Bogor, 25 April 2026 — Tiga dosen Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) berpartisipasi dalam kegiatan Training of Facilitator Inventarisasi Hutan Nasional (ToF IHN) 2.0 yang diselenggarakan pada tanggal 21–25 April 2026 di Bogor. Dosen yang mengikuti kegiatan ini adalah Dr. Ir. Rohman, S.Hut., M.P., IPU, Ir. Budi Mulyana, S.Hut., M.Si., Ph.D., serta Ir. Ratih Madya Septiana, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas fasilitator dalam pelaksanaan Inventarisasi Hutan Nasional (IHN) 2.0 yang menjadi bagian penting dalam penyediaan data sumber daya hutan secara akurat dan berkelanjutan. Kegiatan Training of Facilitator Inventarisasi Hutan Nasional (ToF IHN) 2.0 merupakan kerjasama antara Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan Kementerian Kehutanan dan Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Kehutanan Indonesia (FOReTIKA).
Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Direktur Jenderal Planologi Kehutanan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Ade Tri Ajikusuma, S.E., CGCAE, IIAP. Dalam sambutannya, Dirjen Planologi Kehutanan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia atas terselenggaranya Training of Facilitator Inventarisasi Hutan Nasional (ToF IHN) 2.0. Lebih lanjut, Ade Tri Ajikusuma menyatakan bahwa Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan melalui Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan (IPSDH) memiliki peran sebagai koordinator pelaksanaan Inventarisasi Hutan Nasional sejak tahun 1989 (melalui Temporary Sampling Plot dan Permanent Sampling Plot). IHN bertujuan menyediakan data potensi sumber daya hutan, yang didukung oleh kegiatan pemantauan hutan sebagai evaluasi berkelanjutan.

Selanjutnya, peserta menerima materi pengantar mengenai Inventarisasi Hutan Nasional (IHN) 2.0 yang disampaikan oleh Widyaiswara dari Pusat Pendidikan dan Latihan Sumber Daya Manusia (Pusdiklat SDM) Kementerian Kehutanan dan tim pengembang IHN 2.0 dari Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan, Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan, Kementerian Kehutanan. Materi pelatihan mencakup aspek kebijakan, teknis, administrasi, dan penguatan peran serta fasilitator dalam implementasi IHN 2.0. Selain itu, peserta juga mengikuti sesi praktik pengenalan berbagai alat ukur dan aplikasi yang digunakan dalam kegiatan inventarisasi hutan seperti Vertex dan aplikasi Collect Mobile.
Memasuki hari kedua, kegiatan diisi dengan pemaparan materi oleh Dr. Tatang Tiryana, salah satu tim ahli dalam pengembangan IHN 2.0. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai filosofi desain plot pengukuran serta teknik-teknik pengukuran dimensi tanaman yang menjadi dasar dalam pengumpulan data lapangan.

Kegiatan ToF IHN 2.0 bertujuan untuk meningkatkan kapasitas fasilitator dan menghasilkan inventarisasi hutan yang efektif, efisien, serta data yang akurat dan akuntabel. IHN memiliki peran strategis sebagai dasar penyusunan kebijakan, perencanaan, dan evaluasi pembangunan kehutanan yang memerlukan data akurat dan berkelanjutan.
Pada hari ketiga dan keempat, peserta mengikuti praktik lapangan. Hari ketiga difokuskan pada pengukuran di plot hutan mangrove, sementara hari keempat dilanjutkan dengan praktik pengukuran di plot hutan lahan kering. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam menerapkan metode Inventarisasi hutan sesuai dengan standar IHN 2.0.

Kegiatan ditutup pada hari kelima diisi dengan presentasi dan pelaporan hasil praktik inventarisasi hutan dengan metode IHN 2.0 oleh peserta. Kemudian dilanjutkan dengan acara penutupan yang dilakukan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Herban Heryandana, S.Hut., M.Sc. Sesditjen Planologi Kehutanan menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, narasumber, fasilitator, dan panitia atas terselenggaranya kegiatan dengan baik. Lebih lanjut, Herban Heryanda menyampaikan bahwa IHN 2.0 merupakan pengembangan sistem inventarisasi hutan yang adaptif terhadap kebutuhan data dan perkembangan teknologi, sehingga memerlukan peningkatan kapasitas dalam implementasinya. Arahan kedepan dalam IHN 2.0 antara lain:
- Impelementasi metode secara konsisten dan sesuai standar
- Menjadi kualitas dan akuntabilitas data
- Pemanfaatan teknologi dan sistem digital
- Penguatan koordinasi lintas unit
- Menjaga integritas dan profesionalisme
- Memberikan masukan untuk pengembangan IHN 2.0 kedepannya.

Diakhir kegiatan penutupan, diberikan apresiasi oleh panitia penyelenggara untuk 3 peserta terbaik. Salah satu dosen dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada yaitu Dr. Ir. Rohman, S.Hut., MP., IPU merupakan salah satu dari 3 peserta terbaik dalam pelatihan tersebut. Partisipasi dosen Fakultas Kehutanan UGM dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen institusi dalam mendukung penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang inventarisasi hutan nasional, sekaligus berkontribusi untuk pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.
Penulis: Budi Mulyana