
Tsukuba, 17 Maret 2026, Alnus Meinata, Ph.D. (candidate), memaparkan paradigma baru dalam pemuliaan pohon melalui pendekatan seleksi genomik pada acara Japan Forest Society Conference ke-137, sesi khusus bertajuk “Adaptation Strategies to Climate Change in Tropical Forestry: Scientific Findings and Their Social Implementation” yang diselenggarakan di Tsukuba International Congress Center, Jepang. Alnus Meinata adalah peneliti sekaligus dosen di Laboratorium Pemuliaan Pohon dan Dendrologi, Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, yang sedang menyelesaikan program Doktoral di University of Tsukuba, Jepang.
Dalam presentasinya, Alnus menekankan bahwa ancaman perubahan iklim global terhadap hutan tanaman, khususnya hutan tanaman jati, perlu diantisipasi melalui inovasi dalam pemuliaan pohon. Menurutnya, pengembangan jati di masa depan tidak hanya berfokus pada produktivitas dan kualitas kayu, tetapi juga pada kemampuan adaptasi terhadap kondisi iklim ekstrem. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan karakter fungsional daun sebagai indikator ketahanan terhadap perubahan lingkungan.
Secara global, jati (Tectona grandis) merupakan spesies yang secara alami tersebar di India, Myanmar, Thailand, dan Laos. Indonesia sendiri memiliki sekitar 31% dari total luas hutan tanaman jati dunia, yang menunjukkan posisi strategis Indonesia dalam industri kayu jati global. Jati menjadi salah satu komoditas kayu unggulan di Indonesia karena keindahan serat kayunya serta ketahanannya terhadap hama dan penyakit. Perjalanan panjang pengembangan dan pemuliaan jati di Indonesia juga tidak terlepas dari kontribusi para peneliti, praktisi, dan pelaku industri kehutanan.
Melalui teknologi seleksi genomik, proses penemuan material unggul dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan metode seleksi konvensional yang memerlukan siklus penanaman dan pengujian berulang. Pendekatan ini memungkinkan pemulia pohon untuk mengidentifikasi individu unggul sejak tahap awal pertumbuhan, sehingga dapat menghemat waktu, tenaga, dan biaya dalam pembangunan tegakan uji.
Seleksi genomik memanfaatkan marka molekuler untuk mengidentifikasi faktor genetik yang memengaruhi variasi sifat pada pohon jati, seperti pertumbuhan diameter, tinggi pohon, karakter daun, serta sifat kayu. Dengan ditemukannya marka-marka genetik tersebut, proses seleksi dapat dilakukan sejak tahap semai, sehingga membuka peluang baru bagi pengembangan pemuliaan jati yang lebih efisien dan adaptif terhadap tantangan perubahan iklim.
Penulis: Alnus Meinata
Foto: Widiyatno