• UGM
  • Academic Portal
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Fakultas Kehutanan
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Sambutan Dekan
    • Selayang Pandang
    • VISI MISI
    • Sejarah Fakultas
    • Pimpinan Fakultas
    • Pimpinan Departemen
    • Pimpinan Program Studi
    • Pimpinan Laboratorium
    • DOSEN
    • STAFF TENDIK
    • Laporan TAHUNAN Dekan
    • ALUMNI
  • Akademik
    • PROGRAM SARJANA
    • PROGRAM MAGISTER
    • PROGRAM DOKTOR
    • PROGRAM PROFESI
    • AKREDITASI PROGRAM STUDI
    • Double Degree
    • KALENDER AKADEMIK
  • KEMAHASISWAAN
    • KEMAHASISWAAN
    • LEM-DPM
      • Lembaga Eksekutif Mahasiswa
      • Dewan Perwakilan Mahasiswa
    • BSO
      • Mapala Silvagama
      • KSK
      • IFSA LC UGM
      • FSC
      • KMIK
      • KMKK BONITA
    • HMM
      • FORESTECH
      • HIMABA
      • FORESTATION
      • KMMH
    • PIONIR UGM
  • RISET & INOVASI
    • Publikasi Riset Dosen & Mahasiswa
    • HKI/PATEN/HAK CIPTA
    • Jurnal Ilmu Kehutanan
    • KERJASAMA
    • PUSAT KAJIAN
      • “SEBIJAK” INSTITUTE
      • SJB
      • PUSAT KAJIAN KEHUTANAN SOSIAL
    • KHDTK WANAGAMA
  • ADMISI
    • SARJANA KEHUTANAN
    • PROFESI INSINYUR KEHUTANAN
    • MAGISTER ILMU KEHUTANAN
    • DOKTOR ILMU KEHUTANAN
  • PENJAMINAN MUTU
  • Beranda
  • News
  • Fakultas Kehutanan UGM dan DLHK DIY Bahas Implementasi Kerja Sama Konservasi Biodiversitas Tumbuhan di Tahura Bunder melalui Program “PohonKu” 

Fakultas Kehutanan UGM dan DLHK DIY Bahas Implementasi Kerja Sama Konservasi Biodiversitas Tumbuhan di Tahura Bunder melalui Program “PohonKu” 

  • News, Rilis
  • 20 October 2026, 08.45
  • Oleh: andykurniawan
  • 0

Yogyakarta, 19 Oktober 2026 — Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar rapat pembahasan implementasi Perjanjian Kerja Sama tentang Pemanfaatan Taman Hutan Raya Bunder untuk Pengembangan Biodiversitas Tumbuhan Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Hari Jumat, 16 Oktober 2026. Pertemuan ini menjadi langkah koordinasi untuk menerjemahkan kerja sama kelembagaan menjadi program konservasi yang melibatkan masyarakat, khususnya melalui pengembangan inisiatif PohonKu.

Perjanjian Kerja Sama tersebut tercantum dalam dokumen Nomor B/500.4/2176/D5 dan Nomor 2125/UN1/KT/KS/HK.08.00/2026. Kerja sama ini berfokus pada pemanfaatan Taman Hutan Raya (Tahura) Bunder sebagai lokasi pengembangan biodiversitas tumbuhan di DIY, sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam pendidikan lingkungan, konservasi tumbuhan langka, serta partisipasi masyarakat.

Dari Fakultas Kehutanan UGM, pertemuan tersebut dihadiri oleh Ir. Hermudananto, S.Hut., M.Sc., IPM., ASEAN Eng. selaku dosen dan Ir. Febriyanto Ismu Nugroho, S.Hut., IPM. selaku laboran. Turut hadir perwakilan tim mahasiswa pengembang “PohonKu”, yaitu Marvel Agrifa B. M. yang menangani bidang Finance & HR serta Rasyadwa Arsya yang berperan sebagai IT Manager dan Frontend Developer.

Sementara itu, pihak DLHK DIY dihadiri oleh Kepala DLHK DIY, Kusno Wibowo, S.T., M.Si., Kepala Balai Tahura Bunder, Much. Alex Zuabedi, serta tim pengelola Tahura Bunder. Pertemuan membahas peluang implementasi kerja sama, peran para pihak, serta rencana kegiatan yang dapat mendukung pelestarian keanekaragaman hayati tumbuhan di Tahura Bunder.

PohonKu: Menghubungkan Konservasi Tumbuhan Langka dengan Partisipasi Publik

Salah satu inisiatif yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah PohonKu, sebuah program adopsi tanaman langka yang dirancang untuk menghubungkan upaya konservasi dengan keterlibatan aktif masyarakat. Melalui program bertajuk Program Adopsi Tanaman Langka di Taman Hutan Raya Bunder, Gunungkidul, PohonKu mengajak masyarakat untuk berkontribusi terhadap pelestarian tumbuhan langka sekaligus memperoleh pengalaman edukatif yang bermakna.

Program ini diinisiasi oleh Laboratorium Pemanenan Hasil Hutan Fakultas Kehutanan UGM, di mana Laras Adisetya Jati Waluyo, mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM, adalah program leader PohonKu, dengan bimbingan dari Dr. Ir. Nunuk Supriyatno, M.Sc.forest trop.

Program ini mengusung konsep bahwa konservasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola kawasan, tetapi juga dapat melibatkan individu, keluarga, komunitas, dan dunia usaha. Masyarakat yang berpartisipasi sebagai adopter, yang disebut Bestree, akan memperoleh sertifikat adopsi, laporan perkembangan tanaman, serta akses ke akun personal untuk memantau informasi dan dampak lingkungan dari program tersebut, termasuk estimasi serapan karbon dan kontribusi terhadap simpanan air apabila didukung oleh metode pengukuran yang sesuai.

Sasaran program PohonKu meliputi pecinta lingkungan, generasi muda, keluarga yang ingin mengenalkan pendidikan lingkungan kepada anak, serta perusahaan yang menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (Corporate Social Responsibility/CSR). Dalam pelaksanaannya, PohonKu memanfaatkan website dan media sosial sebagai kanal informasi dan partisipasi, dengan dukungan kolaborasi bersama perguruan tinggi, organisasi nonpemerintah, komunitas, serta mitra yang memiliki perhatian terhadap konservasi.

Keberlanjutan program juga dirancang melalui pengembangan komunitas Bestree, program loyalitas, kegiatan kunjungan lapangan tahunan, merchandise, serta paket edukasi konservasi. Dengan pendekatan tersebut, PohonKu diharapkan dapat membangun model partisipasi konservasi yang mengintegrasikan manfaat ekologis, pendidikan, dan keberlanjutan finansial.

Dalam inisiatif ini, Tahura Bunder memiliki peran strategis sebagai lokasi konservasi utama sekaligus sebagai ruang pembelajaran dan kegiatan lapangan. Dukungan pengelola kawasan, ketersediaan bibit tumbuhan, keterlibatan mahasiswa kehutanan, serta pemanfaatan platform digital merupakan unsur penting dalam pelaksanaan program.

Soft Opening “PohonKu” Direncanakan pada 25 Oktober 2026

Dalam rapat tersebut, turut disampaikan rencana soft opening PohonKu yang akan dilaksanakan pada 25 Oktober 2026 di Tahura Bunder, Gunungkidul, melalui kerja sama dengan Forestry Study Club (FSC), Fakultas Kehutanan UGM.

Kegiatan ini direncanakan sebagai salah satu langkah awal untuk memperkenalkan program PohonKu sekaligus memperkuat keterlibatan mahasiswa secara langsung dalam kegiatan konservasi. Salah satu aktivitas yang direncanakan adalah penanaman sejumlah jenis tumbuhan, antara lain kepuh dan sawo kecik, sebagai bagian dari upaya pengayaan dan pengenalan keanekaragaman tumbuhan di kawasan Tahura Bunder.

Pelaksanaan kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkenalkan pendekatan konservasi yang lebih partisipatif, dengan menghubungkan pengelolaan kawasan konservasi, pengembangan teknologi digital, pendidikan kehutanan, serta kontribusi masyarakat. Rencana kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk membangun sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat dalam mendukung pelestarian biodiversitas tumbuhan.

Mendorong Kolaborasi untuk Konservasi Berkelanjutan

Pembahasan implementasi kerja sama antara Fakultas Kehutanan UGM dan DLHK DIY melalui Tahura Bunder menegaskan pentingnya kolaborasi multipihak dalam pengembangan konservasi tumbuhan. Melalui PohonKu, potensi kawasan konservasi diharapkan dapat dioptimalkan tidak hanya untuk perlindungan keanekaragaman hayati, tetapi juga untuk pendidikan lingkungan, penguatan peran generasi muda, serta peningkatan partisipasi publik.

Inisiatif ini sekaligus membuka ruang bagi pengembangan inovasi mahasiswa yang mengintegrasikan ilmu kehutanan dengan kewirausahaan sosial dan teknologi digital. Dengan dukungan para pemangku kepentingan, PohonKu diharapkan dapat berkembang sebagai salah satu bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung konservasi biodiversitas dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Melalui implementasi kerja sama ini, Fakultas Kehutanan UGM dan DLHK DIY diharapkan dapat terus memperkuat sinergi dalam menjaga kekayaan biodiversitas tumbuhan di Daerah Istimewa Yogyakarta serta mendorong tumbuhnya budaya konservasi yang melibatkan masyarakat secara luas.

 

Penulis: Hermudananto

Editor : Muhammad Chrisna Satriagasa

 

Tags: SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim SDG 15 Ekosistem Daratan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4 Pendidikan Berkualitas

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS KEHUTANAN
Universitas Gadjah Mada
Jl. Agro No. 1 Bulaksumur Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 512102, 6491420 Fax. (0274) 550541
Email: fkt@ugm.ac.id

UNIVERSITY ADMISSION

  • SNMPTN
  • SBMPTN
  • PBUTM
  • UTUL

DEPARTMENT

  • Forest Management
  • Forest Product Technology
  • Silviculture
  • Forest Resource Conservation

Informasi Publik

  • Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

© FKT - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju