Jakarta – Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada melalui fasilitator safeguard Wanagama IKN dan KHDTK Getas mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Refreshment Safeguard dan Pembahasan Review Komitmen Safeguard Implementing Partner (IP) FOLU NC 2&3 yang diselenggarakan pada 10–11 September 2026 di Menara Peninsula Hotel, Jakarta.
Fakultas Kehutanan UGM diwakili oleh Ir. Muhammad Chrisna Satriagasa, Ph.D., sebagai Fasilitator Safeguard Wanagama IKN, dan Dr. Ir. Tri Atmojo, S.Hut., M.T., sebagai Fasilitator Safeguard KHDTK Getas. Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan penerapan aspek perlindungan lingkungan dan sosial pada pelaksanaan kegiatan Forestry and Other Land Use Net Sink 2030 Norway’s Contribution (FOLU NC) 2&3.

Bimbingan teknis membahas penerapan Environmental and Social Management System (ESMS) Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) serta penapisan risiko lingkungan dan sosial berdasarkan Integrated Safeguard Policy (ISP). Safeguard ditempatkan sebagai instrumen untuk memastikan bahwa kegiatan tidak hanya menghindari atau meminimalkan dampak negatif, tetapi juga mampu memberikan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta melakukan peninjauan kembali terhadap ISP yang relevan dengan karakteristik masing-masing kegiatan. Aspek yang dibahas antara lain perlindungan lingkungan, kondisi tenaga kerja, efisiensi sumber daya, kesehatan dan keselamatan masyarakat, konservasi keanekaragaman hayati, pelibatan pemangku kepentingan, serta gender dan inklusi sosial. Setiap risiko yang teridentifikasi selanjutnya perlu disertai dengan rencana mitigasi, komitmen pelaksanaan, indikator, dan bukti dokumentasi yang dapat dipantau selama kegiatan berlangsung.
Salah satu penekanan dalam bimbingan teknis adalah pentingnya pendekatan safeguard yang tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif dan proaktif. Partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam proses tersebut, termasuk memastikan keterlibatan kelompok perempuan dan kelompok rentan serta memperhatikan kemungkinan dampak kegiatan terhadap masyarakat di sekitar lokasi.
Peserta juga memperoleh penguatan terkait penyusunan Stakeholder Engagement Plan (SEP) serta implementasi dan pemantauan Gender Action Plan (GAP). Dalam aspek gender, indikator dan target diharapkan tidak hanya berorientasi pada jumlah partisipasi, tetapi juga mempertimbangkan kualitas keterlibatan serta peningkatan kapasitas kelompok sasaran.

Melalui kegiatan ini, komitmen safeguard pada kegiatan Wanagama IKN dan KHDTK Getas ditinjau dan disesuaikan kembali berdasarkan perkembangan kegiatan serta risiko lingkungan dan sosial yang teridentifikasi. Hasil review tersebut menjadi dasar untuk memperkuat langkah mitigasi dan dokumentasi penerapan safeguard pada tahap pelaksanaan berikutnya.
Keikutsertaan fasilitator safeguard Fakultas Kehutanan UGM dalam kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pelaksanaan kegiatan FOLU NC 2&3 di Wanagama IKN dan KHDTK Getas, yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian target kegiatan, tetapi juga memperhatikan prinsip perlindungan lingkungan, keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, partisipasi pemangku kepentingan, serta kesetaraan gender dan inklusi sosial.
Penulis & Dokumentasi: Satriagasa
Editor: Budi Mulyana
