• UGM
  • Academic Portal
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Fakultas Kehutanan
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Sambutan Dekan
    • Selayang Pandang
    • VISI MISI
    • Sejarah Fakultas
    • Pimpinan Fakultas
    • Pimpinan Departemen
    • Pimpinan Program Studi
    • Pimpinan Laboratorium
    • DOSEN
    • STAFF TENDIK
    • Laporan TAHUNAN Dekan
    • ALUMNI
  • Akademik
    • PROGRAM SARJANA
    • PROGRAM MAGISTER
    • PROGRAM DOKTOR
    • PROGRAM PROFESI
    • AKREDITASI PROGRAM STUDI
    • Double Degree
    • KALENDER AKADEMIK
  • KEMAHASISWAAN
    • KEMAHASISWAAN
    • LEM-DPM
      • Lembaga Eksekutif Mahasiswa
      • Dewan Perwakilan Mahasiswa
    • BSO
      • Mapala Silvagama
      • KSK
      • IFSA LC UGM
      • FSC
      • KMIK
      • KMKK BONITA
    • HMM
      • FORESTECH
      • HIMABA
      • FORESTATION
      • KMMH
    • PIONIR UGM
  • RISET & INOVASI
    • Publikasi Riset Dosen & Mahasiswa
    • HKI/PATEN/HAK CIPTA
    • Jurnal Ilmu Kehutanan
    • KERJASAMA
    • PUSAT KAJIAN
      • “SEBIJAK” INSTITUTE
      • SJB
      • PUSAT KAJIAN KEHUTANAN SOSIAL
    • KHDTK WANAGAMA
  • ADMISI
    • SARJANA KEHUTANAN
    • PROFESI INSINYUR KEHUTANAN
    • MAGISTER ILMU KEHUTANAN
    • DOKTOR ILMU KEHUTANAN
  • PENJAMINAN MUTU
  • Beranda
  • News
  • Fakultas Kehutanan UGM dan APAFRI Gelar Workshop Pengelolaan Spesies Asing Invasif Pasca-Erupsi Merapi

Fakultas Kehutanan UGM dan APAFRI Gelar Workshop Pengelolaan Spesies Asing Invasif Pasca-Erupsi Merapi

  • News, Rilis
  • 27 August 2026, 02.44
  • Oleh: andykurniawan
  • 0

Yogyakarta, 26 Agustus 2026 – Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (FKT UGM) bekerja sama dengan Asia Pacific Association of Forestry Research Institutions (APAFRI) menyelenggarakan workshop bertajuk “Management of Invasive Alien Species (IAS)”, Rabu (26/8). Kegiatan yang berlangsung di Grafika Room, UC Hotel UGM, Yogyakarta, ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas dalam pengelolaan spesies asing invasif pada ekosistem pasca-erupsi Gunung Merapi.

Workshop ini merupakan bagian dari proyek penelitian “Integrating Conservation and Community Development Through Biodiversity-Based Ecotourism in Post-Eruption Mount Merapi: Ecosystem Dynamics and Community Impact” yang didukung melalui APAFRI Research Fund. Salah satu tujuan khusus proyek tersebut adalah meningkatkan kapasitas dan keahlian teknis dalam menilai suksesi hutan serta mengelola tumbuhan asing invasif. Workshop dirancang untuk membekali akademisi, peneliti, dan pengelola kawasan taman nasional dengan kerangka dasar serta pendekatan pengelolaan IAS di lapangan.

Persoalan spesies asing invasif menjadi perhatian penting dalam pemulihan ekosistem Gunung Merapi. Erupsi besar tahun 2010 menyebabkan aliran piroklastik yang berdampak luas pada vegetasi di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi dan meninggalkan area terbuka yang kemudian mengalami proses suksesi primer. Dalam perkembangannya, pemulihan hutan alami menghadapi tantangan akibat berkembangnya sejumlah tumbuhan introduksi dan non-native. Acacia decurrens dan Falcataria moluccana, misalnya, yang sebelumnya diperkenalkan untuk rehabilitasi lahan pasca-erupsi, berkembang secara invasif pada area terganggu dan berpotensi menghambat regenerasi jenis asli seperti puspa (Schima wallichii).

Selain kedua jenis tersebut, sejumlah tumbuhan bawah seperti kirinyuh (Chromolaena odorata), kolonjono (Brachiaria mutica), Lantana camara, Clidemia hirta, dan Mikania micrantha juga menjadi perhatian. Kemampuan berkompetisi, membentuk bank biji persisten, menghasilkan senyawa alelopati, dan memanfaatkan unsur hara dengan cepat memungkinkan tumbuhan invasif menekan keanekaragaman hayati asli dan mengubah struktur habitat.

