• UGM
  • Academic Portal
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Fakultas Kehutanan
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Sambutan Dekan
    • Selayang Pandang
    • VISI MISI
    • Sejarah Fakultas
    • Pimpinan Fakultas
    • Pimpinan Departemen
    • Pimpinan Program Studi
    • Pimpinan Laboratorium
    • DOSEN
    • STAFF TENDIK
    • Laporan TAHUNAN Dekan
    • ALUMNI
  • Akademik
    • PROGRAM SARJANA
    • PROGRAM MAGISTER
    • PROGRAM DOKTOR
    • PROGRAM PROFESI
    • AKREDITASI PROGRAM STUDI
    • Double Degree
    • KALENDER AKADEMIK
  • KEMAHASISWAAN
    • KEMAHASISWAAN
    • LEM-DPM
      • Lembaga Eksekutif Mahasiswa
      • Dewan Perwakilan Mahasiswa
    • BSO
      • Mapala Silvagama
      • KSK
      • IFSA LC UGM
      • FSC
      • KMIK
      • KMKK BONITA
    • HMM
      • FORESTECH
      • HIMABA
      • FORESTATION
      • KMMH
    • PIONIR UGM
  • RISET & INOVASI
    • Publikasi Riset Dosen & Mahasiswa
    • HKI/PATEN/HAK CIPTA
    • Jurnal Ilmu Kehutanan
    • KERJASAMA
    • PUSAT KAJIAN
      • “SEBIJAK” INSTITUTE
      • SJB
      • PUSAT KAJIAN KEHUTANAN SOSIAL
    • KHDTK WANAGAMA
  • ADMISI
    • SARJANA KEHUTANAN
    • PROFESI INSINYUR KEHUTANAN
    • MAGISTER ILMU KEHUTANAN
    • DOKTOR ILMU KEHUTANAN
  • PENJAMINAN MUTU
  • Beranda
  • News
  • Fakultas Kehutanan UGM Dukung Lomba Semarak HUT RI ke-81 Padukuhan Santren untuk Mendorong Lingkungan Tangguh Iklim

Fakultas Kehutanan UGM Dukung Lomba Semarak HUT RI ke-81 Padukuhan Santren untuk Mendorong Lingkungan Tangguh Iklim

  • News, Rilis
  • 31 August 2026, 03.01
  • Oleh: andykurniawan
  • 0
Sleman, 31 Agustus 2026 — Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) turut mendukung pelaksanaan Lomba Semarak HUT RI ke-81 di Padukuhan Santren yang diselenggarakan pada Selasa, 25 Agustus 2026, di Padukuhan Santren, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Kegiatan ini mengusung tema “Bersatu Membangun Padukuhan Santren Tangguh Menghadapi Perubahan Iklim melalui Penguatan Ketahanan Pangan, Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, dan Peningkatan Kapasitas Kader Kelompok PKK.” Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong masyarakat sekaligus mendorong praktik nyata pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di tingkat komunitas.

Dukungan Fakultas Kehutanan UGM selain berupa sedikit kontribusi pendanaan, juga diwujudkan melalui keterlibatan Hermudananto, dosen Fakultas Kehutanan UGM, sebagai salah satu juri dalam Lomba Kelola Sampah Organik dan Lomba Kebun Pangan dan Hias Lingkungan. Penjurian melibatkan lima orang juri yang mewakili lima RW di Padukuhan Santren, yaitu Emelia Endang K., Hermudananto, Mardiningsih, Suprihono, dan Triman Sumanto. Keterlibatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat serta memperkuat praktik pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

Lomba Kelola Sampah Organik merupakan lomba antar-RW yang bertujuan mendorong masyarakat untuk mengurangi sampah sejak dari sumbernya sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim. Penilaian dilakukan dengan memperhatikan jumlah dan kebermanfaatan aksi pengelolaan sampah organik, keberlanjutan penerapannya di lingkungan, kreativitas dan inovasi, kebersihan dan kerapian, serta tingkat partisipasi masyarakat. Berbagai praktik telah dikembangkan oleh warga, antara lain biopori, rorak atau jugangan, komposting, pupuk organik cair, losida, mijongan, serta pemanfaatan sampah organik untuk mendukung kegiatan budidaya tanaman.

Sementara itu, Lomba Kebun Pangan dan Hias Lingkungan bertujuan mendorong masyarakat memanfaatkan ruang yang tersedia dan bahan bekas untuk mengembangkan kebun pangan sekaligus taman lingkungan yang produktif, indah, dan ramah lingkungan. Penilaian mencakup keanekaragaman dan kebermanfaatan tanaman, kreativitas dalam memanfaatkan bahan bekas, penataan dan estetika, kebersihan dan kerapian, serta keberlanjutan dan keterlibatan warga. Lomba ini menunjukkan bahwa keterbatasan lahan tidak menjadi hambatan bagi masyarakat untuk mengembangkan ruang hijau produktif yang memberikan manfaat ekologis dan pangan.

Setiap RW menunjukkan karakteristik dan kreativitas masing-masing dalam mengelola lingkungan. RW 01 mengembangkan pengelolaan sampah organik dengan menyimpan sampah organik dalam pot atau ember, kemudian ditambahkan tanah sehingga hasilnya dapat digunakan untuk menanam. Warga juga melakukan pemilahan sampah plastik dan kertas untuk dijual, dengan hasilnya dimanfaatkan untuk mendukung kas Dasawisma atau RT. Dalam pengembangan kebun, RW 01 memanfaatkan galon dan ember cat bekas sebagai pot untuk tanaman obat, tanaman pangan, dan palawija. Praktik tersebut menunjukkan keterkaitan antara pengurangan sampah, pemanfaatan kembali bahan bekas, dan penguatan ketahanan pangan rumah tangga.

RW 02 menerapkan biopori, komposting, dan losida dengan memanfaatkan sisa makanan serta dedaunan dari lingkungan rumah. Kebun dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan berbagai tanaman hias, sayuran, tanaman obat, dan empon-empon. Warga juga memanfaatkan kayu atau papan bekas sebagai penyangga tanaman merambat, serta menggunakan galon bekas sebagai pot untuk tanaman hias maupun tanaman pangan seperti sawi, pandan, dan cabai. Sementara itu, RW 03 mengembangkan biopori, rorak atau jugangan, dan komposting serta memanfaatkan sisa potongan sayuran sebagai media tanam. Lingkungan RW 03 juga dikembangkan dengan penanaman tanaman hias dan pemanfaatan botol plastik untuk mendukung keasrian dan keindahan lingkungan.

RW 04 menunjukkan praktik pengelolaan lingkungan yang cukup komprehensif melalui biopori, rorak atau jugangan, komposting, pupuk organik cair, losida, mijongan, kandang, dan kolam. Kegiatan tersebut berawal dari himbauan dalam pertemuan PKK RW untuk mendorong setiap rumah tangga mengelola sampah organiknya masing-masing. Dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup dan kelurahan berupa biopori dan komposter turut meningkatkan semangat warga untuk menjalankan kegiatan tersebut. Pengelolaan sampah organik memberikan manfaat berupa penyuburan tanah, produksi pupuk, pengurangan biaya pengelolaan sampah, serta terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan nyaman. Koordinasi juga dilakukan secara rutin melalui pertemuan PKK RW.

Dalam pengembangan kebun, RW 04 memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam cabai, terong, tomat, loncang, seledri, bawang merah, kangkung, laos, dan sereh. Warga juga mengintegrasikan kebun dengan kolam lele dan kandang ayam dalam satu area. Kotoran ayam dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman, air kolam yang kaya nutrisi digunakan untuk menyiram tanaman, sedangkan sisa hasil panen dapat dimanfaatkan sebagai pakan ayam dan lele. Selain itu, pemanfaatan galon bekas sebagai pot turut membantu mengurangi sampah sekaligus mendukung pengembangan kebun pangan di lahan yang terbatas. RW 05 juga mengembangkan komposting menggunakan ember tumpuk dengan mengumpulkan sampah organik untuk diolah menjadi pupuk cair, serta mengembangkan tanaman pangan di lingkungan warga.

Hasil penilaian yang diumumkan pada Minggu, 30 Agustus 2026 menunjukkan bahwa RW 01 berhasil meraih peringkat pertama dalam kedua kategori lomba. Pada Lomba Kelola Sampah Organik, RW 01 memperoleh nilai final rata-rata 46,2, disusul RW 04 dengan nilai 43,2, RW 02 dengan nilai 40,4, RW 03 dengan nilai 38,8, dan RW 05 dengan nilai 36,2. Pada Lomba Kebun Pangan dan Hias Lingkungan, RW 01 kembali menempati peringkat pertama dengan nilai 46,8, diikuti RW 04 dengan nilai 42,0, RW 02 dengan nilai 41,8, RW 03 dengan nilai 39,6, dan RW 05 dengan nilai 37,4.

Pelaksanaan lomba menunjukkan bahwa upaya membangun lingkungan yang tangguh terhadap perubahan iklim dapat dimulai dari tingkat rumah tangga dan komunitas. Praktik pengelolaan sampah organik, pemanfaatan pekarangan, penggunaan kembali bahan bekas, pengembangan tanaman pangan, serta integrasi tanaman, ternak, dan perikanan menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga dapat mendukung ketahanan pangan, mengurangi biaya rumah tangga, serta memperkuat interaksi sosial dan gotong royong masyarakat.

Bagi Fakultas Kehutanan UGM, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat pengabdian kepada masyarakat, pendidikan lingkungan, pengelolaan sumber daya berbasis masyarakat, serta adaptasi terhadap perubahan iklim. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat menjadi penting untuk mendorong penerapan pengetahuan dan praktik pengelolaan lingkungan yang sesuai dengan kondisi lokal serta dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Padukuhan Santren di Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, merupakan salah satu wilayah yang aktif menjalankan Program Kampung Iklim (ProKlim). ProKlim adalah gerakan nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam mengendalikan perubahan iklim.Program ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan warga dalam menghadapi cuaca ekstrem serta menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) di tingkat tapak, seperti tingkat RW, dusun, atau kelurahan. Padukuhan ini bahkan telah diverifikasi oleh Tim ProKlim Utama Nasional dan saat ini terus didorong untuk menuju Kategori Lestari di bawah kepemimpinan Dukuh Yanuar Eko Hartanto. Berbagai kegiatan masyarakat, termasuk pengelolaan sampah berbasis rumah tangga, pengembangan kebun pangan, penghijauan, dan peningkatan kapasitas kader PKK, menjadi modal penting untuk memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.

Kegiatan Lomba Semarak HUT RI ke-81 Padukuhan Santren juga memiliki keterkaitan erat dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan melalui pengembangan kebun pangan dan pemanfaatan pekarangan, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui penciptaan lingkungan permukiman yang bersih dan tangguh, SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui pengurangan dan pengolahan sampah dari sumbernya serta pemanfaatan kembali bahan bekas, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim melalui penguatan kapasitas adaptasi masyarakat, SDG 15 tentang Ekosistem Daratan melalui penghijauan dan peningkatan kualitas lingkungan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, kader PKK, dan perguruan tinggi.

Melalui dukungan terhadap kegiatan di Padukuhan Santren, Fakultas Kehutanan UGM terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mendorong terwujudnya lingkungan yang sehat, produktif, lestari, dan tangguh terhadap perubahan iklim. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga dalam mengelola sampah dan mengembangkan kebun pangan menjadi contoh bahwa aksi lingkungan yang sederhana, apabila dilakukan secara konsisten dan melibatkan masyarakat secara luas, dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan.

 

Penulis: Hermudananto

Tags: SDG 11 Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim SDG 15 Ekosistem Daratan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 2 Tanpa Kelaparan SDG12 Konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS KEHUTANAN
Universitas Gadjah Mada
Jl. Agro No. 1 Bulaksumur Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 512102, 6491420 Fax. (0274) 550541
Email: fkt@ugm.ac.id

UNIVERSITY ADMISSION

  • SNMPTN
  • SBMPTN
  • PBUTM
  • UTUL

DEPARTMENT

  • Forest Management
  • Forest Product Technology
  • Silviculture
  • Forest Resource Conservation

Informasi Publik

  • Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

© FKT - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju