Yogyakarta, 31 Juli 2026 – Universitas Gadjah Mada (UGM) akan kembali menyambut mahasiswa baru melalui PIONIR Gadjah Mada 2026, kegiatan resmi universitas untuk orientasi dan pengenalan kampus bagi para mahasiswa baru. Pada tahun 2026, UGM menerima sebanyak 11.099 mahasiswa baru yang akan mengikuti rangkaian PIONIR Gadjah Mada dengan mengedepankan nilai-nilai luhur dan jati diri UGM, kecerdasan berpikir, kedewasaan dalam bertutur kata dan bertindak, sikap inklusif, anti kekerasan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.
PIONIR Gadjah Mada 2026 mengusung tema “Mengukir Jati Diri Gadjah Mada Muda Berdikari Membangun Bangsa”. Tema tersebut merefleksikan proses mahasiswa baru dalam mengenali dan meneguhkan nilai-nilai ke-UGM-an, membangun kemandirian dan keberanian dalam menghadapi tantangan, serta menumbuhkan semangat kontribusi melalui gagasan, karya, dan tindakan yang berdampak bagi masyarakat dan bangsa.
Melalui PIONIR Gadjah Mada, mahasiswa baru diharapkan memahami sejarah, filosofi, nilai-nilai, dan peraturan yang berlaku di UGM; mengenal sarana dan prasarana pendukung kegiatan akademik; memahami keberagaman dan karakter multikultural UGM; serta menumbuhkan inisiatif dan kepedulian. Selain itu, mahasiswa dibekali keterampilan untuk menjadi pembelajar yang sukses, mampu berpikir, bertutur kata, dan bertindak secara dewasa serta berkomitmen terhadap prinsip anti kekerasan, baik secara fisik maupun mental. Rangkaian kegiatan juga diarahkan untuk mendorong mahasiswa melaksanakan aksi sosial melalui action plan di masyarakat.
Rangkaian PIONIR Gadjah Mada 2026 dilaksanakan pada 3–15 Agustus 2026, diawali dengan Upacara Pembukaan pada 3 Agustus, dilanjutkan dengan PIONIR Kelompok Kegiatan Universitas pada 3–4 Agustus, Kelompok Kegiatan Fakultas/Sekolah pada 5–6 Agustus, Kelompok Kegiatan Soft Skills pada 7–8 Agustus, Action Plan pada 10–14 Agustus, dan diakhiri dengan Upacara Penutupan pada 15 Agustus 2026.
PIONIR Pelestari 2026: “Rimbawan Kolaboratif untuk Transformasi Hutan Lestari”

Sebagai bagian dari rangkaian PIONIR Gadjah Mada, Fakultas Kehutanan UGM akan menyambut 314 mahasiswa baru melalui kegiatan PIONIR Pelestari 2026 yang akan dilaksanakan pada 5–6 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 143 mahasiswa laki-laki dan 171 mahasiswa perempuan.
PIONIR Pelestari merupakan kegiatan pengenalan fakultas bagi mahasiswa baru Fakultas Kehutanan UGM. Nama “PIONIR Pelestari” kembali diusung sebagai bentuk keberlanjutan nilai-nilai pelestarian hutan dan ekosistem yang telah dibangun pada tahun-tahun sebelumnya. Nilai tersebut diharapkan dapat terus dilanjutkan dan diwariskan kepada generasi rimbawan berikutnya.
PIONIR Pelestari 2026 mengangkat tema “Rimbawan Kolaboratif Transformasi Hutan Lestari”. Tema ini menjadi landasan untuk membangun rimbawan muda yang mampu berkolaborasi, beradaptasi, dan berinovasi dalam mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari dan berkelanjutan.
Melalui semangat kebersamaan dan sinergi antarrimbawan, PIONIR Pelestari 2026 diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk memahami peran strategis generasi muda kehutanan dalam menghadapi tantangan lingkungan, memperkuat kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan, serta mendorong transformasi pengelolaan dan kebijakan di sektor kehutanan. Sebagai garda terdepan dalam pelestarian sumber daya hutan, rimbawan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung pembangunan bangsa yang berwawasan lingkungan.
Mahasiswa Baru dari Berbagai Penjuru Indonesia

Sebanyak 314 mahasiswa baru Fakultas Kehutanan UGM tahun 2026 berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Sebaran mahasiswa tersebut menunjukkan keberagaman latar belakang dan wilayah asal yang menjadi bagian penting dari kehidupan akademik di Fakultas Kehutanan UGM.
Mahasiswa baru Fakultas Kehutanan UGM Tahun 2026 berasal dari 20 provinsi di Indonesia. Mayoritas berasal dari Jawa Tengah sebanyak 115 orang, diikuti DI Yogyakarta 93 orang, Jawa Timur 33 orang, Jawa Barat 27 orang, DKI Jakarta 10 orang, dan Sumatra Utara 6 orang. Selanjutnya, terdapat 5 orang dari Papua Selatan, masing-masing 4 orang dari Bali dan Banten, masing-masing 2 orang dari Jambi, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatra Selatan, serta masing-masing 1 orang dari Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Lampung, Riau, Sulawesi Tengah, dan Sumatra Barat.
Keragaman asal daerah tersebut menjadi modal penting dalam membangun lingkungan pembelajaran yang inklusif, multikultural, dan saling memperkaya. Mahasiswa diharapkan dapat belajar tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga dari keberagaman pengalaman dan perspektif sesama calon rimbawan dari berbagai wilayah di Indonesia.
Dua Hari Penuh Pengenalan dan Penguatan Jati Diri Rimbawan
Rangkaian PIONIR Pelestari 2026 di Fakultas Kehutanan UGM akan dimulai pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kegiatan hari pertama diawali dengan Opening Ceremony dan Parade Gema Nala, dilanjutkan dengan Talk Show Pengenalan Fakultas, yang mencakup sejarah, nilai-nilai, visi dan misi, serta manajemen sistem pembelajaran di Fakultas Kehutanan UGM.
Mahasiswa baru juga akan mengikuti Talk Show Kebijakan, Peran dan Tanggung Jawab Rimbawan, Tour de Faculty, pengenalan Dosen Pembimbing Akademik (DPA), serta kegiatan Karya Wanantara.
Pada Kamis, 6 Agustus 2026, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Talk Show Peran Alumni dan Career Development Center (CDC-Forestry UGM). Sesi ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada mahasiswa baru mengenai perjalanan karier lulusan kehutanan, peluang pengembangan kompetensi, serta kesiapan dalam menghadapi dunia profesional.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan outbound “Kelana Belantara” di Wisdom Park UGM. Melalui berbagai permainan dan aktivitas kolaboratif, mahasiswa akan diajak untuk menghayati dan menerapkan sembilan nilai rimbawan sebagai fondasi karakter dalam kehidupan akademik maupun profesional.
Rangkaian PIONIR Pelestari 2026 ditutup melalui kegiatan “Jejak Rimbawan: Membangun Tapak Kehidupan Bangsa” dan Closing Ceremony. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk memulai perjalanan sebagai bagian dari keluarga besar Fakultas Kehutanan UGM sekaligus mempersiapkan diri menjadi rimbawan yang berintegritas, kompeten, kolaboratif, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Dalam pelaksanaan PIONIR Pelestari 2026, Koordinator Gugus adalah Ir. Hermudananto, S.Hut., M.Sc., IPM, ASEAN Eng., sedangkan Koordinator Umum adalah Antonius Ivan Christian, mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM angkatan 2023.
Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
PIONIR Pelestari 2026 selaras dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kapasitas dan karakter mahasiswa sebagai pembelajar; SDG 5: Kesetaraan Gender melalui lingkungan pendidikan yang inklusif dan setara; SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengenalan dunia profesi, pengembangan kompetensi, dan peran CDC-Forestry UGM; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui penguatan kesadaran generasi muda terhadap tantangan lingkungan; SDG 15: Ekosistem Daratan melalui peneguhan nilai-nilai pelestarian hutan dan pengelolaan ekosistem berkelanjutan; serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui penguatan kolaborasi dan sinergi antarmahasiswa, sivitas akademika, alumni, dan berbagai pemangku kepentingan.

Melalui PIONIR Pelestari 2026, Fakultas Kehutanan UGM akan menyambut 314 mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar rimbawan. Dengan semangat “Rimbawan Kolaboratif Transformasi Hutan Lestari”, para mahasiswa baru diharapkan mampu mengukir jati diri sebagai Gadjah Mada Muda yang berdikari, berintegritas, dan siap berkontribusi dalam membangun bangsa melalui pengelolaan hutan dan lingkungan yang lestari bagi generasi masa kini dan masa depan.
Penulis: Hermudananto
Editor : Dwiko Budi Permadi, Budi Mulyana