• UGM
  • Academic Portal
  • IT Center
  • Library
  • Research
  • Webmail
  • Informasi Publik
Universitas Gadjah Mada Fakultas Kehutanan
Universitas Gadjah Mada
  • Tentang Kami
    • Sambutan Dekan
    • Selayang Pandang
    • VISI MISI
    • Sejarah Fakultas
    • Pimpinan Fakultas
    • Pimpinan Departemen
    • Pimpinan Program Studi
    • Pimpinan Laboratorium
    • DOSEN
    • STAFF TENDIK
    • Laporan TAHUNAN Dekan
    • ALUMNI
  • Akademik
    • PROGRAM SARJANA
    • PROGRAM MAGISTER
    • PROGRAM DOKTOR
    • PROGRAM PROFESI
    • AKREDITASI PROGRAM STUDI
    • Double Degree
    • KALENDER AKADEMIK
  • KEMAHASISWAAN
    • KEMAHASISWAAN
    • LEM-DPM
      • Lembaga Eksekutif Mahasiswa
      • Dewan Perwakilan Mahasiswa
    • BSO
      • Mapala Silvagama
      • KSK
      • IFSA LC UGM
      • FSC
      • KMIK
      • KMKK BONITA
    • HMM
      • FORESTECH
      • HIMABA
      • FORESTATION
      • KMMH
    • PIONIR UGM
  • RISET & INOVASI
    • Publikasi Riset Dosen & Mahasiswa
    • HKI/PATEN/HAK CIPTA
    • Jurnal Ilmu Kehutanan
    • KERJASAMA
    • PUSAT KAJIAN
      • “SEBIJAK” INSTITUTE
      • SJB
      • PUSAT KAJIAN KEHUTANAN SOSIAL
    • KHDTK WANAGAMA
  • ADMISI
    • SARJANA KEHUTANAN
    • PROFESI INSINYUR KEHUTANAN
    • MAGISTER ILMU KEHUTANAN
    • DOKTOR ILMU KEHUTANAN
  • PENJAMINAN MUTU
  • Beranda
  • News
  • FORESTATION FKT UGM Perluas Pembelajaran Konservasi melalui Rangkaian Kegiatan di Jawa Timur dan Bali

FORESTATION FKT UGM Perluas Pembelajaran Konservasi melalui Rangkaian Kegiatan di Jawa Timur dan Bali

  • News, Rilis
  • 7 September 2026, 03.11
  • Oleh: andykurniawan
  • 0
Family of Forest Resource Conservation (FORESTATION) Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada melaksanakan rangkaian kegiatan Studi Banding, Jelajah Konservasi, dan Kunjungan Instansi pada 23–27 Agustus 2026 di Jawa Timur dan Bali. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi wadah bagi peserta untuk memperluas wawasan kelembagaan sekaligus mempelajari keanekaragaman hayati, pengelolaan kawasan, dan praktik konservasi secara langsung.

Tiga kegiatan utama dilaksanakan dalam rangkaian tersebut, yaitu Studi Banding (Stuban) di UPN “Veteran” Jawa Timur, Jelajah Konservasi (JK) di Taman Nasional Bali Barat, serta Kunjungan Instansi (KI) ke Kebun Raya Bali. Perpaduan ketiga kegiatan memberikan pengalaman pembelajaran yang beragam, mulai dari pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarlembaga hingga observasi ekosistem dan keterlibatan langsung dalam aksi konservasi.

Rangkaian diawali dengan Studi Banding di UPN “Veteran” Jawa Timur. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk bertukar pengalaman dan berdiskusi mengenai pengelolaan kegiatan serta kelembagaan organisasi. Interaksi antar peserta menjadi ruang untuk berbagi gagasan sekaligus memperluas jejaring sebelum rombongan melanjutkan perjalanan menuju Bali.

Studi banding di UPN ‘Veteran’ Jawa Timur

Kegiatan berikutnya adalah Jelajah Konservasi di Taman Nasional Bali Barat dengan mengusung tema “Bagian Kecil dari Surga di Ujung Barat Pulau Dewata: Menapak Jejak Alam Menyulam Ilmu dalam Harmoni Konservasi”. Melalui kegiatan ini, peserta diajak mengenal secara langsung karakteristik kawasan konservasi beserta keanekaragaman ekosistem yang terdapat di dalamnya.

Di Taman Nasional Bali Barat, peserta mengikuti sejumlah kegiatan, mulai dari kunjungan ke Balai Taman Nasional, pembersihan kawasan, eksplorasi ekosistem mangrove darat dan mangrove perairan di Resor Karangsewu, birdwatching, hingga kunjungan ke Sanctuary Curik Bali. Berbagai kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami secara langsung keterkaitan antara keanekaragaman hayati, kondisi ekosistem, dan pengelolaan kawasan konservasi.

Jelajah konservasi 2026 di Taman Nasional Bali Barat

Taman Nasional Bali Barat memiliki beragam tipe ekosistem, antara lain hutan musim, savana, mangrove, padang lamun, dan terumbu karang. Kawasan ini juga memiliki peran penting dalam konservasi Curik Bali (Leucopsar rothschildi), satwa endemik Bali yang menjadi salah satu fokus pembelajaran peserta selama kegiatan.

Melalui kunjungan ke Sanctuary Curik Bali, peserta memperoleh pengetahuan mengenai keberadaan Curik Bali, berbagai upaya konservasi yang dilakukan, serta peran pengelola kawasan dalam mendukung pelestarian satwa tersebut. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa konservasi satwa tidak hanya berkaitan dengan perlindungan individu, tetapi juga memerlukan pengelolaan habitat dan upaya pelestarian yang dilakukan secara berkelanjutan.

Eksplorasi kemudian dilanjutkan ke Pulau Menjangan melalui kegiatan jungle tracking, snorkeling, dan pengamatan biota laut. Peserta dapat mengamati secara langsung kekayaan ekosistem daratan, pesisir, dan laut dalam satu bentang kawasan konservasi. Pengalaman tersebut memperkuat pemahaman mengenai keterhubungan berbagai ekosistem dalam mendukung keanekaragaman hayati.

Selain observasi dan eksplorasi, peserta juga terlibat dalam sejumlah aksi konservasi berupa penanaman mangrove, peletakan sarang Curik Bali, serta pembersihan kawasan. Keterlibatan langsung tersebut menjadi sarana pembelajaran bahwa konservasi tidak hanya membutuhkan pengetahuan mengenai lingkungan, tetapi juga tindakan nyata dan partisipasi berbagai pihak.

Dalam sesi pelepasan sebelum keberangkatan, Sandy menyampaikan bahwa Taman Nasional Bali Barat merupakan salah satu lokasi penting dalam upaya konservasi Curik Bali. Sementara itu, Reza menekankan bahwa kegiatan ini menjadi kesempatan bagi peserta dari berbagai latar belakang pendidikan untuk mengenal ekosistem dan praktik konservasi secara langsung. Dengan demikian, pembelajaran konservasi dapat menjangkau peserta lintas disiplin dan tidak terbatas pada mahasiswa kehutanan.

Setelah menyelesaikan Jelajah Konservasi di Taman Nasional Bali Barat, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Kunjungan Instansi ke Kebun Raya Bali. Kunjungan tersebut memberikan perspektif tambahan kepada peserta mengenai pengelolaan dan konservasi keanekaragaman hayati sekaligus melengkapi pembelajaran yang diperoleh selama kegiatan sebelumnya.

Kunjungan instansi ke Kebun Raya Bali

Kesan mendalam turut dirasakan oleh para peserta, salah satunya Gale Raidtya Ramadhan dari Sekolah Vokasi UGM. Berasal dari latar belakang studi yang berbeda dengan mayoritas peserta, Gale mengaku sempat merasa asing pada awal kegiatan. Namun, interaksi selama rangkaian kegiatan membuat rasa canggung tersebut perlahan menghilang.

“Buat aku yang anak vokasi, ikut Jelajah Konservasi ini jadi pengalaman yang beda banget. Dapat pengalaman baru, ketemu teman-teman baru dari berbagai jurusan, dan yang paling berkesan, aku jadi lebih paham gimana rasanya terjun langsung ke isu konservasi, bukan cuma dengar teori doang,” ungkap Gale.

Melalui rangkaian Studi Banding, Jelajah Konservasi, dan Kunjungan Instansi tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman perjalanan, tetapi juga memperluas wawasan, jejaring, serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Perpaduan antara diskusi kelembagaan, pembelajaran lapangan, pengamatan keanekaragaman hayati, dan aksi konservasi menunjukkan bahwa upaya menjaga sumber daya alam membutuhkan pengetahuan, kolaborasi, serta keterlibatan nyata.

Rangkaian kegiatan FORESTATION ini turut mendukung pencapaian sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran lapangan dan pertukaran pengetahuan; SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui peningkatan kepedulian terhadap perlindungan warisan alam; SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui kegiatan pembersihan kawasan dan edukasi lingkungan; SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui penanaman mangrove; SDG 14: Ekosistem Lautan melalui pembelajaran mengenai ekosistem pesisir dan laut; serta SDG 15: Ekosistem Daratan melalui pengamatan keanekaragaman hayati dan konservasi Curik Bali. Kolaborasi dengan UPN “Veteran” Jawa Timur, Taman Nasional Bali Barat, dan Kebun Raya Bali juga mencerminkan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Terselenggaranya rangkaian kegiatan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. PT Shorea Barito Wisata, PLTG Gilimanuk, Plataran Resort Menjangan, DKY Photography, dan Public Merch turut berkontribusi dalam mendukung pelaksanaan kegiatan dari awal hingga akhir. Melalui rangkaian ini, FORESTATION FKT UGM terus mendorong pembelajaran konservasi yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman, interaksi, dan aksi nyata di lapangan.

 

 

Penulis & dokumentasi : Forestation FKT UGM

Editor : Satriagasa

Tags: SDG 11 Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan SDG 13 Penanganan Perubahan Iklim SDG 14 Ekosistem Lautan SDG 15 Ekosistem Daratan SDG 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 4 Pendidikan Berkualitas SDG12 Konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Universitas Gadjah Mada

FAKULTAS KEHUTANAN
Universitas Gadjah Mada
Jl. Agro No. 1 Bulaksumur Yogyakarta 55281
Telp. (0274) 512102, 6491420 Fax. (0274) 550541
Email: fkt@ugm.ac.id

UNIVERSITY ADMISSION

  • SNMPTN
  • SBMPTN
  • PBUTM
  • UTUL

DEPARTMENT

  • Forest Management
  • Forest Product Technology
  • Silviculture
  • Forest Resource Conservation

Informasi Publik

  • Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

© FKT - Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju