• UGM
  • Academic Portal
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Fakultas Kehutanan
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Sambutan Dekan
    • Selayang Pandang
    • VISI MISI
    • Sejarah Fakultas
    • Pimpinan Fakultas
    • Pimpinan Departemen
    • Pimpinan Program Studi
    • Pimpinan Laboratorium
    • DOSEN
    • STAFF TENDIK
    • Laporan TAHUNAN Dekan
    • ALUMNI
  • Akademik
    • PROGRAM SARJANA
    • PROGRAM MAGISTER
    • PROGRAM DOKTOR
    • PROGRAM PROFESI
    • AKREDITASI PROGRAM STUDI
    • Double Degree
    • KALENDER AKADEMIK
  • KEMAHASISWAAN
    • KEMAHASISWAAN
    • LEM-DPM
      • Lembaga Eksekutif Mahasiswa
      • Dewan Perwakilan Mahasiswa
    • BSO
      • Mapala Silvagama
      • KSK
      • IFSA LC UGM
      • FSC
      • KMIK
      • KMKK BONITA
    • HMM
      • FORESTECH
      • HIMABA
      • FORESTATION
      • KMMH
    • PIONIR UGM
  • RISET & INOVASI
    • Publikasi Riset Dosen & Mahasiswa
    • HKI/PATEN/HAK CIPTA
    • Jurnal Ilmu Kehutanan
    • KERJASAMA
    • PUSAT KAJIAN
      • “SEBIJAK” INSTITUTE
      • SJB
      • PUSAT KAJIAN KEHUTANAN SOSIAL
    • KHDTK WANAGAMA
  • ADMISI
    • SARJANA KEHUTANAN
    • PROFESI INSINYUR KEHUTANAN
    • MAGISTER ILMU KEHUTANAN
    • DOKTOR ILMU KEHUTANAN
  • PENJAMINAN MUTU
  • Beranda
  • News
  • PELATIHAN PENANGANAN JAMUR KARAT INVASIF SEBAGAI UPAYA PERLINDUNGAN KEANEKARAGAMAN HAYATI DI TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI

PELATIHAN PENANGANAN JAMUR KARAT INVASIF SEBAGAI UPAYA PERLINDUNGAN KEANEKARAGAMAN HAYATI DI TAMAN NASIONAL GUNUNG MERAPI

  • News, Rilis
  • 7 August 2026, 08.52
  • Oleh: andykurniawan
  • 0

Fakultas Kehutanan UGM melalui program pengabdian kepada masyarakat oleh Magister Ilmu Kehutanan telah melaksanakan pelatihan dengan tema “PENGENALAN JAMUR KARAT INFASIF Austropuccinia psidii DAN PENANGANANNYA “ di Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) pada  hari Rabu, 5 Agustus 2026. Pelatihan diikuti oleh 30 orang peserta, terdiri dari 11 orang  staf pengelola TNGM,  9 orang masyarakat sekitar  lereng Merapi di bawah binaan  TNGM , dan 10 orang dosen, staf, serta mahasiswa S1, S2, dan S3 Fakultas Kehutanan UGM.

Jamur karat  jenis A. psidii  yang bersifat invasif  telah berkembang secara global  di seluruh  dunia.  Pertama dilaporkan di Amerika  Selatan, kemudian dengan cepat menyebar dan ditemukan di  benua Afrika dan  Australia (tahun 2010).  Jamur invasif ini utamanya menyerang anggota famili Myrtaceae (jambu-jambuan), yang tersebar luas dan menjadi  famili terbesar penyusun vegetasi di banyak benua.  Perlahan namun pasti, jamur ini menyebabkan  kerusakan jaringan pada tanaman muda, seperti daun muda, pucuk, buah, maupun bunga, serta menurunkan kemampuan tumbuh hingga mematikan tanaman.  Berbagai laporan di dunia  mencatat bahwa jamur invasif ini telah menyebabkan punahnya beberapa jenis  tanaman  asli,  yang selanjutnya mengakibatkan penurunan biodiversitas berbagai jenis ekosistem  di dunia.

Jamur A. psidii terdeteksi pertama kali di Kawasan TNGM pada awal tahun 2023, pada tanaman salam (Syzygium polyanthum), kemudian pada tanaman  duwet (Syzygium cumini).  Jamur tersebut berkembang cepat, menyebabkan kerusakan, dan menghambat pertumbuhan jenis-jenis pohon tersebut hingga saat ini.  Mengingat  jenis jambu-jambuan yang bersifat  asli maupun nonasli di  lereng Merapi banyak tumbuh di Kawasan TNGM,  dikhawatirkan dalam jangka  waktu yang panjang, jamur ini berisiko  merusak dan memusnahkan jenis-jenis pohon tersebut. Beberapa jenis tanaman jambu-jambuan juga banyak yang berfungsi sebagai pakan satwa, baik burung maupun mamalia, sehingga kerusakan pada jenis-jenis tanaman tersebut dapat berdampak negatif pada keberadaan dan populasi satwa di Kawasan TNGM.  Oleh karena itu, pelatihan pengenalan dan penanganan jamur invasif ini  dipandang sangat perlu dilakukan.

Pelatihan dimulai dengan  memberikan qusioner  (Pre test) dilanjutkan dengan  pemaparan materi dan diskusi,  praktek  pengenalan dan penanganan  di lapangan, dan diakhiri dengan diskusi penutup serta mengisikan questioner (Post test). Semua peserta pelatihan sangat antusias dan berperan aktif selama mengikuti pelatihan ini.  Hasil pengenalan dan praktik penanganan oleh masyarakat maupun staf TNGM  di kawasan masing-masing, antara lain Kali Kuning, Cangkringan, Dukun, Musuk, dan Selo , nantinya akan  dilaporkan kembali dan dievaluasi bersama pada  akhir bulan September 2026. Program pengabdian monitoring jamur  invasif  A. psidii ini  dirancang  untuk dilaksanakan minimal  hingga 3 tahun mendatang.

 

Penulis & Dokumentasi: Sri Rahayu

Editor: Budi Mulyana

Tags: SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim SDG 15 Ekosistem Daratan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 4 Pendidikan Berkualitas

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS KEHUTANAN
Universitas Gadjah Mada
Jl. Agro No. 1 Bulaksumur Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 512102, 6491420 Fax. (0274) 550541
Email: fkt@ugm.ac.id

UNIVERSITY ADMISSION

  • SNMPTN
  • SBMPTN
  • PBUTM
  • UTUL

DEPARTMENT

  • Forest Management
  • Forest Product Technology
  • Silviculture
  • Forest Resource Conservation

Informasi Publik

  • Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

© FKT - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju