Yogyakarta – Mahasiswa minat Konservasi Sumber Daya Hutan (KSDH), Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (FKT UGM), melaksanakan Praktik Jurusan (PJUR) KSDH Periode I Tahun 2026 sebagai bagian dari pembelajaran berbasis lapangan yang bertujuan memperkuat kompetensi akademik sekaligus kemampuan memecahkan berbagai persoalan konservasi secara nyata. Kegiatan berlangsung selama 3 bulan (3 Juni–30 Agustus 2026), dengan pelaksanaan praktik lapangan sebagai agenda utama pada tanggal 13–22 Juli 2026 di Resort Selo dan Resort Kopeng, Taman Nasional Gunung Merbabu.
Sebanyak 10 mahasiswa angkatan 2023 mengikuti kegiatan ini dan dibagi ke dalam dua kelompok. Kelompok I dibimbing oleh Ir. Muhammad Chrisna Satriagasa, Ph.D., sedangkan Kelompok II dibimbing oleh Ir. Dr. Rhomi Ardiansyah. Melalui praktik ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam mengidentifikasi permasalahan, mengumpulkan data lapangan, menganalisis kondisi kawasan, hingga menyusun rekomendasi pengelolaan berdasarkan pendekatan ilmiah yang telah dipelajari selama perkuliahan.

Kelompok I yang dibimbing oleh Muhammad Chrisna Satriagasa melaksanakan kajian di Resort Selo dengan fokus pada upaya konservasi Tuk Pakis, salah satu sumber mata air penting di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu. Kajian dilakukan secara multidisiplin dengan mengintegrasikan berbagai aspek konservasi sumber daya hutan, mulai dari kondisi biofisik kawasan, karakteristik daerah tangkapan air, kondisi vegetasi, hingga aspek sosial yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya air. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi pengelolaan yang mendukung keberlanjutan fungsi mata air sekaligus menjaga kelestarian ekosistem hutan di sekitarnya.
Sementara itu, Kelompok II di bawah bimbingan Ir. Dr. Rhomi Ardiansyah melaksanakan kajian di Resort Kopeng dengan fokus pada analisis daya dukung kawasan wisata Spekta. Kajian ini bertujuan mengevaluasi kapasitas kawasan dalam mendukung aktivitas wisata alam tanpa mengurangi kualitas lingkungan maupun fungsi konservasi kawasan. Hasil kajian diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengelola taman nasional dalam mewujudkan pengembangan pariwisata alam yang berkelanjutan dan berbasis konservasi.
Praktik Jurusan KSDH tidak hanya menjadi sarana penerapan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga membentuk kemampuan mahasiswa dalam bekerja secara kolaboratif, berinteraksi dengan pengelola kawasan konservasi, serta menyusun solusi berbasis data terhadap berbagai tantangan pengelolaan sumber daya hutan. Melalui pengalaman langsung di lapangan, mahasiswa diharapkan memiliki kompetensi profesional yang semakin kuat sebagai calon konservasionis yang mampu menjawab tantangan pengelolaan kawasan konservasi di masa depan.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara Fakultas Kehutanan UGM dengan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu dalam mendukung pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan.
Penulis : Satriagasa
Editor : Budi Mulyana
Dokumentasi : Tim PJUR KSDH FKT UGM