelas, siswa diajak untuk mengenali berbagai jenis sampah, khususnya sampah organik dan anorganik, serta memahami dampak sampah terhadap lingkungan. Materi juga membahas pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah secara bijak. Agar pembelajaran tidak berhenti pada teori, siswa kemudian diajak melakukan praktik langsung mendaur ulang sampah anorganik menjadi pot tanaman yang selanjutnya digunakan untuk menanam bibit dengan media tanah yang telah disediakan.
Antusiasme siswa terlihat selama proses pembelajaran, terutama saat mengikuti sesi tanya jawab dan review materi. Siswa yang aktif berpartisipasi mendapatkan apresiasi berupa snack. Kegiatan di dalam kelas kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama.

Setelah pembelajaran di sekolah, seluruh peserta diarahkan menuju area luar ruangan di Taman Rusa untuk mengikuti kegiatan outbound edukatif. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan secara bergiliran mengikuti tiga pos permainan yang telah disiapkan oleh tim fasilitator. Melalui permainan tersebut, siswa diajak belajar tentang lingkungan dengan cara yang menyenangkan, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik pembelajaran anak usia sekolah dasar.
Selain permainan edukatif, peserta juga mengikuti demo kehutanan menggunakan maket sebagai media pembelajaran. Melalui demonstrasi tersebut, siswa memperoleh gambaran visual mengenai peran hutan dan tutupan pohon dalam menjaga keseimbangan lingkungan, termasuk pentingnya keberadaan pohon dalam menjaga dan mengatur tata air di bumi.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi refleksi bersama. Fasilitator mengajak siswa untuk menghubungkan pengalaman yang mereka peroleh selama permainan dan praktik dengan materi lingkungan yang telah dipelajari sebelumnya. Sesi ini menjadi ruang bagi siswa untuk menyampaikan kembali apa yang telah mereka pelajari sekaligus mengidentifikasi tindakan sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga lingkungan.
Sebagai bagian dari evaluasi pembelajaran, siswa selanjutnya mengerjakan post-test untuk mengetahui perubahan pemahaman setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Evaluasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai efektivitas pendekatan pembelajaran yang menggabungkan materi kelas, permainan edukatif, praktik, dan refleksi.

Kegiatan pengabdian ditutup secara resmi oleh Ketua Pengabdian Laboratorium Pemanenan Hasil Hutan, Hermudananto. Penutupan diisi dengan ucapan terima kasih kepada pihak sekolah, peserta, fasilitator, dan seluruh mitra yang telah mendukung kegiatan, dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan kepada pihak sekolah serta dokumentasi bersama siswa, guru, dosen, dan panitia. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan makan siang bersama.
Melalui kegiatan “Kenali Sampah, Lindungi Hutan”, Fakultas Kehutanan UGM berupaya memperkenalkan nilai-nilai kecintaan terhadap lingkungan melalui pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan anak-anak. Pengetahuan mengenai sampah, pentingnya pohon, dan fungsi hutan diharapkan tidak hanya dipahami sebagai materi pembelajaran, tetapi juga tumbuh menjadi kepedulian dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan “pahlawan-pahlawan lingkungan” sejak dini—anak-anak yang memiliki pengetahuan, kepedulian, dan keberanian untuk melakukan tindakan sederhana demi menjaga kebersihan lingkungan, merawat pohon, mengurangi sampah, serta turut menjaga kelestarian hutan demi masa depan.
Penulis: Imtinan Nafilatul Azizah, Antonius Ivan Christian, Hermudananto
Editor : Budi Mulyana