
Los Baños, Filipina – Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) berpartisipasi dalam The 3rd International Symposium of Forest GX/DX in Asia yang diselenggarakan pada 26–30 Oktober 2026 di College of Forestry and Natural Resources (CFNR), University of the Philippines Los Baños (UPLB), Filipina. Delegasi Fakultas Kehutanan UGM terdiri atas Prof. Dr. Ir. Sri Rahayu, M.P., Prof. Ir. Widiyatno, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM., Dr. Kaharuddin, S.Hut., M.Si., dan Intan Berlian, S.P., M.Sc.
Simposium yang diselenggarakan oleh UPLB bersama The University of Tokyo ini mempertemukan akademisi kehutanan dari 10 negara Asia. Kegiatan tersebut menjadi wadah pertukaran hasil penelitian dan inovasi dalam penerapan Green Transformation (GX) dan Digital Transformation (DX) untuk mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan. Diskusi ilmiah berfokus pada tiga tema utama, yaitu Nature Positive, Carbon Neutral, dan Water Positive, yang berkaitan dengan konservasi keanekaragaman hayati, mitigasi perubahan iklim, dan pengelolaan sumber daya air.
Dalam sesi Invited Speeches, Prof. Dr. Ir. Sri Rahayu, M.P., menyampaikan presentasi berjudul “Sustainable Forest Health Management: A Green Transformation Strategy for Myrtle Rust Mitigation”. Presentasi tersebut membahas ancaman penyakit karat myrtle akibat jamur invasif Austropuccinia psidii terhadap keanekaragaman hayati, khususnya tumbuhan famili Myrtaceae. Strategi mitigasi yang dipaparkan meliputi deteksi dini, pengembangan ketahanan tanaman, konservasi jenis rentan, serta pemanfaatan teknologi digital seperti drone untuk pemantauan kesehatan hutan.
Pada kesempatan yang sama, Prof. Sri Rahayu turut memperkenalkan berbagai inisiatif Fakultas Kehutanan UGM dalam mendukung transformasi hijau, antara lain rehabilitasi lahan terdegradasi di Wanagama Eco Edu Forest, pengembangan jati unggul dan pertanian terpadu di KHDTK Getas, serta pembangunan Wanagama Nusantara sebagai laboratorium hidup pengembangan kota hutan di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dalam sesi paralel Carbon Neutral, Prof. Ir. Widiyatno, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM., mempresentasikan penelitian berjudul “Contribution Clonal Teak Forestry to Improve Carbon Sequestration in the Monsoon Forest, Indonesia”. Penelitian ini menyoroti potensi pengembangan hutan tanaman jati klonal melalui penggunaan materi genetik unggul dan praktik silvikultur berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas tegakan sekaligus penyerapan karbon.

Sementara itu, pada sesi Nature Positive, Intan Berlian, S.P., M.Sc., memaparkan penelitian berjudul “The Potential Threat of Fusarium to Balsa (Ochroma pyramidale): Disease Risk and Mitigation in Monoculture and Agroforestry Systems”. Penelitian tersebut mengkaji risiko penyakit yang berasosiasi dengan Fusarium pada tanaman balsa dalam sistem monokultur dan agroforestri. Hasilnya menekankan pentingnya pemantauan kesehatan tanaman, pengelolaan pola tanam, serta pengembangan strategi mitigasi penyakit untuk mendukung keberlanjutan hutan tanaman.

Selain presentasi ilmiah, simposium menghadirkan diskusi mengenai pemanfaatan penginderaan jauh, kecerdasan buatan, restorasi hutan, peningkatan cadangan karbon, dan pengelolaan kesehatan hutan. Rangkaian kegiatan juga mencakup field excursion pada 28 Oktober 2026 ke Mount Makiling Forest Reserve dan Makiling Botanic Gardens untuk mempelajari praktik konservasi dan pengelolaan hutan penelitian.
Pada 29 Oktober 2026, delegasi mengikuti kunjungan kelembagaan ke sejumlah institusi penelitian di Filipina, antara lain ASEAN Centre for Biodiversity (ACB), Forest Products Research and Development Institute (FPRDI) Xylarium, Southeast Asian Regional Center for Graduate Study and Research in Agriculture (SEARCA), serta Philippine Council for Agriculture, Aquatic, and Natural Resources Research and Development (PCAARRD).

Partisipasi Fakultas Kehutanan UGM dalam simposium ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jejaring akademik, mendiseminasikan hasil penelitian, dan membuka peluang kolaborasi internasional. Melalui kerja sama lintas institusi, Fakultas Kehutanan UGM terus mendorong pengembangan inovasi kehutanan yang adaptif terhadap perubahan iklim, mendukung konservasi keanekaragaman hayati, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Penulis & Dokumentasi: Prof. Dr. Ir. Sri Rahayu, M.P.; Prof. Ir. Widiyatno, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM; Dr. Kaharuddin, S.Hut., M.Si.; Intan Berlian, S.P., M.Sc.
Editor: Satriagasa