Hadir sebagai narasumber Dr. K.V. Sankaran, mantan Direktur Kerala Forest Research Institute (KFRI) dan Coordinating Lead Author dalam IPBES Thematic Assessment of Invasive Alien Species. Dalam paparannya, Dr. Sankaran menjelaskan bahwa invasi biologis merupakan salah satu ancaman utama terhadap keanekaragaman hayati dan jasa ekosistem. Secara global, sekitar 37.000 spesies asing telah tercatat menetap di berbagai wilayah, dengan sekitar 3.500 di antaranya dikategorikan sebagai spesies asing invasif. IAS juga tercatat berkontribusi terhadap sekitar 60 persen dari kepunahan tumbuhan dan satwa secara global.

Pengelolaan IAS, menurut Dr. Sankaran, perlu disesuaikan dengan tahapan proses invasi. Pencegahan dan kesiapsiagaan menjadi pilihan ketika spesies belum masuk, sedangkan deteksi dini dan eradikasi dapat dilakukan pada tahap awal terbentuknya populasi. Ketika spesies telah menyebar, pengelolaan bergeser ke upaya pembatasan dan pengendalian. Pada kondisi ketika IAS telah tersebar luas, pengendalian perlu diikuti dengan restorasi ekosistem.

Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai berbagai pendekatan pengendalian, mulai dari metode fisik, kimia, dan biologis hingga pengelolaan tapak. Pemilihan metode perlu mempertimbangkan biologi spesies invasif, dampaknya terhadap spesies non-target, karakteristik lokasi, biaya, waktu, serta aspek legal. Berbagai pendekatan tersebut juga dapat dipadukan melalui integrated pest management untuk memperoleh hasil pengendalian yang lebih efektif dengan dampak lingkungan yang minimal.

Salah satu aspek yang ditekankan dalam workshop adalah pentingnya restorasi setelah pengendalian IAS. Area yang telah dibersihkan dari tumbuhan invasif perlu dipulihkan, antara lain melalui penanaman maupun penyebaran benih spesies asli. Pertumbuhan jenis asli dan terbentuknya kembali tutupan tajuk diharapkan dapat membantu menekan perkembangan tumbuhan asing pada tapak yang telah dikelola.

Workshop turut menghadirkan Prof. Dr. Ir. Sri Rahayu, M.P. dari Fakultas Kehutanan UGM sebagai fasilitator. Pembahasan tidak hanya diarahkan pada aspek ekologis dan teknis pengendalian spesies invasif, tetapi juga pada upaya mengintegrasikan pengelolaan IAS dengan ekowisata berbasis keanekaragaman hayati. Pendekatan tersebut menjadi penting dalam konteks kawasan Gunung Merapi yang memiliki dinamika ekosistem tinggi akibat erupsi sekaligus berinteraksi erat dengan aktivitas masyarakat di sekitarnya.

Selain pemaparan materi, kegiatan dilengkapi dengan Focus Group Discussion (FGD) yang menjadi ruang bertukar gagasan mengenai pengelolaan spesies invasif di kawasan pasca-erupsi dan kawasan konservasi pegunungan. Diskusi ini juga diarahkan untuk mengembangkan inisiatif kolaborasi penelitian antara dosen muda Fakultas Kehutanan UGM dengan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) dan Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb), khususnya dalam pengelolaan spesies asing invasif, keanekaragaman hayati, serta pemulihan ekosistem. Workshop diikuti oleh sekitar 25 peserta yang terdiri atas ilmuwan muda, peneliti, dosen Fakultas Kehutanan UGM, serta perwakilan dari kedua taman nasional.

Melalui workshop ini, Fakultas Kehutanan UGM bersama APAFRI mendorong penguatan jejaring dan kolaborasi antara akademisi, peneliti, serta pengelola kawasan konservasi, termasuk Taman Nasional Gunung Merapi dan Taman Nasional Gunung Merbabu. Kegiatan diharapkan menghasilkan rekomendasi pengelolaan IAS yang sesuai dengan karakteristik ekosistem setempat, meningkatkan kapasitas akademisi dan pengelola kawasan dalam menganalisis risiko serta strategi pengelolaan IAS, sekaligus membuka ruang pengembangan topik-topik penelitian kolaboratif.

 

 

Penulis : Satriagasa
Editor : Budi Mulyana
Dokumentasi : Tim dokumentasi Workshop Management of IAS

Tags: SDG 11 Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim SDG 15 Ekosistem Daratan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 4 Pendidikan Berkualitas SDG 8 pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS KEHUTANAN
Universitas Gadjah Mada
Jl. Agro No. 1 Bulaksumur Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 512102, 6491420 Fax. (0274) 550541
Email: fkt@ugm.ac.id

UNIVERSITY ADMISSION

  • SNMPTN
  • SBMPTN
  • PBUTM
  • UTUL

DEPARTMENT

  • Forest Management
  • Forest Product Technology
  • Silviculture
  • Forest Resource Conservation

Informasi Publik

  • Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

© FKT - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju