Kegiatan praktik lapangan ini disambut langsung oleh Bapak Andrie Syailendra, S.Hut., selaku Administratur/Kepala Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam memahami dan menerapkan teknik pemanenan hasil hutan yang efektif, efisien, aman, dan berwawasan lingkungan, sebagai upaya mendukung prinsip-prinsip pengelolaan hutan lestari. Melalui pembelajaran langsung di lapangan, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menghubungkan pengetahuan teoritis yang diperoleh di kelas dengan kondisi nyata dalam kegiatan pemanenan hutan.
Praktik lapangan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman lapangan kepada mahasiswa mengenai penerapan teknik pemanenan yang dapat meminimalkan dampak terhadap tegakan tinggal, tanah, dan lingkungan sekitar. Selain itu, mahasiswa juga dilatih untuk mengidentifikasi potensi kerusakan yang ditimbulkan oleh kegiatan pemanenan serta memahami berbagai upaya mitigasi yang dapat diterapkan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pengarahan mengenai prinsip-prinsip pemanenan ramah lingkungan, melakukan observasi pada areal tebangan, serta mengidentifikasi pohon yang akan ditebang dan tegakan yang tersisa. Praktik juga mencakup demonstrasi teknik penebangan terarah (directional felling), pengamatan jalur sarad dan tempat pengumpulan kayu, serta evaluasi dampak kegiatan pemanenan terhadap lingkungan dan tegakan yang tersisa.

Interaksi antara mahasiswa, dosen pendamping, dan petugas lapangan Perhutani menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Diskusi lapangan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memahami tantangan teknis dan operasional dalam pelaksanaan pemanenan hutan, sekaligus mendalami penerapan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam kegiatan pemanenan hasil hutan.
Dari kegiatan praktik ini, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perencanaan kegiatan pemanenan, penerapan teknik penebangan yang aman dan terarah, pengurangan kerusakan terhadap tegakan tinggal, serta pengelolaan jalur sarad yang dapat meminimalkan gangguan terhadap tanah dan vegetasi. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa sebagai calon profesional kehutanan yang mampu menerapkan pendekatan pemanenan hasil hutan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat hubungan akademik dan kolaborasi antara Fakultas Kehutanan UGM dan Perum Perhutani, khususnya dalam mendukung proses pendidikan kehutanan berbasis pengalaman di lapangan. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan pengelola hutan menjadi penting untuk memastikan bahwa lulusan kehutanan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pengelolaan hutan di lapangan serta mampu berkontribusi pada pembangunan kehutanan yang berkelanjutan.
Penerapan Reduced Impact Logging (RIL) juga memiliki keterkaitan erat dengan agenda pembangunan berkelanjutan secara global. Kegiatan ini secara khusus mendukung SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis praktik yang meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa. Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap SDG 8: Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan pemahaman mengenai praktik kerja yang aman serta penerapan prinsip K3 dalam kegiatan pemanenan hutan.
Selain itu, penerapan teknik pemanenan yang berupaya mengurangi kerusakan pada tegakan tinggal, tanah, dan vegetasi mendukung SDG 12: Responsible Consumption and Production (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan sumber daya hutan yang lebih efisien dan bertanggung jawab. Dalam konteks perlindungan ekosistem daratan, kegiatan ini juga berkontribusi pada SDG 15: Life on Land (Ekosistem Daratan) dengan mendorong praktik pengelolaan dan pemanfaatan hutan yang meminimalkan dampak terhadap ekosistem.
Melalui kegiatan pembelajaran lapangan seperti ini, Fakultas Kehutanan UGM terus berkomitmen untuk menghasilkan sumber daya manusia kehutanan yang memiliki kompetensi teknis, kesadaran lingkungan, serta kemampuan menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan hutan yang lestari. Praktik pemanenan ramah lingkungan menjadi salah satu bentuk nyata pembelajaran yang mengintegrasikan aspek produksi, keselamatan kerja, efisiensi, dan kelestarian lingkungan dalam pengelolaan sumber daya hutan di Indonesia.
Penulis: Febriyanto Ismu Nugroho & Hermudananto
Editor : Budi Mulyana