BLORA/NGAWI (12/05/2026) – Tim Project Management Unit (PMU) FOLU Net Sink 2030 telah melaksanakan monitoring progres kegiatan dan kunjungan lapangan di KHDTK Diklathut UGM Blora-Ngawi. Kegiatan ini merupakan upaya PMU dalam mengawal keberhasilan kegiatan Implementing Partner ( IP) Fakultas Kehutanan (Getas). Muhammad Hanif, Project Leader FOLU Netsink 2030, menyatakan kegiatan ini merupakan momen untuk mengonfirmasi laporan yang telah dikumpulkan triwulan sebelumnya.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ir. Sawitri, S.Hut., M.Sc., Ph.D. selaku koordinator teknis IP Fakultas Kehutanan (Getas) dan Dr. Ir. Tri Atmojo, S.Hut., M.T., IPU. selaku tim safeguard. Kegiatan yang dirangkai dengan diskusi ini juga dihadiri oleh tim lapangan yang terdiri dari pendamping lapangan dan tim keamanan. Agenda berikutnya yaitu pemaparan progres dan diskusi. Diskusi berlangsung dengan kondusif dan berjalan dua arah. Tim PMU memberikan beberapa pertanyaan dan mengonfirmasi beberapa hal. Salah satunya terkait keterlibatan gender dalam project ini, Dr. Ir. Tri Atmojo, S.Hut., M.T., IPU. memaparkan bahwa terdapat pembagian peran antara laki-laki dan perempuan untuk pekerjaan lapangan. Pembagian itu tidak terlepas dari budaya Jawa. Kebanyakan laki-laki yang bekerja di lapangan sedangkan perempuan diberdayakan pada persemaian dan persiapan acara seperti penyiapan konsumsi. Harapan tim IP Fakultas Kehutanan UGM (Getas) dapat memenuhi target 30% pelibatan perempuan dalam project ini.

Setelah diskusi, kegiatan selanjutnya yaitu kunjungan ke lahan. Kegiatan penanaman tahun 2025 dilaksanakan di 9 Petak pada tiga Hutan Wengkon Desa (HWD) yaitu Cantel, Getas, dan Nglebak. Pada kegiatan ini, petak yang dikunjungi meliputi Petak 25, 26, dan 33 pada HWD Cantel dan Petak 146 dan 150 pada HWD Nglebak. Tim mengunjungi beberapa lahan andil (lahan kelola masyarakat) dan melihat bibit yang telah tertanam. Tanaman kaliandra merupakan jenis yang paling cepat tumbuh, kemudian jati dan alpukat juga tumbuh dengan baik. Namun, jenis kayu putih tampaknya kurang cocok, sehingga banyak bibit yang mati. Beberapa faktornya yaitu tanah yang terlalu kering dan serangan rayap.
Rombongan bertemu dengan petani di salah satu lahan andil. Dalam dialog singkat yang terjalin, petani tersebut menyampaikan bahwa kendala yang sering dihadapi terkait ketersediaan air. Melalui dialog singkat tersebut, Tim Fakultas Kehutanan menyampaikan besar harapan mereka masyarakat turut mendukung project ini dengan cara merawat tanaman di lahan masing-masing. Pada akhir kegiatan, Tim PMU menyampaikan pesan dan arahan untuk ditindaklanjuti. Harapan dari PMU kegiatan FOLU ini bisa berhasil dan mencapai target sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat.
Penulis: Maulida Muhadini
Editor: Budi Mulyana
Dokumentasi: Charisma Marseliyatin, Dela Bintang, dan Muhamad Thoriq Akbar Yusuf.