Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada turut berkontribusi dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan melalui penugasan Bantuan Kendali Operasi (BKO) yang dilaksanakan pada 2–16 Oktober 2026. Dr. Danang Anggoro, S.Si., M.Sc., dan Fiqri Ardiansyah, S.Hut., M.Sc., mendapatkan penugasan yang berlangsung di Resort Mendawai, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III, Taman Nasional Sebangau.
Dalam kegiatan tersebut, tim Fakultas Kehutanan UGM bergabung dengan berbagai unsur yang terlibat dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Tim gabungan terdiri atas personel Balai Taman Nasional Sebangau, Direktorat Kawasan Konservasi, Direktorat Pemulihan Ekosistem dan Bina Areal Preservasi, Manggala Agni, Pengendali Ekosistem Hutan (PEH), Polisi Kehutanan (Polhut), serta masyarakat setempat.

Penanganan kebakaran dilakukan melalui berbagai upaya, meliputi pemadaman langsung pada lokasi terdampak, pendinginan area pascakebakaran, pembasahan lahan, serta penyediaan sumber air melalui pembuatan sumur bor dan kolam tampungan air. Berbagai langkah tersebut dilakukan untuk mengendalikan penyebaran api sekaligus mengurangi kemungkinan munculnya kembali titik api pada kawasan gambut.
Karakteristik ekosistem gambut menjadikan proses pengendalian kebakaran memiliki tantangan tersendiri. Api tidak hanya dapat membakar vegetasi di permukaan, tetapi juga berpotensi merambat pada lapisan gambut di bawah permukaan. Oleh karena itu, proses pendinginan dan pembasahan menjadi bagian penting dalam memastikan api benar-benar dapat dikendalikan.
Selain terlibat dalam operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan, tim juga melaksanakan kegiatan kajian ilmiah sebagai bagian dari upaya memahami dinamika ekosistem gambut yang terdampak kebakaran. Kajian tersebut meliputi pengamatan pola subsiden gambut serta analisis tingkat kerentanan ekosistem hutan gambut terhadap kebakaran hutan dan lahan.
Kajian pola subsiden dilakukan untuk memperoleh pemahaman mengenai perubahan atau penurunan permukaan gambut yang dapat berkaitan dengan kondisi hidrologis dan tingkat degradasi lahan. Sementara itu, kajian kerentanan ekosistem diarahkan untuk mengenali faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko kebakaran sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam upaya pencegahan dan pengelolaan ekosistem gambut di masa mendatang.
Keterlibatan dosen Fakultas Kehutanan UGM dalam kegiatan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, tenaga lapangan, dan masyarakat dalam menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan. Penanganan kebakaran tidak hanya membutuhkan respons cepat di lapangan, tetapi juga dukungan kajian ilmiah untuk memahami penyebab, tingkat kerentanan, serta strategi pemulihan dan pencegahan yang lebih efektif.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Kehutanan UGM terus memperkuat kontribusinya dalam penanganan persoalan lingkungan dan kehutanan, khususnya melalui integrasi antara keilmuan, pengabdian kepada masyarakat, dan keterlibatan langsung dalam penyelesaian persoalan di lapangan.
Penulis: Budi Mulyana
Dokumentasi: Dr. Danang Anggoro, Fiqri Ardiansyah, S.Hut., M.Sc.