
Fiqri Ardiansyah, salah satu dosen di Laboratorium Kesehatan dan Perlindungan Hutan yang saat ini juga menempuh studi doktoral di Universitas Gadjah Mada. Berangkat dari rasa ingin tahu dan dedikasi tinggi, ia aktif melakukan penelitian, berbagi pengetahuan, serta terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Ketertarikannya terhadap isu kebakaran hutan dipicu oleh kondisi hutan gambut yang terdegradasi pasca kebakaran. Latar belakang pendidikannya di bidang silvikultur membawanya fokus pada studi kebakaran hutan serta respons ekosistem gambut tropis. Sebagai dosen, ia berkontribusi melalui riset, pendidikan, dan kegiatan pengabdian kepada Masyarakat yang berkaitan dengan ilmu kebakaran hutan.

Melalui dukungan Scientist Assistance Programme (SAP), Fiqri mengikuti program pengembangan kapasitas untuk mengkaji kebakaran hutan tropis, khususnya ekosistem gambut. Program ini dilaksanakan pada Februari s.d Maret 2026 di University of British Columbia, Canada dengan topik “Understanding Fire Patterns and Natural Resilience of Tropical Peat Ecosystems Towards Wildfires: Capacity Building and Research Development.” Area studi yang dikaji pada program ini adalah Taman Nasional Sebangau di Kalimantan Tengah, salah satu ekosistem gambut tropis terbesar di Indonesia dengan luas sekitar 5.300 km².
Kegiatan ini sejalan dengan program International Union of Forest Research Organizations (IUFRO), khususnya Divisi Lingkungan Hutan dan kelompok kerja kebakaran hutan. Selain itu, penelitian ini berkontribusi pada berbagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), seperti aksi iklim, perlindungan ekosistem darat, air bersih, dan energi bersih.
Kebakaran hutan di lahan gambut tropis diketahui dapat memicu bencana besar jika tidak dikelola dengan baik. Selain menghasilkan emisi karbon dalam jumlah besar, kebakaran juga mengancam keanekaragaman hayati, termasuk habitat spesies langka seperti orangutan. Kerusakan gambut memperumit proses restorasi yang membutuhkan waktu panjang.

Program ini dibimbing oleh Guangyu Wang dari The University of British Columbia sebagai mentor internasional, serta Prof. Dr.Ir. Sri Rahayu, MP. sebagai pembimbing utama di Fakultas Kehutanan UGM. Sri Rahayu menyampaikan bahwa Special Programme for Development of Capacities merupakan salah satu kesempatan bagi dosen muda yang ditawarkan oleh IUFRO untuk mengembangkan kapasitas diri dan membangun relasi di kalangan akademisi pada tingkat global. Beliau berharap semoga hal ini dapat menginspirasi para dosen muda di Fakultas Kehutanan, serta siap mendampingi dalam pembuatan proposalnya.
Penulis: Dian
Dokumentasi: Fiqri
Editor: Satriagasa