Yogyakarta – Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada kembali menunjukkan perannya di kancah internasional dengan sukses menjadi tuan rumah Forest Conservation and Sustainable Use in Asia (FOCUS-Asia) 2026. Kegiatan ini berlangsung pada 18–24 April 2026 dan diikuti oleh akademisi, peneliti, serta praktisi kehutanan dari berbagai negara di Asia.
Kegiatan FOCUS-Asia 2026 ini diharapkan dapat memperkuat jejaring internasional serta mendorong kolaborasi riset dan inovasi di bidang kehutanan utamanya hubungan antara hutan dan manusia ujar Prof. Dr. Ir. Sri Rahayu, M.P., sebagai Ketua Penyelenggara. Fakultas Kehutanan UGM berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik pengelolaan hutan yang berkelanjutan di tingkat global.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan budaya ke Candi Prambanan, termasuk menyaksikan pertunjukan Ramayana Ballet. Acara resmi dibuka pada 19 April 2026 oleh Prof. Ir. Widiyatno, S.Hut., M.Sc., Ph.D., IPM., selaku Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kerja Sama Fakultas Kehutanan UGM, disusul sambutan dari Prof. Dr. Puji Astuti, Ssi.,M.Sc., Apt., selaku Direktur Kemitraan dan Relasi Global Universitas Gadjah Mada.
Konferensi ini menghadirkan sejumlah pembicara kunci dari berbagai negara dan diikuti oleh 83 peserta baik dari Indonesia, China, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Malaysia dan Srilanka. Topik yang diangkat mencakup strategi konservasi satwa liar, pengelolaan hutan berkelanjutan, hingga integrasi budaya lokal dalam pelestarian ekosistem.
Selain sesi keynote, kegiatan juga diisi dengan presentasi ilmiah yang membahas berbagai isu kehutanan terkini, seperti rehabilitasi ekosistem, perubahan iklim, keanekaragaman hayati, serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan hutan. Diskusi interaktif antar peserta menjadi wadah kolaborasi lintas negara dalam menjawab tantangan global sektor kehutanan. Kegiatan Workshop ditutup oleh Dekan Fakultas Kehutanan dalam sambutannya menyampaikan bahwa konferensi internasional ini bertujuan untuk mempertemukan para peneliti dan praktisi yang terlibat dalam studi hubungan antara hutan dan manusia, guna membangun jaringan kolaboratif serta memperdalam diskusi lintas disiplin.

Pada hari berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi poster, diskusi panel, serta penutupan yang diisi dengan pemberian penghargaan kepada peserta presentasi poster terbaik. Tidak hanya itu, peserta juga diajak mengikuti kegiatan lapangan ke Wanagama Eco Edu Forest, Taman Nasional Gunung Merapi, Taman jamu PT Naturindo Fresh hingga Candi Borobudur sebagai bagian dari pembelajaran langsung dan pengenalan lanskap kehutanan Indonesia.
Penulis: Dian
Editor: Sri Rahayu & Budi Mulyana