

Acara dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Aset Fakultas Kehutanan UGM, Dr. Ir. Kaharuddin, S.Hut., M.Si., IPU. Dalam pembukaan tersebut, Fakultas Kehutanan UGM menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam mendukung inventarisasi dan pengelolaan ekosistem mangrove di Maluku Utara. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Perairan Darat (PPEPD), Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Puji Iswari, S.Hut., M.Si.
Pada sesi utama, Ketua Tim Ir. Ni Putu Diana Mahayani, S.Hut., M.For., Ph.D. memaparkan rencana teknis kegiatan inventarisasi ekosistem mangrove dan penyusunan fungsi ekosistem mangrove dalam KLM di Provinsi Maluku Utara. Pemaparan kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang dimoderatori oleh Reyna Ashari, S.Hut., M.Si., ahli ekologi mangrove dari Universitas Khairun. Forum tersebut menjadi ruang untuk menyamakan pemahaman mengenai pelaksanaan kegiatan serta memperoleh masukan dari para pemangku kepentingan sebelum kegiatan lapangan dilaksanakan.
Kegiatan ini turut melibatkan tim Fakultas Kehutanan UGM, tim ahli Universitas Khairun Ternate, serta enumerator dari kedua perguruan tinggi tersebut. Dari unsur pemerintah daerah dan UPT, kegiatan ini melibatkan antara lain perangkat daerah Provinsi Maluku Utara, pemerintah kabupaten/kota, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), BPDAS Ake Malamo, BPKH/BPKHTL Wilayah Maluku dan Maluku Utara, BKSDA Maluku, Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata, serta UPTD Perikanan Wilayah IV Maluku Utara.

Inventarisasi ekosistem mangrove merupakan tahapan penting untuk menyediakan basis informasi mengenai kondisi dan karakteristik ekosistem mangrove. Melalui penyusunan fungsi ekosistem dalam kerangka Kesatuan Lanskap Mangrove, hasil kegiatan diharapkan dapat mendukung perencanaan pengelolaan mangrove yang mempertimbangkan keterkaitan ekologis dalam satu kesatuan lanskap serta kebutuhan pengelolaan di tingkat daerah.
Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan daerah juga menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Selain menghasilkan informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengelolaan, kegiatan inventarisasi diharapkan dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia serta membangun basis pengetahuan bersama untuk mendukung perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove di Provinsi Maluku Utara.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Kehutanan UGM terus memperkuat kontribusinya dalam penerapan ilmu pengetahuan dan keahlian kehutanan untuk mendukung pengelolaan ekosistem pesisir yang berkelanjutan, serta berkolaborasi dengan pemerintah dan perguruan tinggi di daerah.
Penulis & Dokumentasi: Satriagasa
Editor: Budi Mulyana