
Yogyakarta, 13 Agustus 2026, Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menambah jajaran guru besarnya. Prof. Ir. Eny Faridah, M.Sc., Ph.D., IPM, ASEAN Eng., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Fisiologi Pohon pada Fakultas Kehutanan UGM. Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat di Balai Senat Universitas Gadjah Mada, dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, pimpinan Fakultas Kehutanan, sivitas akademika, mitra kerja sama, keluarga besar, serta para tamu undangan.
Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Eny Faridah mengangkat tema “Fisiologi Pohon dalam Cekaman Perubahan Iklim: Tantangan Mengelola Tanaman untuk Rehabilitasi Hutan.” Melalui pidato tersebut, ia memaparkan bagaimana perubahan iklim yang ditandai dengan meningkatnya suhu, pergeseran pola curah hujan, serta intensitas kekeringan yang semakin sering terjadi, memberikan tekanan fisiologis nyata terhadap pertumbuhan dan daya tahan tanaman hutan, khususnya pada fase pembibitan dan awal penanaman yang menjadi titik kritis keberhasilan program rehabilitasi hutan.
Prof. Eny Faridah menekankan bahwa pemahaman mendalam tentang respons fisiologis pohon terhadap cekaman lingkungan, seperti efisiensi penggunaan air, mekanisme adaptasi stomata, serta interaksi antar tanaman, menjadi kunci dalam menentukan strategi pemilihan jenis dan teknik silvikultur yang tepat untuk program rehabilitasi hutan di Indonesia. Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan rehabilitasi hutan tidak dapat hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, melainkan dari daya tumbuh dan ketahanan jangka panjang tegakan yang terbentuk.

Pengukuhan ini menandai capaian akademik tertinggi bagi Prof. Eny Faridah setelah menempuh perjalanan panjang sebagai peneliti dan pengajar di Fakultas Kehutanan UGM. Dengan kepakarannya di bidang fisiologi pohon, ia dikenal aktif dalam berbagai penelitian yang berkaitan dengan fisiologi pohon serta untuk keperluan rehabilitasi hutan.
Di penghujung pidatonya, Prof. Eny Faridah menyampaikan harapannya agar kajian fisiologi pohon dapat semakin diarahkan untuk mendukung kebijakan dan praktik pengelolaan hutan yang adaptif terhadap perubahan iklim. Ia mendorong sinergi lintas disiplin ilmu, mulai dari fisiologi tanaman, ilmu tanah, hingga silvikultur, guna menghasilkan pendekatan rehabilitasi hutan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Dengan pengukuhan ini, Fakultas Kehutanan UGM kini memiliki tambahan guru besar yang diharapkan dapat terus memperkuat riset dan kontribusi keilmuan, khususnya dalam upaya mendukung rehabilitasi hutan Indonesia di tengah tantangan krisis iklim global.
Penulis: Nesty
Dokumentasi: Humas UGM